Ika Yuni Wulansari
University of Technology Sydney

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effectiveness of Problem-Based Learning Methods in Improving Prospective Elementary School Teachers' Critical Thinking Skills Sisi Harokah; Setiawan Edi Wibowo; Anang Sudigdo; Asep Yudianto; Ika Yuni Wulansari
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 11 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v11i1.14104

Abstract

AbstractThis research was conducted to uncover the extent to which prospective elementary school teachers can utilize problem-based learning methods to improve their critical thinking skills. We employed a single-group pre-test experimental research approach, incorporating a pre-test and a post-test. 47 prospective elementary school teachers in Sarjanawiyata Tamansiswa University comprise this research sample. The analysis of data used the tests Wilcoxon and N Gain Score. These results show the problem-based learning methods that effectively enhanced the critical thinking of prospective elementary school teachers. The Wilcoxon test results reveal a statistically significant effect of problem-based learning methodologies on the development of critical thinking skills in students, with a sig value of 0.000. The test results for the means of the N Gain Score center on improving critical thinking competence in which their mean score is 0.61 and their average percentage is 61.07. Therefore, using problem-based learning methods will indeed immensely contribute much in enhancing the critical thinking in prospective elementary school teachers.Keywords: problem-based learning, critical thinking, prospective elementary school teachers.AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana calon guru sekolah dasar dapat memanfaatkan metode pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritisnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian eksperimen pra-tes kelompok tunggal, yang terdiri dari pra-tes dan pasca-tes. Sebanyak 47 calon guru sekolah dasar di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa menjadi sampel penelitian ini. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan N Gain Score. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis masalah efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis calon guru sekolah dasar. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa metodologi pembelajaran berbasis masalah berpengaruh signifikan secara statistik terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa, dengan nilai sig sebesar 0,000. Hasil uji rata-rata N Gain Score berpusat pada peningkatan kemampuan berpikir kritis dengan nilai rata-rata 0,61 dan persentase rata-rata 61,07. Oleh karena itu, penggunaan metode pembelajaran berbasis masalah akan sangat membantu dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis calon guru sekolah dasar.Kata kunci: pembelajaran berbasis masalah, berpikir kritis, calon guru sekolah dasar.
Structural Equation Modeling Method to Analyze the Influence of Learning Style, Mathematics Resilience, and Learning Motivation on Mathematical Problem-Solving Ability Edo Dwi Cahyo; Juitaning Mustika; Dwi Retno Puspita Sari; Fertilia Ikashaum; Ika Yuni Wulansari
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 12 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v12i1.19959

Abstract

AbstractThis study aimed to analyze the influence of learning styles, mathematics resilience, and learning motivation on elementary school students’ mathematical problem-solving abilities. The research involved 131 students from three elementary schools in Metro and East Lampung, Indonesia and employed Structural Equation Modeling (SEM) for data analysis. The results showed that all three variables significantly affected students' mathematical problem-solving abilities. Learning motivation had the strongest influence (C.R = 1.880, p = 0.034), followed by mathematics resilience (C.R = 1.754, p = 0.045) and learning style (C.R = 1.729, p = 0.040). The three variables collectively contributed 78.3% to the variance in students' mathematical problem-solving abilities, indicating a strong overall effect. These findings suggest that enhancing students’ learning motivation, building mathematical resilience, and aligning teaching methods with students’ learning styles are effective strategies to improve their mathematical problem-solving performance. The study recommends the implementation of adaptive and inclusive teaching approaches that consider cognitive and psychological factors in elementary mathematics education.Keywords: SEM method, learning style, mathematics resilience, learning motivation, problem-solving ability. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya belajar, ketahanan matematika, dan motivasi belajar terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sekolah dasar. Penelitian ini melibatkan 131 siswa dari tiga sekolah dasar di Metro dan Lampung Timur, Indonesia dan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut secara signifikan memengaruhi kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Motivasi belajar memiliki pengaruh paling kuat (C.R = 1,880, p = 0,034), diikuti oleh ketahanan matematika (C.R = 1,754, p = 0,045) dan gaya belajar (C.R = 1,729, p = 0,040). Ketiga variabel tersebut secara kolektif memberikan kontribusi sebesar 78,3% terhadap varians kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, yang menunjukkan efek keseluruhan yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan motivasi belajar siswa, membangun ketahanan matematika, dan menyelaraskan metode pengajaran dengan gaya belajar siswa merupakan strategi yang efektif untuk meningkatkan kinerja pemecahan masalah matematika mereka. Penelitian ini merekomendasikan penerapan pendekatan pengajaran yang adaptif dan inklusif yang mempertimbangkan faktor kognitif dan psikologis dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.Kata kunci: metode SEM, gaya belajar, ketahanan matematika, motivasi belajar, kemampuan memecahkan masalah.