Kemampuan berbicara merupakan salah satu indikator penting dalam perkembangan anak usia dini, karena berkaitan langsung dengan aspek kognitif, sosial, dan emosional. Melalui kemampuan ini, anak dapat menyampaikan keinginan, memahami instruksi, serta membangun interaksi dengan lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Penelitian ini dilakukan pada anak usia dini usia 5-6 tahun di TK SRW yang terletak di wilayah Jawa Tengah. Dari hasil pengumpulan dan analisis data, ditemukan bahwa seorang anak berusia 5 tahun mengalami keterlambatan dalam bahasa ekspresif, dengan kemampuan kosa kata yang setara dengan anak usia 1,5 tahun. Anak tersebut belum mampu menulis, hanya tertarik pada aktivitas dasar seperti melipat dan menempel, serta memiliki kemampuan fokus yang masih sangat terbatas. suara yang dihasilkan belum jelas dan volumenya masih rendah.Pengamatan menunjukkan anak mengalami keterlambatan, termasuk kekurangan kosa kata. Kurangnya stimulasi verbal di rumah dan penggunaan gawai berlebihan menjadi penyebab utama. Keterlibatan orang tua dalam dukungan emosional dan komunikasi yang baik juga penting bagi perkembangan bahasa anak. Penelitian menyatakan perlunya pendampingan dari orang tua dan guru untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak, dengan harapan ada perbaikan dalam pendidi-kan anak usia dini.