Artritis gout akut merupakan kondisi inflamasi persendian yang disebabkan oleh kelainan metabolisme purin, di mana terjadi pengendapan kristal monosodium urat (MSU) di sendi, ditandai dengan rasa nyeri parah yang datang secara mendadak, disertai bengkak, kemerahan, serta keterbatasan gerak sendi. Selain pengobatan farmakologi seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), pendekatan nonfarmakologi berupa kompres bubuk rimpang jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) menunjukkan efek yang mampu mengurangi hiperalgesia pada penderita inflamasi sendi, termasuk kasus artritis gout. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas gabungan kompres bubuk jahe merah dengan NSAID dibandingkan penggunaan NSAID tunggal terhadap tingkat intensitas nyeri pada pasien artritis gout. Metode penelitian menerapkan desain True Experimental Design pendekatan Randomized Controlled Trial (RCT), dilaksanakan di Rumah Sakit Royal Prima Medan pada periode Oktober hingga November 2025. Populasi penelitian meliputi pasien nyeri akut artritis gout sebanyak 74 responden, dipilih melalui random sampling, kemudian dibagi secara acak menjadi kelompok intervensi (37 responden) dan kelompok kontrol (37 responden). Analisis data dilakukan dengan uji paired t-test dan independent sample t-test. Hasil penelitian mengindikasikan adanya perbedaan signifikan dalam penurunan intensitas nyeri antara kelompok intervensi dan kontrol dengan nilai signifikansi (p) = 0,001 (p < 0,05), di mana kelompok intervensi menunjukkan pengurangan nyeri lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Kombinasi kompres bubuk jahe merah dan NSAID terbukti efektif dalam menekan skala nyeri akut pada pasien artritis gout.