Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Faktor yang Berkontribusi terhadap Pembentukan Serumen Obsturan pada Masyarakat Desa Batur Kintamani Ketut Wahyudiana Sudana; Putu Rinawati Jayanti; Made Gita Ratnasari
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56060

Abstract

Serumen obsturan merupakan penyebab tersering gangguan pendengaran konduktif yang dapat dicegah. Berbagai faktor diduga berperan dalam pembentukannya, namun penelitian komprehensif di tingkat komunitas masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berkontribusi terhadap pembentukan serumen obsturan pada masyarakat Desa Batur Kintamani. Penelitian menggunakan desain analitik cross-sectional dengan consecutive sampling pada 90 warga usia ≥18 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Pemeriksaan telinga dilakukan dengan otoskopi dan endoskopi portabel, disertai pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan uji univariat dan bivariat (Chi-square) dengan SPSS. Rata-rata usia responden 46,4±17,2 tahun dengan mayoritas IMT normal hingga overweight (rerata 24,7±3,3 kg/m²). Prevalensi serumen obsturan ditemukan pada 56,7% responden. Analisis bivariat menunjukkan hubungan sangat signifikan antara perilaku membersihkan telinga dengan serumen obsturan (p<0,001; OR 9,5), di mana subjek yang sering membersihkan telinga memiliki prevalensi 79,6% versus 29,3% pada yang jarang membersihkan. Riwayat keluarga juga menunjukkan hubungan signifikan (p=0,005), dengan prevalensi 75,7% pada subjek dengan riwayat keluarga versus 43,4% tanpa riwayat keluarga. Usia, jenis kelamin, IMT, pekerjaan, dan jenis alat pembersih tidak menunjukkan hubungan bermakna (p>0,05). Perilaku membersihkan telinga merupakan faktor paling kuat terhadap pembentukan serumen obsturan, diikuti riwayat keluarga. Program edukasi kesehatan telinga di tingkat komunitas diperlukan untuk mengubah kebiasaan pembersihan telinga yang tidak tepat.
Edukasi Kesehatan dan Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Tanaman Herbal dalam Menanggulangi Rhinitis Alergi pada Siswa SMAN 1 Payangan, Gianyar Putu Rinawati Jayanti; Made Gita Ratnasari; I Gusti Agung Prama Yoga
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.118-124

Abstract

Latar belakang: Rhinitis alergi merupakan gangguan saluran napas atas yang sering dialami remaja dan dapat mengganggu kualitas hidup serta prestasi belajar siswa. Rendahnya pemahaman siswa mengenai pencegahan dan penanganan rhinitis alergi menyebabkan gejala sering diabaikan. Di sisi lain, potensi tanaman herbal lokal sebagai alternatif penanganan alami dan sumber pemberdayaan ekonomi belum dimanfaatkan secara optimal. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai rhinitis alergi serta memberdayakan siswa melalui pelatihan pembuatan produk herbal berbasis tanaman lokal dan edukasi kewirausahaan. Metode: Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif di SMAN 1 Payangan, Gianyar, pada Oktober 2025. Kegiatan meliputi edukasi kesehatan rhinitis alergi, pemeriksaan THT sederhana, pelatihan pembuatan produk herbal berbasis tanaman lokal, dan edukasi kewirausahaan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test serta observasi partisipasi siswa. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 40 siswa dan guru pendamping. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa mengenai gejala, faktor pencetus, pencegahan, dan penanganan rhinitis alergi. Nilai rata-rata post-test meningkat dibandingkan pre-test. Siswa juga mampu mempraktikkan pembuatan produk herbal sederhana berbahan sereh, daun mint, dan kenanga. Edukasi kewirausahaan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengemasan dan pemasaran produk berbasis tanaman lokal. Kesimpulan: Program edukasi kesehatan dan pemberdayaan ekonomi berbasis tanaman herbal efektif meningkatkan literasi kesehatan siswa terkait rhinitis alergi serta meningkatkan keterampilan siswa dalam memanfaatkan tanaman lokal menjadi produk bernilai guna dan ekonomis. Program ini berpotensi menjadi model pengabdian masyarakat berbasis sekolah yang berkelanjutan.
Penyuluhan Kesehatan Mengeni Pengaruh Pemakaian Earphone Terhadap Fungsi Pendengaran Pada RemajaTelinga dan Penyuluhan Mengenai Pentingnya Merawat Kebun Sekolah Ketut Wahyudiana Sudana; Gita Ratnasari; I Wayan Sudiarta
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 5 No. 2 (2026): Mei 2026
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.5.2.2026.147-151

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Manggis, Karangasem, Bali, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai pengaruh pemakaian earphone terhadap fungsi pendengaran. Mitra adalah sekitar 25 siswa pengurus OSIS dan ekstrakurikuler yang memiliki intensitas tinggi dalam penggunaan earphone pada berbagai aktivitas belajar maupun non-akademik, Kegiatan berupa penyuluhan tatap muka tentang kesehatan pendengaran dan cara pemakaian earphone yang aman, dan di akhir sesi dilakukan penyuluhan pentingnya merawat tanaman dan kebun sekolah, mengingat agar siswa selain menjaga kesehatan juga penting untuk menjaga tanaman di area sekolah untuk menjaga kenyamanan belajar di lingkungan sekolah. Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian poster dan leaflet, sesi kuis interaktif sebelum–sesudah materi, serta diskusi. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh peserta mampu menjawab pertanyaan dengan baik pada akhir sesi, dan lebih dari 90% menyatakan puas terhadap kegiatan. Tindak lanjut dari sekolah menunjukkan berkurangnya kebiasaan menggunakan earphone saat istirahat dan meningkatnya keterlibatan siswa dalam merawat kebun melalui jadwal piket. Program ini efektif meningkatkan pengetahuan dan memicu perubahan perilaku awal terkait penggunaan earphone dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
Integrasi Edukasi Kesehatan Pendengaran dan Perawatan Lingkungan Sekolah untuk Mendukung Kenyamanan Belajar di SMP Negeri 1 Manggis: Pengabdian Ketut Wahyudiana Sudana; Made.Gita Ratnasari; Wayan Sudiartha
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Manggis, Karangasem, Bali, dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja mengenai pengaruh pemakaian earphone terhadap fungsi pendengaran. Mitra adalah sekitar 25 siswa pengurus OSIS dan ekstrakurikuler yang memiliki intensitas tinggi dalam penggunaan earphone pada berbagai aktivitas belajar maupun non-akademik, Kegiatan berupa penyuluhan tatap muka tentang kesehatan pendengaran dan cara pemakaian earphone yang aman, dan di akhir sesi dilakukan penyuluhan pentingnya merawat tanaman dan kebun sekolah, mengingat agar siswa selain menjaga kesehatan juga penting untuk menjaga tanaman di area sekolah untuk menjaga kenyamanan belajar di lingkungan sekolah. Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian poster dan leaflet, sesi kuis interaktif sebelum–sesudah materi, serta diskusi. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh peserta mampu menjawab pertanyaan dengan baik pada akhir sesi, dan lebih dari 90% menyatakan puas terhadap kegiatan. Tindak lanjut dari sekolah menunjukkan berkurangnya kebiasaan menggunakan earphone saat istirahat dan meningkatnya keterlibatan siswa dalam merawat kebun melalui jadwal piket. Program ini efektif meningkatkan pengetahuan dan memicu perubahan perilaku awal terkait penggunaan earphone dan kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
Comparison of Clinical Symptoms and Microbiological Results of Otomycosis Due to Candida SP. and Aspergillus SP. Infection in ENT Patients in Denpasar Putu Rinawati Jayanti; Ketut Wahyudiana Sudana; Made Gita Ratnasari
Journal of Creative Power and Ambition (JCPA) Vol. 4 No. 02 (2026): Journal of Creative Power and Ambition (JCPA)
Publisher : CV Edujavare Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70610/jcpa.v4i02.1866

Abstract

Otomycosis is a superficial fungal infection of the external auditory canal that commonly occurs in tropical countries, including Indonesia. The disease is primarily caused by Aspergillus spp. and Candida spp., which exhibit distinct clinical manifestations and therapeutic responses. This study aimed to compare the clinical symptoms and microbiological findings of otomycosis caused by these two fungal pathogens among patients attending the Ear, Nose, and Throat (ENT) Outpatient Clinic in Denpasar. An analytical observational study with a cross-sectional design was conducted involving 41 patients diagnosed with otomycosis. Clinical examinations and ear swab specimens were obtained before antifungal therapy, followed by fungal identification using potassium hydroxide (KOH) preparation, Gram staining, and culture on Sabouraud Dextrose Agar (SDA). The results showed that Aspergillus spp. was the predominant causative organism, whereas Candida spp. was identified in fewer cases. Significant differences in clinical presentation were observed, with Aspergillus infections more frequently associated with severe itching and dark ear discharge, while Candida infections commonly presented with creamy white discharge and ear pain. These findings may support earlier empirical diagnosis and more appropriate antifungal management in resource-limited healthcare settings.