Latar Belakang: Sarcoptes scabiei varietas hominis adalah penyebab penyakit kulit menular pada kulit dengan terjadinya perubahan pada kulit berupa ruam dan gatal di malam hari. Penularan skabies seringkali disebabkan multifactorial. Tingkat pengetahuan dan personal hygiene yang kurang dapat meningkatkan terjadinya penularan. Penelitian dipakai untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan terkait infeksi sarcoptes scabiei dan personal hygiene dengan kejadian suspek skabies pada salah satu pondok pesantren di jawa Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik observational dengan pendekatan cross sectional study. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diberikan kepada 103 responden santri di pondok pesantren tersebut.Uji yang dipakai adalah chi- square dan multivariat regresi logistik. Hasil: Dari 103 responden yang berpartisipasi, 47% tersuspek skabies. Pada analisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan personal hygiene didapati tidak ada hubungan (pvalue>0.05). pada hubungan antara personal hygiene dengan kejadian skabies didapati terdapat hubungan (p-value <0.05) Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terkait sarcoptes scabiei dengan kejadian suspek skabies dan terdapat hubungan antara personal hygiene dengan kejadian suspek skabies. Terjadinya skabies tidak hanya oleh tingkat pengetahuan dan personal hygiene saja, namun multifactorial. Sehingga perlu dilakukan upaya pengobatan skabies secara serentak dan memberikan edukasi kepada responden yang kurang dalam tingkat pengetahuan dan personal hygiene untuk perbaikan kesehatan masyarakat khusunya terkait penyakit kulit menular.