M Tajudin Zuhri
Universitas Garut

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Keteladanan Umar Bin Khattab dalam Memimpin Sebagai Dasar Pembentukan Karakter Siswa Latifah Latifah; Eli Nurbaya; Ai Atun; M Tajudin Zuhri; Nenden Munawaroh
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.389

Abstract

Keteladanan dan nilai-nilai kepemimpinan Umar bin Khattab menjadi relevan untuk dikaji karena masih ditemukannya persoalan kepemimpinan di lembaga pendidikan Islam, khususnya dalam hal tanggung jawab, partisipasi, dan pengelolaan organisasi berbasis nilai keislaman. Penelitian ini menjadikan kepemimpinan Umar bin Khattab sebagai rujukan dalam merumuskan prinsip kepemimpinan Islam yang ideal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keteladanan Umar bin Khattab serta relevansinya dalam konteks kepemimpinan pendidikan, khususnya di SD IT Al-Furqon. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif studi kepustakaan (library research) dengan teknik analisis konten melalui kajian teori dan literatur yang relevan. Data ini diambil dari scholar dan sebanyak 10 jurnal yang dikaji. Data yang dikumpulkan dengan mengidentifikasi, memilah, mengorganisasikan data, dan menganalisis isi dari sumber tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai keteladanan Umar bin Khattab dalam kepemimpinan di SD IT Al-Furqon memiliki dimensi yang luas dan aplikatif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan kepemimpinan Islami, khususnya di lingkungan madrasah sebagai lembaga pendidikan formal yang menanamkan nilai-nilai keislaman kepada peserta didik.
Pengaruh Kepemimpinan Instruksional terhadap Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Mewujudkan Pelaksanaan Pendidikan Inklusif Ariana Ariana; Gugun Geusan Akbar; M Tajudin Zuhri
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 2 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i2.712

Abstract

Pelaksanaan pendidikan inklusif di sekolah dasar masih menghadapi kendala, terutama dalam penerapan pembelajaran yang belum sepenuhnya mengakomodasi keberagaman kebutuhan siswa. Kepala sekolah memiliki peran sentral melalui kepemimpinan instruksional untuk mendorong guru menyesuaikan pembelajaran dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan instruksional terhadap pelaksanaan pendidikan inklusif dan menguji peran mediasi pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis VB-SEM (Variance-Based Structural Equation Modeling). Sampel penelitian terdiri dari guru dan tenaga pendidik di SDIT Persis Tarogong. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dengan indikator kepemimpinan instruksional, pembelajaran berdiferensiasi, dan pelaksanaan pendidikan inklusif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kepemimpinan instruksional tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap pelaksanaan pendidikan inklusif. Namun, kepemimpinan instruksional terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembelajaran berdiferensiasi, sementara pembelajaran berdiferensiasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pelaksanaan pendidikan inklusif. Analisis mediasi mengonfirmasi bahwa pembelajaran berdiferensiasi mampu memediasi penuh pengaruh kepemimpinan instruksional terhadap pelaksanaan pendidikan inklusif. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan praktik diferensiasi oleh guru menjadi kunci utama dalam menghubungkan peran kepemimpinan instruksional dengan keberhasilan pendidikan inklusif. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran berdiferensiasi bertindak sebagai mediator penuh (full mediator), yang menyoroti peran pentingnya dalam menerjemahkan kepemimpinan instruksional menjadi praktik pendidikan inklusif yang efektif.