Desi Setiyadi
Institut Daarul Qur’an Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Bahan Ajar Etnomatematika Bernuansa Masjid Tionghoa (Babah Alun) Terhadap Peningkatan Kemampuan Matematika Siswa Virna Alfina Dewi; Desi Setiyadi; Pebrisa Amrina
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.455

Abstract

Bahan ajar merupakan salah satu elemen penting yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar. Etnomatematika merupakan elemen penelitian yang menggabungkan matematika dan budaya sebagai bagian utama dalam studi ini. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan materi pembelajaran etnomatematika yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya Masjid Tionghoa (Babah Alun) dalam upaya meningkatkan kemampuan matematika siswa. Metode penelitian menerapkan model Research and Development (R&D). Metode pengumpulan data dilaksanakan melalui ujian, pengamatan, verifikasi oleh para ahli, penilaian dari pengajar, dan kuesioner siswa. Tahapan dalam pengembangan bahan ajar menggunakan model 4-D mencakup define, design, dan develop. Pada setiap langkah mendefinisikan perlu latar belakang yang menunjukkan pentingnya materi ajar etnomatematika dengan nuansa masjid Tionghoa (Babah Alun) yang menegaskan bahwa pembelajaran dilakukan secara kontekstual di Sekolah Dasar. Tahap desain melibatkan proses merancang materi pembelajaran dari sampul, konten, hingga bagian akhir. Tahap pengembangan dilakukan dengan merevisi draf awal guna memperoleh skor optimal yang dinyatakan valid sebesar 3,94 dalam kategori sangat valid. Selain itu, kelayakan penggunaan bahan ajar yang telah dievaluasi oleh guru memperoleh skor 4,68 dengan kategori sangat baik. Oleh karena itu, penerapan bahan ajar dalam proses pembelajaran dilaksanakan dua kali, di mana siswa diberikan soal pre-test dan post-test untuk menilai efektivitas produk tersebut. Berdasarkan tabel nilai perbandingan sebelum dan setelah penggunaan produk bahan ajar. Sebelum memanfaatkan bahan ajar yang telah dikembangkan, diperoleh nilai rata-rata siswa mencapai 66,80 Skor ini dianggap rendah dan bahkan jauh dari standar ketuntasan minimal (KKM) yaitu 75. Selanjutnya, percobaan penggunaan bahan ajar yang berlandaskan etnomatematika di kelas yang sama menghasilkan rata-rata 87,60 dalam kategori sangat baik. Dengan demikian, terjadi peningkatan sebesar 20,8%, maka implikasi dari hasil validasi yaitu bahan ajar yang telah divalidasi dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, karena telah disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan siswa.
STORYTELLING BERBASIS BONEKA TANGAN SEBAGAI MEDIA PEMBENTUKAN KARAKTER KEJUJURAN SISWA MADRASAH IBTIDAIYAH Rizka Khairunnisa; Muhammad Fauzan Muttaqin; Desi Setiyadi
Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 17 No 1 (2026): Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, Juni 2026
Publisher : STIT DARUL ULUM KOTABARU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62815/darululum.v17i1.222

Abstract

Pendidikan nilai di sekolah dasar masih menghadapi tantangan karena siswa cenderung memiliki pemahaman yang terbatas tentang pentingnya kejujuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas bercerita menggunakan boneka tangan dalam menumbuhkan karakter jujur di kalangan siswa Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 3 siswa kelas satu sebagai subjek penelitian, serta guru dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, pengkodean, dan identifikasi tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan boneka tangan meningkatkan antusiasme siswa, keterlibatan emosional, dan kesadaran moral tentang kejujuran. Siswa menjadi lebih berani mengakui kesalahan, memahami konsekuensi berbohong, dan menunjukkan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Lingkungan kelas juga menjadi lebih terbuka dan interaksi sosial di antara siswa lebih sehat. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya strategi pendidikan karakter kreatif yang relevan untuk perkembangan anak usia sekolah dasar
IMPLEMENTASI KINDNESS STRATEGY DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI MADRASAH IBTIDAIYAH Bella Astridarani; Desi Setiyadi; Miftachudin Miftachudin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.11714

Abstract

This research is motivated by the complexity of the moral challenges faced by Generation Alpha in the digital era, who are prone to decreased concentration and learning anxiety (math anxiety) in mathematics. The focus of this research problem is directed at an in-depth analysis of the implementation of kindness strategy as an integrative instrument in shaping students' disciplined character contextually. Using a qualitative approach with descriptive methods, the important stages of this research were systematically executed through semi-structured interviews with six teachers, open-ended questionnaires, classroom observations, and review of documentation of etiquette rules. The data obtained were then processed iteratively referring to the Miles and Huberman analysis model, which includes data reduction, presentation of narrative descriptions, and drawing conclusions. The research findings indicate that kindness strategy is proven to be able to stimulate the formation of students' disciplined character significantly through strengthening emotional interactions, individual guidance, and the use of a process-centered appreciation system. This humanistic approach successfully reduced students' mathematical fears and boosted their self-confidence and sense of responsibility for independence in the classroom. The main conclusion confirms that the implementation of positive discipline based on kindness successfully creates a conducive classroom ecosystem, where student compliance grows sustainably based on internal awareness free from the pressure of external punishment. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kompleksitas tantangan moral Generasi Alpha di era digital yang rentan mengalami penurunan konsentrasi serta kecemasan belajar (math anxiety) pada mata pelajaran matematika. Fokus masalah dalam riset ini diarahkan pada analisis mendalam mengenai implementasi kindness strategy sebagai instrumen integratif dalam membentuk karakter disiplin peserta didik secara kontekstual. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, tahapan penting penelitian ini dieksekusi secara sistematis melalui teknik wawancara semi-terstruktur terhadap enam guru, angket terbuka, observasi kelas, serta penelaahan dokumentasi aturan adab. Data yang diperoleh kemudian diolah secara iteratif mengacu pada model analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian deskripsi naratif, hingga penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kindness strategy terbukti mampu menstimulasi pembentukan karakter disiplin siswa secara signifikan melalui penguatan interaksi emosional, bimbingan individual, dan pemanfaatan sistem apresiasi yang berpusat pada proses. Pendekatan humanis ini sukses mereduksi ketakutan matematis siswa serta mendongkrak rasa percaya diri dan tanggung jawab kemandirian di dalam kelas. Simpulan utama menegaskan bahwa penerapan kedisiplinan positif berbasis kebaikan berhasil menciptakan ekosistem ruang kelas yang kondusif, di mana kepatuhan siswa tumbuh secara berkelanjutan berdasarkan kesadaran internal yang bebas dari tekanan hukuman lahiriah.