Pembelajaran di kelas XI MA Sumber Bungur Pakong menunjukkan bahwa keterampilan kolaborasi dan keterampilan pemecahan masalah siswa masih belum berkembang secara optimal. Hal ini disebabkan karena model pembelajaran yang digunakan belum sepenuhnya mendukung penguatan kompetensi abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Problem Based Learning terhadap keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah siswa. Jenis penelitian yang digunakan merupakan Quasi experiment dengan desain Posttest-only non-equivalent control group. Dalam rancangan ini, subjek dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran dengan model Problem Based Learning , sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode ceramah. Keterampilan kolaborasi diamati selama proses pembelajaran berlangsung, sedangkan kemampuan pemecahan masalah diukur melalui posttest setelah perlakuan. Teknik analisis data menggunakan uji Non-parametrik Mann-Whitney U. Subjek penelitian siswa kelas XI MA Sumber Bungur Pakong tahun ajaran 2024/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PBL memberikan pengaruh signifikan terhadap keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah siswa. Hal ini dinyatakan oleh hasil uji Mann-Whitney U dengan nilai U = 90.0, p < 0,001, r = −0.700 untuk kolaborasi, dan U = 21.5, p < 0,001, r = −0.928 untuk pemecahan masalah. Nilai effect size tersebut menunjukkan pengaruh yang besar.Dapat disimpulkan bahwa Problem Based Learning dinyatakan efektif dalam peningkatan keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah. Dengan demikian, PBL dapat dijadikan alternatif model pembelajaran yang mendukung kompetensi abad 21 di sekolah