Mochamad Naufal Fauzan
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Aksiologi Ilmu Pengetahuan di Era Disrupsi: Merekonstruksi Nilai Kegunaan antara Tekno-Efisiensi dan Kebijaksanaan Kemanusiaan Mochamad Naufal Fauzan; Ahmad Fauzi Zakaria; Syukron Makmun; Adang Hambali
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.653

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah dominasi nilai instrumental-utilitarian dalam ilmu pengetahuan di era disrupsi teknologi, yang menyempitkan makna kegunaan ilmu hanya pada aspek tekno-ekonomi dan mengabaikan nilai-nilai humanistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akar epistemologis dominasi nilai instrumental, mengidentifikasi dampak distorsifnya, serta menawarkan rekonstruksi aksiologis yang integratif. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis filosofis melalui studi kepustakaan terhadap pemikiran filsuf seperti Habermas, Heidegger, dan Mazhab Frankfurt. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi nilai instrumental berakar pada tradisi positivisme dan pragmatisme, yang telah menyebabkan dehumanisasi, krisis ekologis, dan erosi kearifan lokal. Sebagai respons, penelitian ini merekonstruksi aksiologi ilmu dengan mengintegrasikan nilai instrumental dan intrinsik melalui pendekatan etis, transdisipliner, dan emansipatoris. Kesimpulannya, ilmu pengetahuan harus tidak hanya berfungsi sebagai alat pemecah masalah teknis, tetapi juga sebagai pendorong pemahaman hermeneutis dan pembebasan manusia untuk mewujudkan pembangunan yang utuh dan berkelanjutan.
KONSEP KURIKULUM PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAMIC WORLDVIEW Rusmayadi; Mochamad Naufal Fauzan; Dayat Indra Hidayat; Rizki Imanudin; Isop Syafe'i
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2026): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v14i2.7104

Abstract

This study analyzes the concept of curriculum development from the perspective of the Islamic worldview as a response to the persistent dichotomy between religious and secular sciences within Islamic educational institutions. Employing a qualitative method through a systematic literature review of 89 primary and secondary sources, this research examines the philosophical foundations of curriculum ontology, epistemology, and axiology along with the operational principles and implementation framework of an Islamic worldview-based curriculum. The findings reveal that an ideal curriculum must be grounded in the principle of tawhid, integrating the dimensions of visible and unseen reality, multiple sources of knowledge (revelation, reason and empiricism) and axiological orientations toward ma’rifatullah and falah. Five key principles were formulated: tawhid, balance, flexibility, fitrah-based humanism and world hereafter orientation, each with specific implementation indicators. The study further proposes the Integrated Tawhidic Educational Model (ITEM), which synthesizes Islamic values across learning objectives, content, pedagogy, and evaluation. This research contributes theoretically by offering a comprehensive philosophical conceptual framework and practically by providing an operational model that Islamic educational institutions can adopt to develop integrative, holistic and contextually relevant curricula suited to contemporary challenges.