Oscard Lumban Tobing
Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Spiritual Assessment Based on Matthew 22:37-40: Faith Integration, Communal Spirituality, and Environmental Stewardship in Indonesian Christian Higher Education I Made Suardana; Ezra Tari; Oscard Lumban Tobing; Yasinta Waang; Abdiel Enrique Sánchez Revilla
Jurnal Pendidikan Terapan Vol 4, No 2 May (2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/jupiter.v4i2.950

Abstract

This study addresses the need for a contextual spiritual assessment model in Christian higher education in East Nusa Tenggara, Indonesia, by examining the internalization of the Law of Love (Matthew 22:37–40) in personal spirituality, integration of faith and reason, and environmental stewardship. A descriptive-quantitative survey was conducted with 94 students purposively sampled from four theological institutions in Kupang. Data were analyzed using descriptive statistics, primarily frequency distributions and percentage analysis. The findings revealed that 95.7% of respondents affirmed love as the foundational basis for life decisions (combined "Agree" and "Strongly Agree"). Personal piety was highly endorsed, with 94.7% reporting that daily prayer and Bible reading deepened their relationship with God, and 95.7% indicating that communal worship strengthened their faith. Integration of faith and reason was reflected by 60.6% strongly agreeing that Christian education helped them love God intellectually. Notably, 92.6% affirmed that their faith compels care for the environment (61.7% strongly agree), highlighting an emerging dimension of student spirituality. The study supports the relevance of a Matthew 22:37–40-based assessment model for holistic spiritual formation. However, limitations include reliance on self-report data, a geographically concentrated sample in Kupang, and a cross-sectional design. Future research employing mixed-methods and longitudinal approaches is recommended to validate these preliminary findings and capture behavioral expressions of spiritual formation..
Implementasi Pendidikan Agama Kristen Dalam Membentuk Karakter Cinta Kasih Pada Anak Usia Dini Kaleb Lelo; Daud Saleh Luji; Oscard Lumban Tobing
JURNAL TALITAKUM: JURNAL PENDIDIKAN KRISTEN ANAK USIA DINI Vol 4 No 1 (2025): Talitakum: Jurnal Pendidikan Kristen Anak Usia Dini
Publisher : PRODI PKAUD, IAKN TARUTUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69929/talitakum.v4i1.4

Abstract

Masa anak usia dini merupakan periode emas (golden age) yang krusial bagi pembentukan karakter, termasuk nilai cinta kasih sebagai inti dari ajaran Kekristenan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter cinta kasih pada anak usia dini dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan agama Kristen tidak hanya berperan dalam mentransfer pengetahuan teologis, tetapi juga menjadi sarana pembentukan moral dan spiritual anak melalui pengalaman nyata, keteladanan, dan lingkungan belajar yang penuh kasih. Nilai kasih agape yang bersumber dari Allah harus diinternalisasi sejak dini melalui metode pembelajaran kontekstual seperti cerita Alkitab, permainan kelompok, kegiatan spiritual, serta keteladanan guru dan orang tua. Strategi seperti pembiasaan nilai kasih, penghargaan positif, pendidikan reflektif, dan penciptaan lingkungan suportif terbukti efektif dalam membentuk karakter anak. Namun, tantangan seperti minimnya pemahaman teologis-pedagogis guru dan pengaruh lingkungan sosial yang tidak mendukung perlu diatasi melalui pelatihan guru dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan gereja. Dengan demikian, pendidikan Agama Kristen memiliki peran strategis dalam menanamkan karakter cinta kasih yang menjadi dasar kehidupan beriman dan bermasyarakat sejak usia dini.