Masa anak usia dini merupakan periode emas (golden age) yang krusial bagi pembentukan karakter, termasuk nilai cinta kasih sebagai inti dari ajaran Kekristenan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan Agama Kristen dalam membentuk karakter cinta kasih pada anak usia dini dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan agama Kristen tidak hanya berperan dalam mentransfer pengetahuan teologis, tetapi juga menjadi sarana pembentukan moral dan spiritual anak melalui pengalaman nyata, keteladanan, dan lingkungan belajar yang penuh kasih. Nilai kasih agape yang bersumber dari Allah harus diinternalisasi sejak dini melalui metode pembelajaran kontekstual seperti cerita Alkitab, permainan kelompok, kegiatan spiritual, serta keteladanan guru dan orang tua. Strategi seperti pembiasaan nilai kasih, penghargaan positif, pendidikan reflektif, dan penciptaan lingkungan suportif terbukti efektif dalam membentuk karakter anak. Namun, tantangan seperti minimnya pemahaman teologis-pedagogis guru dan pengaruh lingkungan sosial yang tidak mendukung perlu diatasi melalui pelatihan guru dan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan gereja. Dengan demikian, pendidikan Agama Kristen memiliki peran strategis dalam menanamkan karakter cinta kasih yang menjadi dasar kehidupan beriman dan bermasyarakat sejak usia dini.
Copyrights © 2025