Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Enhancing digital competence through ICT training for custodial staff at FPTI UPI Sri Rahayu; Dedi Purwanto; Danny Meirawan; Sukadi Sukadi; Dewi Ayu Sofia; Hanifah Indah Rahmawati; Rieske Iswardhany
Jurnal Abmas Vol. 25 No. 1 (2025): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v25i1.83840

Abstract

This community service project aims to enhance Information and Communication Technology (ICT) skills among cleaning staff at the Faculty of Technical and Industrial Education (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). The primary objective is to improve both technical and soft skills to increase the efficiency, service quality, and professionalism of custodial personnel. Limited ICT proficiency has been identified as a barrier to effective campus cleaning operations, especially in a digitally transforming environment. To address this, the project implemented a structured program comprising needs assessment, targeted training sessions, intensive mentoring, and performance evaluation through pre-test and post-test instruments. The results indicate a significant increase in participants’ ability to use digital tools, leading to better task management and improved motivation. Despite these positive outcomes, challenges remain in maintaining consistent service standards and effective time management. Overall, the project highlights the importance of continuous ICT capacity-building efforts as a strategic approach to strengthening non-academic support functions in higher education institutions.    Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi petugas kebersihan di Fakultas Pendidikan Teknik dan Industri (FPTI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Kegiatan ini menitikberatkan pada penguatan keterampilan teknis dan soft skills demi mendorong efisiensi kerja, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan profesionalisme tenaga kebersihan. Literasi TIK yang masih rendah seringkali menjadi penghambat dalam mendukung digitalisasi operasional kampus. Untuk menjawab tantangan tersebut, serangkaian tahapan telah disusun, dimulai dari asesmen kebutuhan, pelatihan berbasis kompetensi, pendampingan secara intensif, hingga evaluasi melalui pendekatan pre-test dan post-test. Implementasi program menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan perangkat digital, yang berdampak pada pengelolaan tugas secara lebih efisien dan meningkatnya motivasi kerja peserta. Di balik capaian tersebut, tantangan terkait konsistensi mutu layanan serta manajemen waktu tetap perlu mendapat perhatian lebih lanjut. Secara umum, kegiatan ini menegaskan urgensi pengembangan kapasitas digital berkelanjutan, terutama dalam memperkuat peran strategis tenaga nonakademik sebagai bagian integral dari proses transformasi digital di lingkungan pendidikan tinggi. Kata Kunci: kualitas kerja; pelatihan tik; petugas kebersihan
Pemetaan Kemampuan Mahasiswa Dalam Penulisan Akademik Sebagai Dasar Sistem Pembelajaran Pendidikan Tinggi Berbasis AI Sri Rahayu; Hanifah Indah Rahmawati; Zahra Ghinaya; Danny Meirawan; Sukadi Sukadi; Dedi Purwanto; Rieske Iswardhany; Dewi Ayu Sofia; Rais Amin
VOCATECH: Vocational Education and Technology Journal Vol 7, No 2 (2025): December
Publisher : Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38038/vocatech.v7i2.248

Abstract

AbstractRecent advancements in Artificial Intelligence (AI) technology have yet to fully address fundamental challenges in academic writing within the context of higher education. Most existing systems remain focused on surface-level corrections, offering limited support for students struggling to construct logical arguments, organize ideas coherently, and adhere to the structural conventions of academic discourse. This study aims to analyze and map students’ academic writing proficiency as a foundation for developing AI-based learning systems that are responsive to actual needs in higher education. Employing a descriptive quantitative approach, data were collected through a closed-ended online questionnaire distributed via Google Forms. The instrument was designed based on five key dimensions: writing structure, language proficiency, argumentation and logic, referencing, and technical skills, using a 5-point Likert scale. A total of 132 final-year students from various Indonesian universities—particularly those in construction-related disciplines—participated in the study. Contextual analysis was conducted based on study programs, and data validity was enhanced through triangulation. The findings reveal that while most students fall within the “competent” category, notable deficiencies remain in language mastery and logical argumentation, preventing many from reaching a “highly competent” level. These results highlight persistent gaps in academic literacy that necessitate innovative learning interventions. The development of AI-assisted systems capable of delivering both technical and conceptual feedback is therefore essential to improving the quality of student academic writing. Further research is recommended to design an integrated AI-based academic writing platform and to expand the study population across institutions to strengthen the generalizability of the findings. AbstrakSaat ini, kemajuan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam pendidikan tinggi belum sepenuhnya mampu menjawab tantangan mendasar dalam hal penulisan akademik mahasiswa. Banyak sistem yang tersedia masih berfokus pada perbaikan teknis, sementara mahasiswa kerap mengalami kesulitan dalam menyusun argumen logis, mengorganisasi ide secara koheren, dan memahami struktur wacana akademik secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memetakan kemampuan menulis akademik mahasiswa sebagai dasar dalam merancang sistem pembelajaran berbasis AI yang relevan dengan kebutuhan aktual di pendidikan tinggi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif melalui penyebaran angket tertutup menggunakan kuesioner daring berbasis Google Form. Instrumen dirancang berdasarkan lima aspek utama: struktur penulisan, penguasaan bahasa, argumentasi dan logika, penggunaan referensi, serta keterampilan teknik, dengan skala Likert 1–5. Responden terdiri atas 132 mahasiswa tingkat akhir dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya dari rumpun keilmuan teknik konstruksi. Data dianalisis secara kontekstual berdasarkan program studi serta diverifikasi melalui triangulasi untuk meningkatkan validitas hasil. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori “mampu” dalam menulis akademik, namun belum mencapai kategori “sangat mampu”, terutama pada aspek penguasaan bahasa dan argumentasi logis. Hasil ini mengindikasikan adanya kesenjangan dalam keterampilan literasi akademik yang memerlukan intervensi pembelajaran inovatif. Oleh karena itu, pengembangan sistem pembelajaran berbasis AI yang mampu memberikan umpan balik teknis dan konseptual secara adaptif menjadi penting untuk mendorong peningkatan kualitas penulisan ilmiah mahasiswa. Rekomendasi penelitian lanjutan mencakup pengembangan sistem AI terintegrasi dan perluasan populasi lintas institusi guna memperluas generalisasi hasil.