Anemia banyak dijumpai pada remaja putri dan wanita usia subur. Penyebab utamanya adalah defisiensi zat besi akibat kehilangan darah saat menstruasi, asupan gizi yang tidak memadai, dan gangguan penyerapan zat besi. Pada remaja, anemia berdampak seperti menurunnya daya tahan tubuh, rasa mudah lelah, gangguan pertumbuhan, serta penurunan kemampuan kognitif, psikologis, dan konsentrasi belajar. Kondisi tersebut dapat memengaruhi prestasi akademik dan perkembangan diri. Jika tidak ditangani sejak dini, anemia dapat berlanjut hingga dewasa dan meningkatkan risiko komplikasi saat kehamilan. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah pemeriksaan skrining anemia bagi remaja dan edukasi pencegahan anemiaMetode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah dengan melakukan sekrining pemeriksaan anemia menggunakan alat hemoglobin, media edukasi pencegahan anemia dengan poster dan pemberian leflet serta, penyampaian hasil skrining, konseling individu. Pelaksanaan pengabdian masyarakat di Universitas Phatum Thani Thailand, pada tanggal 7 November 2025. Sasaran adalah Remaja diwilayah lingkungan kampus. Teknik pelaksanaan kegiatan yaitu survey permasalahan mitra, penyiapan bahan, proses pelaksanaan kegiatan, evaluasi, tindak lanjut, dan pelaporan kegiatan pengabdaian masyarakat. Hasil pemeriksaan sekrining dari 30 remaja yang mengalami anemia sejumlah 18 (60%) remaja dengan Hemoglobin dibawah 12 g/Dl dilakukan dengan menggunakan alat digital pemeriksaan hemoglobin dan pemberian edukasi dengan menggunakan brosur dan poster pencegahan anemia.Kegiatan pengabdian masyarakat berhasil mengidentifikasi kasus anemia pada remaja melalui skrining hemoglobin serta pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan anemia. Anemia pada remaja putri menunjukkan bahwa pengetahuan, status gizi (kurang zat besi), pola makan (buruk), pola haid (menstruasi banyak/lama/tidak teratur), dan sosial ekonomi rendah adalah faktor risiko utama, sementara aktivitas fisik juga berperan karena tubuh butuh lebih banyak energi saat aktif. Remaja putri rentan anemia karena kehilangan darah bulanan saat haid dan kebutuhan gizi tinggi untuk pertumbuhan, yang diperburuk oleh faktor-faktor di atas