Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SCREENING AND EDUCATION ON ANEMIA PREVENTION TO IMPROVE THE QUALITY OF LIFE OF ADOLESCENTS AT PATHUMTHANI UNIVERSITY Nina Herlina; Erik Ekowati; Rini Damayanti; Sri Nawangsari; Estu Lovita Pembayun; Rochmawati Rochmawati; Winnie Tunggal Mustikha; Dwi Puji Astiti; Kasyafia Jayanti; Veronika Fary; Pujiati Pujiati; Dinda Pramestya Utami; Amabel Kyla Charity
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.53013

Abstract

Anemia banyak dijumpai pada remaja putri dan wanita usia subur. Penyebab utamanya adalah defisiensi zat besi akibat kehilangan darah saat menstruasi, asupan gizi yang tidak memadai, dan gangguan penyerapan zat besi. Pada remaja, anemia berdampak seperti menurunnya daya tahan tubuh, rasa mudah lelah, gangguan pertumbuhan, serta penurunan kemampuan kognitif, psikologis, dan konsentrasi belajar. Kondisi tersebut dapat memengaruhi prestasi akademik dan perkembangan diri. Jika tidak ditangani sejak dini, anemia dapat berlanjut hingga dewasa dan meningkatkan risiko komplikasi saat kehamilan. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah pemeriksaan skrining anemia bagi remaja dan edukasi pencegahan anemiaMetode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat adalah dengan melakukan sekrining pemeriksaan anemia menggunakan alat hemoglobin, media edukasi pencegahan anemia dengan poster dan pemberian leflet serta, penyampaian hasil skrining, konseling individu. Pelaksanaan pengabdian masyarakat di Universitas Phatum Thani Thailand, pada tanggal 7 November 2025. Sasaran adalah Remaja diwilayah lingkungan kampus. Teknik pelaksanaan kegiatan yaitu survey permasalahan mitra, penyiapan bahan, proses pelaksanaan kegiatan, evaluasi, tindak lanjut, dan pelaporan kegiatan pengabdaian masyarakat. Hasil  pemeriksaan sekrining dari 30 remaja yang mengalami anemia sejumlah 18 (60%) remaja dengan Hemoglobin dibawah 12 g/Dl dilakukan dengan menggunakan alat digital pemeriksaan hemoglobin dan pemberian edukasi dengan menggunakan brosur dan poster pencegahan anemia.Kegiatan pengabdian masyarakat berhasil mengidentifikasi kasus anemia pada remaja melalui skrining hemoglobin serta pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang pencegahan anemia. Anemia pada remaja putri menunjukkan bahwa pengetahuan, status gizi (kurang zat besi), pola makan (buruk), pola haid (menstruasi banyak/lama/tidak teratur), dan sosial ekonomi rendah adalah faktor risiko utama, sementara aktivitas fisik juga berperan karena tubuh butuh lebih banyak energi saat aktif. Remaja putri rentan anemia karena kehilangan darah bulanan saat haid dan kebutuhan gizi tinggi untuk pertumbuhan, yang diperburuk oleh faktor-faktor di atas
Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Kesehatan Mental Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Ciseeng Kabupaten Bogor Jawa Barat Tahun 2025 Amabel Kyla Charity; Dwi Puji Astuti
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/rqcp7h69

Abstract

Background: Mental health disorders in pregnant women reach 10,1% globally and are higher in developing countries (15.6% during pregnancy, 19.8% postpartum) according to the WHO. The prevalence in West Java increased from 8.1% (2013) to 10% (2018) according to Riskesdas. Mental health is important for pregnant women to know about because it can affect the well-being of both the mother and the fetus. Early and accurate detection is also necessary for mothers who are vulnerable to mental health issues. Objevtive: This study aims to identify the factors associated with the mental health of pregnant women in Puskesmas Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat in 2025.  Methods: This research is quantitative and analytical with cross-sectional approach. The population in this study consists of all pregnant women who attend antenatal care (ANC) visits, totaling 505 pregnant women at Puskesmas Ciseeng Kabupaten Bogor Jawa Barat in 2025, with a sample size of 84 pregnant women. The sampling technique used is consecutive sampling. The dependent variable is the mental health of pregnant women, while the independent variables are parity, economic status, husband's support, family support, and social environment. The characteristics of the respondents are age at the time of pregnancy and level of education. The research instrument used a questionnaire to determine support from husbands and families, and the SRQ-20 was used for mental health. The statistical test used is the chi-square test. Results: From the result of the research, there is relationship between the mental health of pregnant women with parity (p value= 0,007),  there is relationship between the mental health of pregnant women with economic status (p value= < 0,001), there is relationship between the mental health of pregnant women with husband’s support (p value= < 0,001), there is relationship between the mental health of pregnant women with family and social environment support (p value= <0,001). Conculsion: There is a relationship  between parity, economic status, husband’s support, family and social environment support with the mental health of pregnant women.