Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN DAGUSIBU DAN IMPLEMENTASI PENGGUNAAN TOGA UNTUK MENINGKATKAN DAYA TAHAN TUBUH PADA AISYIYAH RANTING PERENG Irma Susanti; Afiv Wahyudi; Septian Dwi Mulyana; Popy Dwi Permata Sari; Vivi Tri Rusdiana Putri Jayanti; Haeny Sholichatin; M. Miftakhul Akhyar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.54169

Abstract

Kebanyakan masyarakat di Dusun Pereng saat ini lebih memilih pengobatan yang dilakukan sendiri atau swamedikasi, biasanya dilakukan untuk mengatasi keluhan-keluhan dan penyakit ringan yang banyak dialami masyarakat seperti demam, nyeri, pusing, batuk, influenza, sakit maag, cacingan, diare, penyakit kulit dan lain-lain. Untuk menghindari medication error, maka masyarakat perlu mengenal DAGUSIBU meliputi cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Selain swamedikasi secara mandiri masyarakat lebih suka menggunakan bahan alami seperti jahe, serai, temulawak dan kunyit karena mudah didapat dan dapat digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh, bahan alam dianggap lebih sedikit menimbulkan efek yang tidak diinginkan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan penerapan DAGUSIBU dan pengelolahan TOGA untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan memberikan penyuluhan dan demonstrasi pembuatan jamu dari TOGA. Metode yang digunakan yaitu ceramah, demonstrasi pemanfaatan TOGA, dan evaluasi. Kegiatan ini menggunakan kuisoner yang telah tervalidasi pada penelitian (Cholifatun et al., 2020). Untuk melihat perbandingan tingkat pegetahuan masyarakat sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan, serta sebagai indikator keberhasilam kegiatan ini yang diolah menggunakan pengujian diskriptif. Hasil dari kegiatan ini masyarakat lebih memahami penerapan DAGUSIBU dan pemanfatan TOGA yang dapat digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan rata-rata nilai pre-test yang didapat sebesar 81% dan pada rata-rata nilai post-test didapat sebesar 95%. Dari hasil tersebut, terdapat peningkatan sebesar 14% dari nilai pre-test dan post-test yang menandakan masyarakat dapat memahami mengenai materi yang disampaikan, terbukti dari peningkatan nilai yang didapat.
Identifikasi Pengaruh Alasan Ketidakpatuhan terhadap Tingkat Kepatuhan Pasien yang Mengonsumsi Antiretroviral pada Pasien RSUD HIV di Pulau Jawa Afiv Wahyudi
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 15 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v15i1.972

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that infects the body by attacking human white blood cells, causing sufferers to experience a decline in the immune system or a condition of Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). Non-compliance is the attitude of patients when they do not follow recommendations or orders maximally in undergoing treatment and is one of the causes of therapy failure. It is necessary to identify the reasons for patient non-compliance as a basis for intervention to improve the level of compliance of HIV patients. This study aims to determine what reasons for non-compliance affect the level of patient compliance so that it can be used as a basis for intervention in an effort to improve the level of compliance in achieving therapy success. This study was conducted with a quantitative approach, observational design and cross-sectional research type. The study was conducted at a Regional General Hospital in Java on adult HIV patients diagnosed with HIV, receiving first-line ARVs, complete medical record data, willing to be interviewed and not lost to follow-up. Univariate analysis was performed using Microsoft Excel software application and continued with bivariate statistical analysis using IBM SPSS statistic 22 application. To see the influence of each reason for non-compliance on the level of compliance, the analysis was performed using binary logistic regression bivariate test. The results showed that patient age characteristics had an effect on compliance (P = 0.017 or <0.05) OR of 3.104 times, 95% CI (1.225-7.867) on compliance. Of the 17 measurements of reasons for non-compliance, the reason for wanting to avoid side effects had an effect on the level of compliance (P = 0.048) and could affect compliance OR of 0.384 times, 95% CI (0.149-0.990) so that age factors and factors wanting to avoid side effects need to be considered in conducting interventions for HIV patients.