Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENYULUHAN KESEHATAN DUKUNGAN KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN GANGGUAN JIWA DI SENTANI JAYAPURA Naomi Frolinda Jober; Eldad Onesiforus Sopater Pulo; Indrawaty Ismail
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.54752

Abstract

Penelitian yang dimaksud ini berjudul Dukungan Keluarga Tentang cara merawat pasien gangguan jiwa dengan masalah halusinasi, waham dan perilaku kekerasan di RT 02/RW 03 Kelurahan Sentani kota, Kabupaten Jayapura. Kegiatan ini dilakukan dengan menjalin Kerjasama antara pihak Universitas Cendrawasih khususnya Program Studi Ilmu Keperawatan dengan pihak RSK Jiwa Daerah Abepura sebagai Lembaga Kesehatan jiwa di Wilayah Abepura serta keluarga dari salah satu pasien yang dirawat di RSK Jiwa Abepura di wilayah RT 02/RW 03 Kelurahan Sentani kota Kabupaten Jayapura. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memenuhi salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pengabdian kepada Masyarakat, menambah wawasan dan pemahaman Masyarakat khususnya keluarga dan orang tua mengenai cara merawat pasien gangguan jiwa dengan masalah halusinasi, waham dan perilaku kekerasan serta meningkatkan mutu pelayanan di RSK Jiwa Daerah Abepura guna menurunkan angka pasien dengan gangguan jiwa. Adapun manfaat dari kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan Masyarakat khususnya keluarga tentang cara merawat pasien gangguan jiwa yang mengalami halusinasi, waham dan perilaku kekerasan serta mengupayakan penurunan jumlah pasien halusinasi, waham dan perilaku kekerasan Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat ini bersifat Pendidikan Kesehatan dalam bentuk penyuluhan yang dilakukan kepada Masyarakat khususnya keluarga dengan cara penyampaian yaitu ceramah.Luaran yang ditargetkan setelah pelaksanaan kegiatan penyuluhan yaitu dapat Menyusun luaran berupa seminar hasil dari pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan serta publikas ilmiah pada jurnal nasional.
Normal Weight pada Lansia: Analisis Body Fat Percentage, Indeks Massa Tubuh, dan Asupan Makronutrien di Panti Bina Lanjut Usia Pos 7 Sentani Kabupaten Jayapura Elisabet Bre Boli; Dwi Astuti; Oktliana Pasangka; Eldad Onesiforus Sopater Pulo; Hendry Kiswanto Mendrofa
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.60650

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between Body Fat Percentage (BFP) and Body Mass Index (BMI), as well as the influence of energy, carbohydrate, and fat intake on BMI among older adults. A cross-sectional study was conducted involving 35 elderly individuals (7 males, 28 females). BFP was measured using Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), macronutrient intake data were obtained through standardized food recall 24-hour and statistical analyses employed Pearson correlation. The mean BMI of subjects was 21.48 ± 3.13 kg/m² (normal range), whereas the mean BFP of 30.48 ± 8.15% approached the obesity threshold. Based on BMI classification, 11.4% of subjects were underweight and 8.6% were overweight. Pearson correlation analysis revealed a statistically significant positive association between BFP and BMI (r = 0.527; p = 0.001) of moderate strength, with BMI accounting for only 27.8% of BFP variance. Multiple linear regression analysis demonstrated that energy intake significantly predicted BMI (p = 0.034), whereas carbohydrate (p = 0.725) and fat intake (p = 0.399) did not exert significant independent effects. The moderate BMI–BFP correlation confirms the limitations of BMI as a sole indicator of body composition in older adults, underscoring the clinical necessity of integrating direct BFP measurement to detect normal weight obesity. Nutritional interventions for the elderly should prioritize achieving adequate total energy intake rather than restricting individual macronutrients