Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN IBU-IBU DESA TALANG TALING DALAM KEGIATAN MENYEMAT ATAP SEBAGAI UPAYA PENGUATAN EKONOMI KELUARGA Achmad Fadil; Nadila Deta Enjelina; Delbi Malini; Sisilia Agustin; Hafiz Kurnia Ramadhan; Delvan Alfariz
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.55663

Abstract

Keterbatasan kesempatan kerja serta akses terhadap sumber-sumber ekonomi di kawasan pedesaan menuntut adanya penguatan peran perempuan melalui aktivitas ekonomi yang berlandaskan kearifan lokal. Di Desa Talang Taling, kegiatan menyemat atap menjadi salah satu bentuk kegiatan produktif yang melibatkan partisipasi aktif ibu-ibu desa sebagai upaya meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ibu-ibu Desa Talang Taling dalam kegiatan menyemat atap serta kontribusinya terhadap penguatan ekonomi keluarga. Penelitian dilaksanakan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap ibu-ibu yang terlibat secara langsung dalam aktivitas tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa partisipasi ibu-ibu dalam kegiatan menyemat atap berkontribusi nyata dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga, memperkuat kemandirian ekonomi keluarga, serta memperbesar peran perempuan dalam pengambilan keputusan ekonomi di tingkat keluarga. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga berperan dalam melestarikan keterampilan tradisional serta memperkuat kohesi dan solidaritas sosial di lingkungan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan menyemat atap memiliki potensi strategis sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi perempuan pedesaan yang berkelanjutan dan memerlukan dukungan melalui peningkatan kapasitas, perluasan akses pasar, serta kebijakan pemberdayaan ekonomi yang berbasis potensi lokal.
Analisis Perilaku Flexing dan Hedonisme Mahasiswa dalam Perspektif Nilai-nilai Pendidikan Islam Barokah Nur Rohmah; Moh. Restu Hoeruman; Seftiana Seftiana; Septa Riska; Anatascha Sri Marcelha; Sri Delvi Tridinanti; Delbi Malini; Dela Riski Anggraini; Diana Rindiani; Nabila Nabila; Nur Rahmatilah
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.853

Abstract

Perkembangan media sosial dan budaya konsumtif di era digital telah memunculkan fenomena flexing dan perilaku hedonisme di kalangan mahasiswa. Flexing dipahami sebagai tindakan mempertontonkan kekayaan, gaya hidup, maupun pencapaian tertentu untuk memperoleh pengakuan sosial, sedangkan hedonisme merupakan pola hidup yang berorientasi pada kesenangan dan kepuasan material. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku flexing dan hedonisme mahasiswa dalam perspektif nilai-nilai pendidikan Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan, observasi sosial, serta analisis terhadap fenomena yang berkembang di lingkungan mahasiswa dan media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku flexing dan hedonisme dipengaruhi oleh faktor lingkungan pergaulan, perkembangan teknologi digital, kebutuhan akan eksistensi diri, serta rendahnya pemahaman nilai spiritual dan moral. Dalam perspektif pendidikan Islam, perilaku tersebut bertentangan dengan nilai kesederhanaan (zuhud), rendah hati (tawadhu’), syukur, serta prinsip keseimbangan dalam kehidupan. Pendidikan Islam menekankan pentingnya pembentukan karakter, pengendalian diri, dan pemanfaatan harta secara bijaksana agar mahasiswa tidak terjebak dalam budaya pamer dan gaya hidup berlebihan. Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai pendidikan Islam menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran moral dan spiritual mahasiswa di tengah tantangan modernisasi dan perkembangan media sosial.