Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELESTARIAN TRADISI MALAM TIRAKATAN 17 AGUSTUS: MEMBUMIKAN SEMANGAT KEMERDEKAAN LEWAT EDUKASI BUDAYA Sudjai Sudjai; Atmari Atmari; M. Zufar Afifudin; Ananda Syalum Saputra; Wiati Samawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.57735

Abstract

Tradisi Malam Tirakatan yang dilaksanakan setiap malam menjelang 17 Agustus merupakan bagian penting dari warisan budaya bangsa Indonesia. Tradisi ini berfungsi sebagai ruang refleksi dan penghormatan terhadap perjuangan kemerdekaan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, keberlanjutannya mulai tergerus oleh perubahan sosial dan minimnya keterlibatan generasi muda. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melestarikan kembali tradisi malam tirakatan melalui pendekatan edukasi budaya yang partisipatif di Kampung Karangrejo Sawah, Surabaya. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), dengan melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk yang inovatif dan kontekstual, seperti penampilan seni tradisional, sesi reflektif sejarah perjuangan, pemutaran film dokumenter kemerdekaan, dan diskusi lintas generasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat, khususnya pemuda, serta terbentuknya forum warga untuk pelestarian budaya secara berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini berdampak pada penguatan nilai-nilai kebangsaan dan solidaritas sosial antarwarga. Tradisi tirakatan tidak hanya berhasil dilestarikan, tetapi juga dimaknai ulang sebagai sarana pendidikan karakter yang hidup dan relevan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pelestarian budaya lokal dapat menjadi instrumen efektif dalam membumikan kembali semangat kemerdekaan di tingkat komunitas.
Penguatan Nilai Kebangsaan melalui Tradisi Tirakatan melalui Kolaborasi Perguruan Tinggi dan Masyarakat di Desa Ngingas, Waru, Sidoarjo Atmari Atmari; Budi Handayani; Gusti Ananda Syalum Saputra; M. Zufar Afifudin
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 4 No. 2 (2025): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Politeknik Pratama Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v4i2.7085

Abstract

Strengthening character education constitutes a strategic agenda in addressing the challenges of globalization and the declining sense of nationalism, particularly among the younger generation. This community engagement activity aims to revitalize the practice of tirakatan as a character education medium rooted in local wisdom. The tirakatan tradition is selected due to its spiritual, social, and national values, which are relevant in fostering historical awareness and strengthening national identity. The implementation method employs a participatory approach involving higher education institutions and local communities. The series of activities includes socialization, training of local facilitators, collective tirakatan practices, and reflective discussions on national values. Higher education institutions serve as facilitators and providers of academic perspectives, while the community acts as the custodian of the tradition as well as the primary partner in program implementation. The results indicate that tirakatan is effective as a contextual and meaningful space for character learning. The younger generation gains a deeper understanding of the nation's historical struggles and internalizes values such as mutual cooperation, solidarity, and religiosity. Collaboration between higher education institutions and the community also contributes to the preservation of local culture and the development of innovative non-formal character education models. This activity recommends further replication and development by involving multiple sectors, such as schools, youth communities, and local governments, in order to establish tirakatan as a collective movement in fostering national spirit.