Keterbatasan akses layanan transportasi udara di Kabupaten Kutai Timur menjadi kendala dalam mendukung mobilitas masyarakat, pelayanan publik, dan penguatan aktivitas ekonomi daerah. Bandar Udara Khusus Tanjung Bara yang selama ini dimanfaatkan untuk kepentingan operasional industri memiliki potensi untuk dioptimalkan dalam melayani kepentingan umum secara terbatas. Kegiatan penelitian ini bertujuan memberikan pendampingan teknis dan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan model pemanfaatan bandar udara yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods) melalui kajian teknis-operasional umum, proyeksi permintaan penumpang, serta analisis SWOT sebagai dasar penyusunan strategi implementasi. Hasil menunjukkan bahwa optimalisasi fasilitas eksisting merupakan skenario paling realistis untuk tahap awal dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan dan kapasitas infrastruktur. Melalui kegiatan pendampingan ini dihasilkan rekomendasi tahapan pemanfaatan bandar udara, strategi pembentukan pasar transportasi udara masyarakat, serta arah pengembangan layanan penerbangan secara bertahap. Hasil penelitian diharapkan menjadi rujukan praktis bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas wilayah dan pelayanan transportasi udara secara berkelanjutan di Kabupaten Kutai Timur.
Copyrights © 2026