Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Konsultasi Stunting Balita Menggunakan Large Language Models (LLMs) Tanwir Tanwir; Khasnur Hidjah; Dyah Susilowati
Reputasi: Jurnal Rekayasa Perangkat Lunak Vol. 6 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/reputasi.v6i1.8961

Abstract

Stunting pada balita merupakan masalah kesehatan kritis di Indonesia yang memerlukan intervensi berbasis teknologi untuk meningkatkan akses informasi nutrisi. Penelitian ini bertujuan mengembangkan chatbot konsultasi stunting berbasis Large Language Models (LLMs) guna menyediakan rekomendasi kesehatan yang akurat dan mudah diakses. Metode yang digunakan berupa Model LLaMA 3 di-fine-tuning menggunakan dataset Q&A spesifik stunting berisi 7.642 entri, kemudian dievaluasi dengan matrik ROUGE untuk mengukur kesesuaian semantik respons. Hasil menunjukkan model Stunting mencapai skor ROUGE-1 (72,24%), ROUGE-2 (64,54%), ROUGE-L (70,42%), dan ROUGE-Lsum (70,96%), secara signifikan melampaui model baseline seperti LLaMA3, Deepseek-R1, dan Mistral. Chatbot diimplementasikan dalam aplikasi web berbasis cloud dengan arsitektur terdistribusi, dilengkapi enkripsi SSL dan HTTPS untuk menjamin keamanan data. Sistem ini memungkinkan interaksi real-time antara pengguna dan model LLMs melalui antarmuka berbasis Gradio. Temuan penelitian mengonfirmasi potensi LLMs dalam menyederhanakan layanan kesehatan preventif, khususnya di daerah dengan sumber daya terbatas
PELATIHAN PROMOSI DAN PENJUALAN BATIK MOTIF WAYANG PADA REMAJA KOTA MATARAM Rini Anggriani; Dian Syafitri Chani Saputri; Khasnur Hidjah; Irwan Cahyadi; Raden Bagus Faisal Irani; Bq. Candra Herawati
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 2 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i2.39886

Abstract

Wayang-motif batik is one of the local cultural heritages of West Nusa Tenggara with high artistic and economic value, yet its commercial utilization by young people remains very limited. This community service activity aims to improve the ability of youth in Mataram City to promote and sell wayang-motif batik through digital marketing and entrepreneurship-based training. The methods used include participatory training with a hands-on approach, covering the introduction of wayang motif cultural values, product photography techniques, creation of promotional content on social media (Instagram and TikTok), use of marketplaces (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop), and sales strategies. Participants were 30 youth aged 16-25 years from local youth communities in Mataram. The results showed significant improvements in participants' knowledge of wayang batik, ability to create digital promotional content, ownership of active marketplace accounts, and confidence in selling. This activity makes a real contribution to local cultural preservation while empowering youth economically through a digital entrepreneurship approach.