Diana Nursyafiqa
Fakultas Kesehatan, Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Edukasi Anemia dan Pembuatan Camilan Berbahan Pangan Hasil Laut Sebagai Makanan Sumber Zat Besi Lilia Faridatul Fauziah; Nikita Welandha Prasiwi; Devina Dwi Putri Samawa; Ferra Yuliana Agustin; Ishatul Ilmiyah; Sefany Meisa Eka Nurmala; Diana Nursyafiqa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Gunung Sari Vol 3 No 2 (2025): MEI 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Gunung Sari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58294/jpmgs.v2i2.251

Abstract

Anemia adalah masalah kesehatan yang terjadi di hampir seluruh negara di dunia, terutama di negara berkembang. Prevalensi anemia pada wanita usia 15-49 tahun di dunia mencapai 30.7% dan remaja putri termasuk dalam kelompok usia tersebut. Kelompok usia tersebut beresiko mengalami anemia yang akan menimbulkan dampak lintas generasi dan mempengaruhi kesejahteraan hidup individu, kelompok (keluarga), bahkan suatu negara. Anemia yang dialami oleh remaja putri, biasanya merupakan anemia kekurangan zar besi atau yang disebut dengan Iron Deficiency Anemia (IDA), yang mana hal tersebut dapat diakibatkan karena beberapa hal seperti kurangnya asupan zat besi dari makanan sehari-hari, gangguan penyerapan zat besi, dan juga kehilangan darah yang berulang. Tidak terpenuhinya asupan zat besi harian pada kelompok-kelompok rentan seperti remaja putri ini dapat diakibatkan karena pemilihan makanan yang tidak mengandung zat besi itu sendiri dan hal ini seringkali terjadi di negara-negara berkembang. Terdapat beberapa pendekatan yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan anemia, diantaranya adalah intervensi berbasis makanan juga pendidikan gizi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari pengembangan produk berbahan udang untuk pembuatan produk makanan yang disebut dengan “Gilded Shrimp Potato Ball” untuk remaja dengan memanfaatkan udang yang merupakan bahan pangan lokal yang tinggi zat besi dan protein. Selain melakukan intervensi berbasis pangan melalui pengembangan produk dan demonstrasi, kegiatan ini memberikan edukasi tentang anemia itu sendiri untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang anemia.