Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pendidikan Islam dalam Menumbuhkan Sikap Toleransi dan Moderasi Beragama di Masyarakat Multikultural Dila ayu santika ritonga; Iin Triana; Annisa Noer Winda; Herlini Puspika Sari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5855

Abstract

Indonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan dalam menjaga keharmonisan akibat keberagaman agama, budaya, dan suku. Oleh karena itu, penanaman nilai toleransi dan moderasi beragama melalui pendidikan menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan Islam dalam menumbuhkan sikap toleransi dan moderasi beragama pada masyarakat multikultural. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, dan sumber ilmiah relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam berperan sebagai landasan utama dalam membentuk sikap toleransi melalui penanaman nilai-nilai seperti empati, keadilan, dan penghargaan terhadap perbedaan. Konsep wasathiyah menjadi prinsip penting dalam membangun sikap moderat yang tidak ekstrem. Selain itu, peran guru, kurikulum, serta lingkungan pendidikan yang inklusif turut memperkuat internalisasi nilai moderasi beragama. Implementasi nilai toleransi dalam pembelajaran dilakukan melalui pendekatan dialogis, kontekstual, dan berbasis pengalaman sosial. Pendidikan Islam juga berfungsi sebagai sarana preventif dalam mengurangi potensi konflik sosial berbasis perbedaan. Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki kontribusi strategis dalam menciptakan masyarakat yang damai, inklusif, dan harmonis.
Problems in the Evaluation of Islamic Religious Education Learning in the Digital Era and Efforts to Supervise Mobile Phone Usage Nur Azizah; Ahmad Ibrahim Hasibuan; Yusman Yusman; Rahmaini Rahmaini; Iin Triana
Al-Fikru: Jurnal Ilmiah Vol. 20 No. 1 (2026): Juni (2026)
Publisher : STAI Serdang Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51672/alfikru.v20i1.965

Abstract

Advances in digital technology have transformed the evaluation process in Islamic Religious Education, shifting the focus of assessment from cognitive aspects to include affective and psychomotor aspects as well. However, digital-based evaluation still faces various challenges, such as low student integrity, smartphone misuse, limited supervision, disparities in technological proficiency, and internet connectivity issues. This study aims to analyze the challenges of assessment in Islamic Religious Education in the digital age, as well as strategies for monitoring smartphone use to enhance the effectiveness and integrity of assessment. The research employs a qualitative approach through a literature review, examining relevant journals and books. The results indicate that digital assessment offers efficiency and flexibility but also creates opportunities for academic dishonesty and learning distractions. To address these issues, schools implement strict supervision, restrictions on smartphone and app usage, the development of analysis-based questions, and the instillation of integrity values. Therefore, digital literacy and effective supervision are essential for supporting meaningful and accountable learning assessments in the digital age.