Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penanaman Nilai Karakter melalui Kegiatan Tadabbur Alam pada Anak Usia Dini: (Studi Kasus di RA Sunan Ampel 02) Nur Hana Azizah; Alif Mudiono; Eny Nur Aisyah; Revia Ningrum
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6241

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menyelidiki implementasi kegiatan tadabbur alam dalam memperkuat nilai-nilai karakter di kalangan peserta didik usia dini di RA Sunan Ampel 02. Metode kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik diterapkan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara guru, dan dokumentasi, kemudian diinterpretasikan menggunakan model analisis interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, dengan teknik triangulasi yang digunakan untuk menjaga validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan tadabbur alam telah rutin dilaksanakan sebelum shalat Dhuha dan diintegrasikan ke dalam program pembelajaran tematik. Selama kegiatan ini, lingkungan alam sekitar secara aktif dieksplorasi dan diamati oleh anak-anak, sehingga meningkatkan rasa ingin tahu dan partisipasi dalam proses pembelajaran. Pengembangan nilai-nilai keagamaan, rasa syukur, kesadaran lingkungan, disiplin, dan tanggung jawab juga didukung melalui pengalaman-pengalaman ini. Selain itu, pengalaman belajar yang lebih bermakna diperoleh anak-anak melalui pendekatan pembelajaran eksperiensial dan kontekstual yang melibatkan interaksi langsung dengan alam. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tadabbur alam dapat dimanfaatkan sebagai strategi alternatif untuk pendidikan karakter di lingkungan pendidikan anak usia dini.
Implementasi Program Cahaya Dhuha dalam Meningkatkan Disiplin Ibadah Anak Usia Dini di RA Sunan Ampel 02 Revia Ningrum; Alif Mudiono; Eny Nur Aisyah; Nur Hana Azizah
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.6318

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi program “Cahaya Dhuha” dalam membentuk kedisiplinan ibadah anak usia dini di RA Sunan Ampel 02. Program ini dirancang sebagai kegiatan pembiasaan yang terstruktur untuk menanamkan praktik ibadah sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembiasaan ibadah melalui program tersebut serta menganalisis perannya dalam pembentukan karakter anak. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program dilaksanakan secara rutin dan terstruktur, mulai dari wudhu, pembacaan niat, pelaksanaan sholat dhuha, hingga doa bersama. Proses pembiasaan ini mampu menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, serta kesadaran spiritual pada anak. Anak menunjukkan respon positif berupa keterlibatan aktif, peningkatan kemampuan menghafal doa, serta pemahaman tahapan ibadah. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan ketenangan emosi, optimisme, rasa syukur, dan kepercayaan diri anak melalui kegiatan yang dilakukan secara berulang dan terarah. Meskipun terdapat kendala keterbatasan ruang, dukungan orang tua menjadi faktor pendukung keberhasilan program. Kesimpulannya, program “Cahaya Dhuha” efektif sebagai media pembiasaan ibadah dalam mengintegrasikan nilai religius dan pembentukan karakter anak usia dini.
Anti-Corruption Consensus as a Prerequisite for Indonesia’s Progress: An Analysis of the Roles of Government, Religious Leaders, and Society Hasan Syahrizal; Nur Hana Azizah
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5487

Abstract

Corruption as a systemic phenomenon has become a major obstacle to Indonesia’s progress, as it involves government, religious leaders, and society in practices that undermine social integrity. This study aims to analyze the roles of government, religious leaders, and society in building an anti-corruption consensus as a prerequisite for Indonesia’s progress. This research employs a qualitative approach with a descriptive-analytical design through library research based on scholarly sources and credible institutional reports. The findings reveal that corruption in Indonesia is multidimensional and institutionalized within social structures, reinforced by weak governance integrity, moral compromises among religious leaders, and a permissive societal culture toward corrupt practices. Furthermore, anti-corruption efforts that lack cross-sectoral synergy tend to be ineffective and unsustainable. Therefore, an anti-corruption consensus based on collective commitment among government, religious leaders, and society emerges as a strategic solution to foster a culture of integrity. The implications of this study emphasize the importance of strengthening ethical values, institutional reform, and active public participation as fundamental pillars for achieving a just and progressive Indonesia