Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Problematika dan Reorientasi Pendidikan Pesantren di Era Globalisasi Nor Alini; Muhammad Rizqi Bahrain; Ajahari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7067

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan problematika di era globalisasi yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi problematika yang dihadapi pendidikan pesantren dalam menghadapi era globalisasi; (2) menganalisis dampak globalisasi terhadap sistem pendidikan, kurikulum, dan nilai-nilai pesantren tradisional; serta (3) menyusun bentuk reorientasi pendidikan pesantren yang diperlukan agar tetap relevan tanpa kehilangan identitas keislaman. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (library study) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren menghadapi problematika internal berupa keterbatasan kurikulum tradisional, manajemen yang belum profesional, keterbatasan keuangan, serta sarana prasarana yang kurang memadai. Globalisasi membawa dampak signifikan pada perubahan sistem pendidikan, perubahan kurikulum, dan transformasi fungsi sosial pesantren. Reorientasi yang diperlukan meliputi rekonstruksi sinkronisasi integratif, penguatan literasi digital, pembentukan kompetensi abad ke-21, serta modernisasi manajemen pendidikan. Dengan reorientasi yang tepat, pesantren dapat menjadi lembaga pendidikan yang adaptif dan kompetitif di era global tanpa mengorbankan nilai-nilai keislaman.
The Role of Sufism Morals in Life Cinta Yulandari; Raudatul Janah; Maulidya; Eka Maulidini; Ajahari
Quality : Journal Of Education, Arabic And Islamic Studies Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/qwt.v4i2.138

Abstract

The role of Sufism in today's life is increasingly important in line with technological advances, fast-paced lifestyles, and increasing stress in society. Sufism, as a spiritual aspect of Islam, offers an approach focused on peace of mind, self-control, and cleansing the heart of negative traits. This study aims to explain how Sufism principles, such as asceticism (zuhud), patience, gratitude, and tawakkul (religious surrender), can be applied in today's context to create a balance between physical and spiritual needs. Through literature research and analysis of ideas, it was discovered that Sufism can be an alternative solution to modern challenges such as mental stress, the crisis of meaning in life, and the decline of morality. Therefore, Sufism serves not only as a spiritual teaching but also as a practical guideline for developing a calmer, more ethical, and more conscious character when facing the challenges of the times.
Modernisasi Lembaga Pendidikan Islam di Era Digital Sri Fatmawati; Siti Marwah; Ajahari
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6906

Abstract

Modernisasi lembaga pendidikan Islam di era digital menjadi kebutuhan penting agar pendidikan Islam mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Pemanfaatan teknologi digital memberikan peluang dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengelolaan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses modernisasi lembaga pendidikan Islam, peran teknologi digital, tantangan yang dihadapi, serta upaya pengembangan pendidikan Islam berbasis digital. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif dan historis. Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, artikel, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi pendidikan Islam dilakukan melalui penggunaan platform pembelajaran digital, pengembangan kurikulum berbasis teknologi, dan sistem administrasi digital. Teknologi digital mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran serta memperluas akses pendidikan dan dakwah Islam. Namun, modernisasi juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital tenaga pendidik, dan pengaruh negatif teknologi terhadap karakter peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penyediaan fasilitas teknologi, dan penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam agar pendidikan Islam tetap relevan di era digital.
Revitalisasi Pendidikan Islam melalui Penguatan Karakter dan Moderasi Beragama Nony Wahyu Ningsih; Hidayati Ramadhani; Ajahari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7374

Abstract

Pendidikan Islam saat ini menghadapi tantangan akibat globalisasi, transformasi digital, dan melemahnya nilai moral peserta didik. Meningkatnya sikap intoleransi dan pemahaman keagamaan yang ekstrem menunjukkan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan moderasi beragama dalam lembaga pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis revitalisasi pendidikan Islam melalui penguatan karakter dan moderasi beragama. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik relevan tahun 2022–2025. Teknik analisis data menggunakan analisis isi melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, toleransi, dan kepedulian sosial berperan penting dalam pembentukan karakter peserta didik. Moderasi beragama juga berkontribusi dalam mencegah ekstremisme dan membangun sikap inklusif di masyarakat multikultural. Selain itu, peran guru dan kurikulum berbasis karakter mendukung revitalisasi pendidikan Islam. Kesimpulannya, penguatan karakter dan moderasi beragama mampu membentuk generasi yang religius, toleran, dan adaptif tanpa kehilangan identitas keislamannya.
Theory in Determining Good and Bad in Human Actions Zaskia Adea Mika; Paujianur; Fatimatus Azahra Putri; Dita Riani; Ajahari
Al-Hukumah: Jurnal Ilmu Pemerintahan dan Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Konsultan Jurnal Ilmiah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63738/al-hukumah.v2i1.27

Abstract

The concepts of good and bad are essential in understanding human behavior and the moral values that govern society. These concepts are often used as benchmarks to evaluate an individual’s actions and determine whether such actions are socially acceptable. They have been integral to human life since ancient times and continue to develop alongside changes in social, cultural, and religious contexts. In daily life, individuals frequently encounter situations that require moral judgment; therefore, understanding the concepts of good and bad is crucial for making appropriate decisions and behaving in accordance with established moral values. Moreover, these concepts influence our relationships with society and those around us, shaping personal identity and character. Throughout history, various philosophers and ethicists have proposed theories to explain how the concepts of good and bad are formed and how they can guide moral decision-making. Among the most prominent are consequentialism, deontology, and virtue ethics. This journal discusses the theories and concepts of good and bad in relation to human actions and examines their practical application in everyday life. Understanding these concepts can enhance moral awareness and support better decision-making in various situations. In addition, this paper explores how factors such as culture, religion, and personal experience contribute to shaping individuals’ perceptions of good and bad. Thus, this journal aims to provide a deeper understanding of these moral concepts and their relevance to human behavior. It is also expected to serve as a reference for readers who wish to further study ethical theories and the foundations of moral evaluation.
Tasawuf Akhlaki, Amali, Dan Falsafi: Analisis Konseptual Dan Relevansi Dalam Kehidupan Modern Fadel Muhamad Alfayed; Geo Andina; Sarmila Yanti; Ajahari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14290

Abstract

Kajian mengenai tasawuf akhlaki, amali, dan falsafi menjadi penting karena ketiganya menawarkan pendekatan spiritual yang berbeda dalam merespons persoalan moral dan krisis batin masyarakat modern. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui telaah mendalam terhadap literatur klasik dan kontemporer terkait tasawuf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tasawuf akhlaki menekankan pembentukan moral melalui penyucian jiwa, tasawuf amali berfokus pada praktik ibadah dan riyadhah yang terstruktur, sedangkan tasawuf falsafi mengembangkan refleksi metafisik mengenai hakikat wujud dan relasi manusia dengan Tuhan. Ketiga tipologi tersebut memiliki relevansi signifikan dalam menghadirkan solusi spiritual terhadap degradasi moral, tekanan psikologis, dan disorientasi nilai di era modern. Dengan demikian, tasawuf dapat berfungsi sebagai pendekatan komprehensif untuk membangun karakter, memperkuat kecerdasan spiritual, dan memberikan makna hidup bagi manusia kontemporer.
Metode Irfani dalam Tasawuf Maqamat dan Ahwal Aida safitri; Nur Naila Nazwa; Hapasari; Ajahari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.15859

Abstract

Artikel ini membahas metode irfani dalam tasawuf dengan menempatkan maqamat dan ahwal sebagai struktur utama pengalaman ruhani. Metode irfani dipahami sebagai cara mengetahui yang menekankan penyucian hati, sehingga makna agama tidak berhenti pada informasi, tetapi menjadi kesadaran yang mengubah akhlak. Maqamat dijelaskan sebagai jenjang yang dicapai melalui mujahadah dan riyadah, seperti taubat, wara, zuhud, sabar, tawakal, dan rida, yang membentuk konsistensi moral. Ahwal dipahami sebagai keadaan batin yang dianugerahkan, misalnya khauf, raja, mahabbah, syauq, dan tumaninah, yang datang dan pergi tanpa bisa dipaksakan. Relasi maqamat dan ahwal menunjukkan hubungan proses dan anugerah: maqamat menyiapkan kesiapan batin, sementara ahwal menguatkan dan menghidupkan perjalanan. Temuan konseptual artikel ini menegaskan perlunya kehati-hatian agar pengalaman irfani tidak berubah menjadi klaim subjektif, melainkan terukur melalui adab, kepatuhan syariat, dan dampak etis dalam kehidupan sosial kontemporer. Dengan demikian, tasawuf irfani dapat dibaca sebagai model pendidikan karakter yang relevan menghadapi distraksi digital dan krisis makna masa kini.