Muhammad Rizqi Bahrain
Universitas Islam Negeri Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Problematika dan Reorientasi Pendidikan Pesantren di Era Globalisasi Nor Alini; Muhammad Rizqi Bahrain; Ajahari
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.7067

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia menghadapi berbagai tantangan dan problematika di era globalisasi yang terus berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi problematika yang dihadapi pendidikan pesantren dalam menghadapi era globalisasi; (2) menganalisis dampak globalisasi terhadap sistem pendidikan, kurikulum, dan nilai-nilai pesantren tradisional; serta (3) menyusun bentuk reorientasi pendidikan pesantren yang diperlukan agar tetap relevan tanpa kehilangan identitas keislaman. Metode yang digunakan adalah kajian literatur (library study) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai sumber akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesantren menghadapi problematika internal berupa keterbatasan kurikulum tradisional, manajemen yang belum profesional, keterbatasan keuangan, serta sarana prasarana yang kurang memadai. Globalisasi membawa dampak signifikan pada perubahan sistem pendidikan, perubahan kurikulum, dan transformasi fungsi sosial pesantren. Reorientasi yang diperlukan meliputi rekonstruksi sinkronisasi integratif, penguatan literasi digital, pembentukan kompetensi abad ke-21, serta modernisasi manajemen pendidikan. Dengan reorientasi yang tepat, pesantren dapat menjadi lembaga pendidikan yang adaptif dan kompetitif di era global tanpa mengorbankan nilai-nilai keislaman.
KEBIASAAN MEMBACA PRA-PEMBELAJARAN SEBAGAI DETERMINAN PEMAHAMAN KONSEPTUAL SISWA MA MUSLIMAT NU PALANGKA RAYA Hafiz Ansary; Muhammad Hakim; Muhammad Rizqi Bahrain; Surawan Surawan
TEACHER : Jurnal Inovasi Karya Ilmiah Guru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teacher.v6i2.11337

Abstract

Pre-learning reading habits are one form of literacy activity that can help students acquire prior knowledge before participating in classroom learning. Such prior knowledge may enhance students’ learning readiness and understanding of the subject matter. This study aimed to describe students’ pre-learning reading habits and their conceptual understanding at MA Muslimat NU Palangka Raya. The research employed a quantitative approach using an analytical survey design. The participants consisted of 19 students selected through a saturated sampling technique. Data were collected through a questionnaire consisting of 30 statement items and supported by interviews. The data were analyzed using descriptive statistics in the form of respondent percentage scores. The results showed that most students demonstrated positive responses toward pre-learning reading habits, with 80.23% of responses falling into the agree and strongly agree categories, while 19.77% were categorized as less agree and disagree. The findings also indicated that students possessed good initial cognitive readiness and conceptual understanding. Interview and observation results further supported these findings, revealing that reading before class helped students become more prepared, focused, active, and confident during the learning process. However, pre-learning reading habits had not been practiced consistently by all students. Therefore, continuous efforts are needed to strengthen literacy culture through the habituation of reading activities before classroom instruction begins. ABSTRAK Kebiasaan membaca pra-pembelajaran merupakan salah satu bentuk aktivitas literasi yang dapat membantu siswa memperoleh pengetahuan awal sebelum mengikuti proses pembelajaran. Pengetahuan awal tersebut berpotensi meningkatkan kesiapan belajar dan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kebiasaan membaca pra-pembelajaran siswa serta pemahaman konseptual siswa di MA Muslimat NU Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei analitis. Subjek penelitian berjumlah 19 siswa yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket yang terdiri atas 30 butir pernyataan dan didukung oleh wawancara. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa persentase jawaban responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memberikan respons positif terhadap kebiasaan membaca pra-pembelajaran dengan persentase respons setuju dan sangat setuju mencapai 80,23%, sedangkan respons kurang setuju dan tidak setuju sebesar 19,77%. Hasil juga menunjukkan bahwa siswa memiliki kesiapan kognitif awal dan pemahaman konseptual yang baik. Temuan wawancara dan observasi memperkuat hasil tersebut dengan menunjukkan bahwa membaca sebelum pembelajaran membantu siswa lebih siap, fokus, aktif, dan percaya diri dalam mengikuti proses pembelajaran. Meskipun demikian, kebiasaan membaca pra-pembelajaran belum dilakukan secara konsisten oleh seluruh siswa. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk memperkuat budaya literasi melalui pembiasaan membaca sebelum pembelajaran berlangsung.