Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh koordinasi kerja terhadap kinerja pegawai dalam mendukung pelaksanaan program percepatan penurunan stunting pada Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori dan desain survei. Populasi penelitian berjumlah 82 pegawai aktif, dan seluruh populasi dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert. Variabel koordinasi kerja diukur melalui aspek kebijakan, perencanaan kerja, prosedur operasional, rapat, dan taklimat, sedangkan kinerja pegawai diukur berdasarkan aspek masukan, keluaran, hasil, manfaat, dan dampak. Hasil analisis menunjukkan bahwa koordinasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Nilai korelasi Pearson sebesar 0,700 menunjukkan hubungan yang kuat antara kedua variabel. Model regresi sederhana menghasilkan persamaan Ŷ = 17,096 + 0,707X. Nilai koefisien determinasi sebesar 0,489 menunjukkan bahwa koordinasi kerja menjelaskan 48,9% variasi kinerja pegawai, sedangkan 51,1% variasi kinerja belum dijelaskan oleh model penelitian ini. Hasil uji t memperoleh nilai t hitung sebesar 8,758 dengan signifikansi 0,000 sehingga hipotesis penelitian diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas koordinasi kerja berperan penting dalam mendukung kinerja pegawai dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting.