Karang Taruna sebagai organisasi sosial kepemudaan di tingkat desa memiliki potensi strategis dalam mendorong partisipasi sosial pemuda. Namun, kondisi aktual di Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan, menunjukkan bahwa kelembagaan Karang Taruna masih menghadapi kendala serius, meliputi lemahnya tata kelola organisasi, rendahnya literasi administrasi, dan minimnya kapasitas kepemimpinan pengurus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas tata kelola Karang Taruna melalui kegiatan sosialisasi dan pelatihan intensif selama dua hari. Materi pelatihan mencakup manajemen dan administrasi organisasi, kepemimpinan sosial, serta pemanfaatan teknologi digital sederhana untuk publikasi dan dokumentasi kegiatan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, melibatkan 30–40 pengurus Karang Taruna dari berbagai tingkatan, dosen, dan mahasiswa Universitas Negeri Makassar sebagai fasilitator. Hasil kegiatan berkontribusi pada penguatan kelembagaan Karang Taruna sebagai mitra strategis pemerintah desa dalam mendorong partisipasi sosial pemuda yang lebih bermakna dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026