Muhammad Syafrun
Universitas Islam Makassar

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

MODIFIKASI ALAT PEMINDAH BAHAN DENGAN KAPASITAS 3 TON Sahrul Siompu; Heri; Jamaluddin; Muhammad Syafrun
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 02 (2024): Volume 2, No 2, Oktober, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin pemindah bahan (material handling equipment) adalah peralatan yang digunakan untuk memindahkan muatan ke tempat tertentu, misalnya pada departemen pabrik, atau tempat penumpukan bahan, lokasi konstruksi, tempat penyimpanan, pembongkaran muatan dan sebagainya. Mesin pemindah bahan hanya memindahkan muatan dalam jumlah tertentu serta jarak tertentu dengan perpindahan bahan ke arah vertikal, horizontal atau kombinasi keduanya. Metode yang digunakakan dalam penelitian ini, meliputi pengumpulan data, analisa data, metode perancangan, prosedural kerja alat, gambar rancangan dan flowchart rancangan penelitian untuk menampilkan langkah-langkah dalam bentuk simbol-simbol grafis. Hasil yang didapat dari perancangan ini adalah Ukuran alat: lebar 150 cm tinggi 250 cm. Hasil yang diperoleh dari modifikasi alat pemindah bahan dengan kapasitas 3 ton . Hasil pengujian alat dapat disimpulakan bahwa alat ini bekerja beradasrkan gaya angkat dan gaya berat yang terjadi antara alat dengan bahan yang digunakan dalam percobaan ini. Adapun rata-rata hasil yang diperoleh dari ketiga percobaan ittu selama waktu 10 menit adalah tingkat efektivitas 36% dan tingkat produktivitas secara kuantitas adalah 64%.
PEMBUATAN DAN PENGUJIAN ALAT PRESTASI MENGGUNAKAN MESIN DIESEL Nasrul; Risal; Muhammad Syafrun
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 02 (2024): Volume 2, No 2, Oktober, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin motor adalah gabungan dari alat-alat yang bergerak (dinamis) yang bila bekerja dapat menimbulkan tenaga/energi. mesin diesel adalah mesin yang menggunakan bahan bakar fossil diesel yang di peroleh dari destilasi pendidihan minyak mentah (crude oil) pada suhu 250 °C sampai 370 °C. praktikum prestasi mesin diesel merupakan salah satu jenis pembelajaran yang membutuhkan peralatan uji skala fasilitas penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, meliputi pengumpulan data, analisis data, metode perancangan, prosuder kerja alat, gambar rancangan dan flowchart. Hasil yang didapat dari perancangan alat ini adalah ukuran alat lebar dudukan mesin 75 cm tinggi panjang 170 cm dan tinggi panel 100 cm lebar 40 cm. Hasil pengujian alat ini dapat di simpulkan bahwa alat ini berfu ngsi dengan baik adapun hasil yang di peroleh dari pengujian ini adalah komsumsi bahan bakar 16,271 kg/s daya poros efektif 4,484 kw komsumsi bahan bakar secara sefesifik 3,628 kw/s dan efesien termal 66%
PERANCANGAN ALAT UJI FLUIDA UDARA BERBASIS LABORATORIUM Darmulia; Muhammad Syafrun; Syakir; Sahrullah
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 01 (2024): Volume 2, No 1, April, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu yang menentukan proses pembelajaran pada perkuliahan khususnya di Jurusan Teknik Mesin Universitas Islam Makassar adalah kelengkapan sarana dan prasarana, dimana kedua hal tersebut adalah salah satu faktor untuk mendukung proses pembelajaran ataupun penelitian selama masa perkuliahan. Saat ini di Jurusan Teknik Mesin Universitas Islam Makassar, terdapat beberapa praktikum yang mendukung terlaksananya kegiatan perkuliahan, salah satunya praktikum Mekanika Fluida. Pada Perancangan Mekanika Fluida di Jurusan Teknik Mesin Universitas Islam Makassar, terdapat beberapa mesin fluida yang digunakan untuk penelitian ataupun pengujian untuk mengetahui prinsip kerja dari beberapa mesin fluida, seperti turbin air. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu dengan menggunakan metode observasi dan studi literatur. Hasil dari perancangan alat uji fluida udara yang mengunakan blower sebagai alat unuk mengalirkan udara ke pipa, yang di gunakan untuk mengetahui kecepatan pada udara. Setelah di lakukan perancangan alat dan proses perakitan alat uji fluida udara berbasis laboratorium. Maka selanjutnya akan di lakukan proses pengujian alat yang sudah di buat sebelumnya guna untuk mengetahui kinerja alat tersebut apakah sudah sesuai dengan konsep perancangan yang telah di susun ataukah masih terdapat kekurangan atau tidak sesuaihasil pembahasan penelitian dalam skripsi ini, penulis memperoleh kesimpulan mengenai perancangan alat uji fluida udara berbasis laboratorium Dari hasil penelitian yang kami lakukan mengenai prancangan alat uji fluida udara berbasis laboratorium bahwa dapat di simpulkam bahwa udara yang di hasilkan blower yang mengalir ke pipa yaitu 15,0 m/s dengan daya tekanan 220 volt, dengan temperatur udara 28°c Hasil pengujian alat dapat dismpulkan bahwa alat ini bekerja dengan baik berdasarkan percobaan yang kami lakukan di laboratorium teknik universitas islam makassar
MODIFIKASI MESIN PEMBERSIH KERAK OLI OTOMATIS DENGAN SISTEM PNEUMATIK Muhammad Syafrun; Hammada Abbas; Fadhli Rahman; Try Ruslamsyah Yans
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 01 (2024): Volume 2, No 1, April, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengunaan sistem pneumatik pada bengkel otomotif saat ini menjadi pilihan utama dibandingkan sistem hidrolik, karena dianggap lebih mudah dan bersih. Dalam penggunaannya sistem pneumatik diutamakan sebab beberapa hal yaitu paling umum dipertimbangkan buat beberapa mekanisasi dan dapat bertahan lebih lama terhadap keadaan tertentu.Saat ini, proses pembersihan masih meggunakan cara lama dengan memanfaatkan bantuan kuas atau mahjun sebagai alat bantu dalam pembersihan komponen. Proses ini tidak maksimal dalam penggunaanya karena prosesnya lama dan tidak efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni studi literatur, studi perancangan alat penelitian, flowchart penelitian dan flowchart perancangan untuk menampilkan langkah-langkah dalam bentuk simbol-simbol grafis. Hasil dari proses pembersihan komponen mesin membutuhkan waktu rata – rata 18 menit untuk pembersihan komponen mesin dan sistem penggerak kendaran. Perhitungan yang dilakukan pada rangkaian sistem pneumatik ini menghasilkan diameter piston silinder yang diperlukan sebesar 16 mm sedangkan diameter piston silinder pneumatik yang terpasang pada mesin adalah 25 mm. Gaya yang digunakan untuk untuk mengerakkan pipa penyemprot dengan gaya langkah maju sebesar 192,08 N dan langkah mundur sebesar 160,72 N. Kebutuhan udara yang dibutuhkan piston silinder untuk melakukan langkah maju 18,1 liter/menit dan untuk langkah mundur 15,1 liter/menit. Kecepatan yang terjadi pada saat piston silinder pneumatik melakukan langkah maju sebesar 0,615 m/s dan untuk langkah mundur sebesar 0,613 m/s.
ANALISIS KINERJA TURBIN CROSSFLOW TERHADAP DAYA DAN EFISIENSI TURBIN CROSSFLOW Muh Irham Maulana .S; Djupri Juma Pabeta; Muhammad Syafrun
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 02 (2025): Volume 3, No 2, Oktober, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan dalam pengembangan pembangkit listrik di Indonesia masih lebih banyak bergantung pada bahan bakar fosil. Penipisan stok energi fosil mendorong pengembangan pembangkit listrik yang menggunakan sumber energi non-fosil. Salah satu bagian dari energi bauran adalah energi air, yang memiliki potensi kapasitas yang tidak terbatas di Indonesia. Salah satu langkah yang telah diambil adalah menggunakan energi air untuk menggerakkan turbin. Dalam proses ini, energi kinetik air diubah menjadi energi mekanik saat air menggerakkan roda turbin. Energi mekanik tersebut kemudian diubah menjadi energi listrik melalui generator.Metode Penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan Turbin Crossflow, dengan variasi pembukaan katup 30°, 35°, dan 40°. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil yang didapatkan adalah debit air mengalami kenaikan berdasarkan pembukaan katup yaitu katup 30° 0,0187 m3/s, katup 35° 0,0229 m3/s, dan katup 40° 0,0287 m3/s. Daya air mengalami kenaikan yaitu katup 30° 211,15 Watt, katup 35° 258,07 Watt, katup 40° 323,65 Watt. Daya turbin mengalami kenaikan yaitu katup 30°, 73,69 Watt, katup 35° 81,00 Watt, katup 40° 86,25 Watt. Dan efisiensi mengalami penurunan yaitu katup 30° 0,35 %, katup 35° 0,31 %, katup 40° 0,27 %.
ANALISIS KINERJA POMPA SENTRIFUGAL TERHADAP PERUBAHAN DIAMETER PIPA SALURAN ISAP Fauji Ponzeka; Muhammad Syafrun; Darmulia
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 02 (2025): Volume 3, No 2, Oktober, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pompa sentrifugal merupakan salah satu jenis pompa yang banyak digunakan dalam berbagai industri untuk mengalirkan fluida. Efisiensi pompa sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah diameter pipa saluran isap. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi diameter pipa isap terhadap head tekanan, laju aliran, daya pompa, dan efisiensi pompa sentrifugal. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan tiga variasi diameter pipa, yaitu 3/4 inch, 1 inch, dan 1 1/2 inch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar diameter pipa, semakin tinggi head tekanan dan laju aliran yang dihasilkan. Pipa dengan diameter 1 1/2 inch menghasilkan head tekanan rata-rata tertinggi sebesar 19,53 m dan laju aliran 0,0006285 m³/s, sedangkan pipa 3/4 inch menghasilkan nilai terendah dengan head tekanan 13,20 m dan laju aliran 0,0000965 m³/s. Efisiensi pompa tertinggi juga diperoleh pada pipa 1 1/2 inch sebesar 8,11%, sementara pipa 3/4 inch memiliki efisiensi terendah sebesar 0,78%. Namun, peningkatan diameter pipa juga berdampak pada kenaikan daya pompa yang dibutuhkan, di mana pipa 1 1/2 inch memerlukan daya tertinggi sebesar 40.480,08 W. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penggunaan pipa dengan diameter lebih besar dapat meningkatkan efisiensi dan performa pompa sentrifugal. Namun, pemilihan ukuran pipa harus mempertimbangkan keseimbangan antara efisiensi dan konsumsi daya untuk mendapatkan sistem yang optimal.
ANALISIS PENGARUH JUMLAH SUDU IMPPELLER TERHADAP KINERJA POMPA SENTRIFUGAL Rahmat Laode; Muhammad Syafrun; Jamaluddin
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Impeller adalah sebuah komponen kipas pada pompa sentrifugal yang berfungsi mengubah tekan yang renda majadi tekanan yang lebih tinggi sehingga dapat memompa air dan impeller mempunyai sudu yang berbeda – beda jumlah sudunya, adapun rumusan masalah yang diangkat oleh penulis yaitu bagaimana pengaruh varisasi jumlah sudu impeller terhadap debit yang di hasilkan pompa, serta bagaimana pengaruh jumlah sudu impeller terhadapat kecepatan aliran, bagaiamana pengaruh jumlah sudu impeller terhadap efesiensi pompa adapun tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis pengaruh jumlah sudu impeller terhadap debit yang di hasilkan pompa, serta menganalisis pengaruh jumlah sudu impeller terhadap keceptan aliran yang di hasilkan pompa, dan menganalisi pengaruh jumlah sudu terhadap efesiensi pada pompa. Pengujian dilakukan dengan variasi jumlah sudu yaitu 4,6 dan 8 dengan 2 jenis sudu yaitu miring dan lurus. Hasil analisis untuk debit yang di hasilkan pada jenis sudu miring dengan jumlah sudu 4 mendapatkan nilai (0,000233), sudu 6 dengan nilai (0,00025) dan sudu 8 dengan nilai (0,000266) sedangkan pada impeller jenis sudu lurus pada jumlah sudu 4 mendapatkan nilai (0,000226), sudu 6 dengan nilai (0,000236) dan sudu 8 dengan nilai (0,000246). Untuk hasil analisis pada kecepatan aliran yang dihasilkan pada jenis impeller sudu miring pada sudu 4 dengan nilai (1,15), sudu 6 dengan nilai (1,24) dan sudu 8 dengan nilai (1.32) sedangkan pada impeller jenis lurus pada sudu 4 mendapatkan nilai (1,12) sudu 6 dengan nilai (1,17) dan pada sudu 8 dengan nilai (1,22), dan hasil analisis pada efesiensi pompa pada jenis impeller sudu miring dihasilkan sudu 4 dengan nilai (12,01), untuk sudu 6 dengan nilai (16,27) dan untuk sudu 8 mendapat nilai (19,6), sedangkan impeller jenis sudu lurus pada sudu 4 mendapat nilai (9,97), pada sudu 6 mendapat nilai (13,04) dan pada sudu 8 mendapat nilai (16,31). Kemiringan sudu sangat berpengaruh pada kinerja pompa.
PENGARUH MEDIA PENDINGIN OLI TERHADAP KEKUATAN TARIK ST 60 DENGAN TEMPERATUR 1200°C Muhajirin Rahman; Muhammad Syafrun
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 4 No. 01 (2026): Volume 4, No 1, April, 2026
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media pendingin oli terhadap kekuatan tarik dan struktur mikro baja karbon ST 60 setelah melalui proses perlakuan panas pada temperatur 1200°C. Perlakuan panas dilakukan dengan memanaskan spesimen hingga temperatur austenitisasi, kemudian didinginkan secara cepat (quenching) menggunakan oli dengan viskositas berbeda (10W-40, 20W-40, dan 20W-50). Pengujian dilakukan melalui uji tarik menggunakan Universal Testing Machine (UTM) dan observasi struktur mikro menggunakan mikroskop metalografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media pendingin berpengaruh signifikan terhadap sifat mekanik baja ST 60. Spesimen yang didinginkan menggunakan oli 10W-40 menunjukkan regangan tertinggi (40%) namun kekuatan tarik terendah (520 MPa), menandakan peningkatan keuletan namun penurunan kekuatan. Oli 20W-40 menghasilkan kombinasi paling seimbang dengan kekuatan tarik 810 MPa dan regangan 38%, sementara oli 20W-50 menunjukkan kekuatan tarik 880 MPa dengan regangan yang sama, tetapi dengan hasil beban aktual tertinggi. Spesimen normal (tanpa quenching) menunjukkan kekuatan tarik tertinggi (1180 MPa) namun regangan lebih rendah (25%). Hasil ini menunjukkan bahwa jenis dan viskositas oli sebagai media pendingin sangat mempengaruhi performa mekanik baja ST. 60.