Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBUATAN ALAT PENGUKURAN MODULUS ELASTISITAS PADA PENGUJIAN BAHAN Saiul Adha; Muh. Syahid; Jamaluddin; Musrawati
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 3 No. 01 (2025): Volume 3, No 1, April, 2025
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modulus elastisitas adalah besaran yang dapat diukur dari benda padat dengan nilai perbandingan antara tegangan tarik dengan regangan tarik. Pengukuran untuk memperoleh nilai Modulus Elastisitas suatu bahan telah banyak dilakukan. Salah satu bahan yang sangat lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah aluminium. Karena sifat khasnya yang ringan namun kuat, tahan beban dan tahan karat. Aluminium banyak digunakan sebagai komponen transportasi, bangunan dan jembatan, alat pertukangan, hingga perabotan rumah tangga. Metode pengumpulan data yang diperlukan untuk mencapai hasil yang maksimal dalam penelitian ini adalah Studi Literatur dan Studi perancangan alat penelitian. Setelah alat selesai dilakukan pengujian pada bahan aluminium. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah pembuatan alat modulus elastisitas yang dapat digunakan praktikum. Dan Setelah melakukan pengujian dapat disimpulkan bahwa semakin tipis ketebalan suatu logam semakin peka ke efektivitasnya dan semakan tebal suatu logam maka semakin kecil ke elastisitasnya. Setelah dilakukan pengujian alat dengan massa yang berbeda-beda mulai dari 10 gram sampai dengan 250 gram menggunakan bahan aluminium. Dari hasil pengujian tersebut dapat disimpulkan bahwa massa yang digunakan dari berat 30 gram sampai dengan 100 gram memiliki tingkat error yang kecil. jadi Ketika pengukuran alat modulus elastis pada bahan aluminium yang paling adalah masa beban 80 gram.
ANALISIS CACAT SAMBUNGAN PENGELASAN SMAW 3G PADA PELAT BAJA ST 60 DENGAN VARIASI ARUS MENGGUNAKAN METODE NDT (NONDESTRUCTIVE TEST) ULTRASONIC TEST DAN PENETRAN TEST Muh Nur Hidayat; Saripuddin Muddin; Musrawati
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 02 (2024): Volume 2, No 2, Oktober, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelasan merupakan suatu proses penting di dalam dunia industri dan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pertumbuhan industri, karena memegang peranan utama dalam rekayasa dan reparasi produksi logam. Tujuan penilitian ini adalah untuk mengetahui variasi arus yang paling optimal pada pengelasan SMAW dan untuk mengetahui jenis cacat sambungan butt joint terhadap pengaruh besar variasi arus. Metode analisa data yang digunakan adalah menggunakan metode NDT(Non Destructive Test) tanpa merusak benda kerja yaitu ultrasonic test dan penetran test,data dari hasil pengujian dimasukkan sehingga diperoleh data yang bersifat deskripsi kuantitatif untuk menerjemahkan dalam bentuk deskripsi, hasil penilitian ditafsirkan dengan metode kualitatif.Hasil pengujian ultrasonic test dan penetran test menggunakan pelat baja ST 60 tebal 10 mm posisi pengelasan 3G pengelasan SMAW Arus 70 diidentifikasi 10 cacat dengan rata-rata tinggi cacat adalah 2,87 mm,rata-rata panjang cacat 14,02 mm dan rata-rata jenis cacat yang terjadi adalah lack of fusion dan slag inclusion, pada arus 90 diidentifikasi 6 cacat dengan rata-rata tinggi cacat 2,51 mm, rata-rata panjang cacat 10,83 mm kemungkinan cacat terjadi lack of fusion dan crack, pada arus 110 diidentifikasi 4 cacat dengan rata-rata tinggu cacat 1,25 mm, rata-rata panjang cacat6,5mm kemungkinan cacat terjadi crack dan slag inclusion.Sehingga dapat diartikan bahwa terjadi penurunan jumlah cacat dan ukuran cacat pada arus besar,ini disebabkan karena arus rendah tidak dapat melebur baik pada logam induk dan logam las sehingga banyak terjadi defect pada area pengelasan, maka arus 90 dan 110 arus yang baik digunakan untuk pengelasan SMAW menggunakan elektroda 3,2 mm.
ANALISIS PENGARUH VARIASI PERLAKUAN PANAS TERHADAP NILAI KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO BAJA ST 60 Edi; Muh Iqbal; Musrawati; Jamaluddin
Al-Gazali Journal Of Mechanical Engineering (AJME) Vol. 2 No. 02 (2024): Volume 2, No 2, Oktober, 2024
Publisher : Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi perlakuan panas terhadap nilai kekerasan baja ST 60 dan struktur mikro pada baja ST 60. Lokasi Penelitian dilakukan di Laboratorium Jurusan Teknik Mesin Universitas Muslim Indonesia. Jln. Urip Sumuharjo Km. 05, Panaikang, Kec.Panakukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah Proses perlakuan panas dapat mempengaruhi nilai kekerasan dan struktur mikro baja ST 60. Nilai kekerasan tertinggi didapatkan pada temperatur 1000?C dengan waktu tahan 30 menit dan oli sebagai media pendingin dengan nilai kekerasan sebesar 53,764 HRA. Nilai kekerasan terendah didapatkan pada temperatur 800?C dengan waktu tahan 30 menit dan oli sebagai media pendingin dengan nilai kekerasan sebesar 53,588 HRA sedangkan Nilai kekerasan awal spesimen uji tanpa perlakuan panas sebesar 52,235 HRA dan nilai kekerasan mengalamani peningkatan pada specimen yang diberikan perlakuan panas. Pada pengamatan struktur mikro tiap-tiap spesimen hasil quenching menggunakan media pendingin oli, terdapat perbedaan struktur penyusunan partikel-partikelnya, dimana dengan metode quenching menggunakan media oli akan mengakibatkan perbedaan kerapatan ikatan antara partikel yang akan mempengaruhi nilai kekerasan dan foto struktur mikro. Hal itu dapat dilihat dari masing -masing gambar hasil pengamatan metallography dengan nilai kekerasan tertinggi pada temperature 1000?C yaitu 53,764 HRA dengan struktur mikro yang dihasilkan yaitu fasa martensit.
Perancangan Alat Pendeteksi Kelembaban Tanah Berbasis IoT (Internet Of Things) Menggunakan Nodemcu Dan Blynk Ratu Ameliah Ratu; Musrawati; Nursuci Putri Husain; Muh Ichwan K
Jurnal Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Teknik Informatika Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71466/jiktif.v2i1.59

Abstract

RATU AMELIAH, 20024014054 Perancangan Alat Pendeteksi Kelembaban Tanah Berbasis IoT (Internet Of Things) Menggunakan Nodemcu dan Blynk Kelembaban tanah menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas media tanah untuk pertumbuhan tanaman sehingga kelembaban tanah harus selalu dijaga sesuai dengan kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelembaban pada tanah. Dengan adanya alat ini, petani dapat mengetahui adanya jenis kelembaban pada tanah sehingga dapat mempermudah mereka dalam melakukan proses penanaman. Dengan menggunakan metode penelitian Research and Development (R&D), yang bertujuan menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifannya. Menghasilkan sebuah alat pendeteksi kelembaban pada tanah berbasis IoT menggunakan NodeMCU dan Blynk. Alat ini dirancang menggunakan kombinasi IoT dan Blynk dengan tambahan komponen seperti sensor soil moisture V1.2, LCD, dan dengan NodeMCU sebagai basis utamanya. Hasil dari pengujian tersebut diperoleh kondisi tanah yang kering 0-40 tanah lembab 41-80 dan tanah basah 81-100 menunjukkan bahwa sistem berfungsi dengan baik dan menghasilkan keluaran yang sesuai dengan ekspektasi. Alat ini dapat menampilkan hasil pembacaan pengecekan pada tanah dengan tampilan bahasa visual mengenai terdeteksi tanah kering, tanah lembab dan tanah basah, ini dapat mempermudah petani dalam melakukan pengecekan tingkat kelembaban tanah dengan melakukan monitor secara jauh tanpa harus melakukan monitor secara langsung ke lapangan. Alat ini dapat mendeteksi secara digital sehingga petani dapat mencapai hasil tanaman yang unggul dan kompetitif. Alat ini berguna untuk mengetahui kandungan air yang membasahi sebagian atau seluruh pori-pori tanah, dimana kelembaban tanah berpengaruh dari seberapa air yang mampu diserap oleh tanaman.