Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Karakteristik Petrologi dan Petrografi Satuan Batu Gamping Terumbu pada Formasi Wapulaka Daerah Waruruma, Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara Sri Indriati; Ratih Ratumanan; Nasya Syahnur Pattimura; Erfin Elly; Rimawanto Gultom
Dewantara Journal of Technology Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v5i2.309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik litologi batuan karbonat berdasarkan integrasi pengamatan megaskopis di lapangan dan analisis petrografi mikroskopis. Lokasi penelitian berada pada Formasi Wapulaka dengan titik koordinat X: 50°16’43,75” dan Y: 122°42’50”. Pengamatan mikroskopis dilakukan pada sampel batuan segar menggunakan perbesaran total 50×. Hasil penelitian menunjukkan bahwa satuan batuan di lokasi penelitian termasuk ke dalam sedimen karbonat bertekstur nonklastik. Secara mikroskopis, batuan menunjukkan struktur masif, tekstur mud-supported, porositas tinggi bertipe vug, dengan ukuran butir berkisar antara 0,02–0,6 mm dan bentuk butir cenderung membulat. Komposisi batuan didominasi oleh mud karbonat (75%), disertai skeletal grain berupa fosil foraminifera (10%) dan mineral kalsit (15%), berdasarkan klasifikasi Dunham (1962). Batuan di Daerah penelitian diidentifikasi sebagai batugamping tipe packstone. Integrasi data lapangan dan laboratorium memberikan gambaran mengenai kondisi geologi dan karakteristik batuan karbonat pada Formasi Wapulaka.
Analisis Potensi Longsor Berdasarkan Karakteristik Geologi, Geometri Lereng, dan Nilai Faktor Keamanan (FoS) di Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau Sri Indriati; Erfin Elly; Ratih C F Ratumanan; Nasya Syahnur P; Rimawanto Gultom
Dewantara Journal of Technology Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v6i2.380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi longsor pada daerah penelitian di Kecamatan Kokalukuna, Kota Baubau, berdasarkan karakteristik geologi, geometri lereng, serta nilai Faktor Keamanan (FoS). Metode yang digunakan meliputi pengamatan lapangan, analisis petrografi batuan, pengukuran geometri lereng, uji mekanika tanah, serta pemodelan kestabilan lereng menggunakan GeoStudio dan interpretasi data geolistrik Res2Dinv. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng memiliki tinggi 12,2 m, sudut 40°, dan panjang 19 m, dengan kondisi material berupa tanah lepas dan lapisan lempung pasiran pada kedalaman 6–9 m yang berpotensi sebagai bidang gelincir. Nilai sudut geser dalam tanah sebesar 24° mengindikasikan tingkat kepadatan yang rendah. Hasil simulasi menunjukkan nilai FoS sebesar 0,959 (<1), yang berarti lereng dalam kondisi tidak stabil dan rentan longsor. Tipe longsoran yang teridentifikasi adalah longsoran rotasi dengan bidang gelincir berbentuk cekung. Faktor penyebab utama longsor meliputi kondisi geologi berupa Formasi Wapulaka yang didominasi lempung, kemiringan lereng yang curam, peningkatan kadar air akibat curah hujan, serta aktivitas manusia seperti pembangunan jalan. Upaya mitigasi yang direkomendasikan meliputi mitigasi struktural dan nonstruktural, seperti pembangunan infrastruktur penahan lereng, penyusunan peta rawan bencana, serta peningkatan kesadaran masyarakat. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan dan pengurangan risiko bencana longsor di wilayah penelitian.
Analisis Spasial Respon Situs Berdasarkan Vs30 USGS, Estimasi Amplifikasi dan Periode Dominan di Seram Bagian Timur Rimawanto Gultom; Sarinah Pakpahan; Nasya Syahnur Pattimura; Ratih C F Ratumanan; Sri Indriati
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i2.1793

Abstract

This study focuses on Seram Bagian Timur, an area known for its complex geological setting and active tectonic. Recent seismic events, including the 26 September 2019 Ambon earthquake (Mw 6.5) and the 22 June 2025 earthquake near Bula (Mw 5.0), indicate the presence of active fault systems and heterogeneous subsurface conditions. These conditions govern how seismic waves are modified at the ground surface particularly variation in subsurface material properties. This effect is represented by the amplification factor, which estimated using the empirical relationship proposed by Fujimoto and Midorikawa. The objective of this study is to examine the spatial variability of site response using Vs30 data from USGS, along with amplification factors and dominant periods. The analysis is based on 6,550 grid points with a spatial resolution of approximately 930 m, supported by regional geological information. Data processing involved extraction, interpolation, and mapping, while amplification and dominant period were estimated using empirical approach The results indicate that Vs30 values range from 180 to 900 m/s (site classes BC–E), with lower values concentrated in coastal and eastern areas, and higher values predominantly found in the western part of the study area. Amplification factors vary between 0.77 and 2.79, generally falling within low to moderate categories. Meanwhile, dominant periods range from 0.133 to 0.667 seconds, representing soil types from hard to very soft conditions. Overall, the three parameters show a consistent pattern, where lower Vs30 values tend to correspond to higher amplification and longer dominant periods, reflecting less consolidated subsurface materials.