Thamrin Thamrin
Universitas Negeri Padang, Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Manajemen Usaha Dan Inovasi Kemasan Produk Kuliner UMKM Melalui One Village One Product Nagari Maninjau Yuliana Yuliana; Thamrin Thamrin; Siti Fatimah; Wilda Welis; Afifah Nur Hasanah; Yolanda Febriani Naserd
Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jippmas.v5i2.624

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto dan penyerapan tenaga kerja. Namun, pelaku UMKM di daerah pedesaan, termasuk di Nagari Maninjau, masih menghadapi tantangan dalam aspek manajemen usaha, inovasi produk, dan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan skema Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat Nagari Maninjau melalui pelatihan manajemen usaha dan inovasi kemasan produk kuliner berbasis konsep One Village One Product (OVOP). Kegiatan pengabdian PMKM ini dilakukan dengan pendekatan kolaboratif menggunakan model kolaboratif triple helix antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha (UMKM). Kolaborasi tersebut dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan pada 3 tahapan, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Tahap persiapan meliputi koordinasi awal dan melakukan analisis sumber daya. Tahap pelaksanaan yaitu kegiatan pelatihan serta pendampingan inovasi kemasan produk kuliner dan manajemen usaha. Setelah itu, dilakukan evaluasi tim PMKM bersama Pemerintah Nagari Maninjau dalam bentuk monitoring langsung terhadap kegiatan yang dilakukan oleh pelaku UMKM terkait. Program dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 dengan melibatkan pelaku UMKM dari lima jorong, menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta melakukan pencatatan keuangan sederhana, perencanaan usaha, dan strategi pemasaran. Inovasi kemasan produk kuliner berbasis potensi lokal seperti rinuak dan nila juga berhasil meningkatkan nilai tambah serta daya tarik pasar. Program ini tidak hanya memperkuat kapasitas manajerial UMKM, tetapi juga mendorong terbentuknya sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan pelaku usaha sebagai model pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi daerah.
Latency and Reliability Evaluation of an HTTP-Controlled ESP8266 Wi-Fi Robot Car Using MIT App Inventor Ryan Fikri; Agariadne Dwinggo Samala; Thamrin Thamrin; Delsina Faiza
Bulletin of Computer Science Research Vol. 6 No. 4 (2026): June 2026
Publisher : Forum Kerjasama Pendidikan Tinggi (FKPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47065/bulletincsr.v6i4.1091

Abstract

Low-cost Wi-Fi robot cars are frequently presented as functional prototypes, but many studies do not quantify whether motion commands remain reliable and responsive as wireless distance increases. This study therefore designed and experimentally evaluated an ESP8266-based differential-drive robot controlled by an Android application developed with MIT App Inventor. The proposed solution applies an HTTP command-mapping method in which each mobile-interface event is converted into a request, parsed by an ESP8266 web server, mapped to an L298N H-bridge state, and acknowledged after the control action is issued. The objective was to determine functional command accuracy and characterize the relationship among control distance, command-response latency, received signal strength indicator (RSSI), and communication reliability. Five commands forward, backward, left, right, and stop were tested in 150 functional trials, while 500 communication trials were conducted at 1, 5, 10, 15, and 20 m under indoor line-of-sight conditions. The robot correctly executed 148 of 150 functional commands, corresponding to 98.67% success. Distance-based reliability remained 100% at 1–5 m, decreased to 99% at 10 m and 97% at 15 m, and reached 92% at 20 m. Mean command-response latency increased from 88 to 248 ms while RSSI declined from ?38 to ?77 dBm. The main contribution is a reproducible, low-cost evaluation framework that links interface commands, HTTP communication, wireless quality, and physical motion execution. The results indicate that the platform is appropriate for responsive laboratory teleoperation within 15 m, while operation near 20 m requires stronger fail-safe and acknowledgement mechanisms.