Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Psychosocial Challenges and HIV Prevention Barriers among High-Risk Youth in Deli Serdang, Indonesia Nurhamida Fithri; Pratiwi Lumbantobing; Nona Try Agista; Wanri Lumbanraja
Journal of Public Health Indonesian Vol. 3 No. 1 (2026): MAY - JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/6tn2vw31

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) remains a significant public health problem among high-risk youth in Indonesia. Psychosocial problems, stigma, discrimination, emotional isolation, and limited access to healthcare services continue to hinder HIV prevention efforts among vulnerable populations. This study aimed to explore psychosocial challenges and barriers to HIV prevention among high-risk youth in Deli Serdang, Indonesia. A qualitative study was conducted using in-depth interviews and focus group discussions involving people living with HIV/AIDS, key populations, healthcare workers, community leaders, and related stakeholders. Participants were selected using purposive sampling. Data were analyzed using thematic analysis to identify major psychosocial and social barriers associated with HIV prevention. The findings revealed several important challenges, including stigma and discrimination, fear of HIV status disclosure, limited family and social support, risky sexual behaviors, low self-confidence, psychological distress, and barriers to healthcare access. Social stigma and insufficient community education were also found to contribute to delayed HIV testing and treatment seeking. The study concludes that psychosocial burden and social barriers remain major obstacles to HIV prevention among high-risk youth in Deli Serdang. Strengthening psychosocial support, community education, stigma reduction programs, and accessible HIV services are essential to improve HIV prevention efforts among vulnerable populations.
Digital Transformation in Primary Healthcare Services: An Analysis of Telemedicine Effectiveness on Access and Quality of Public Health Services Yuni Vivi Santri P; Susi Amenta Beru Perangin-angin; Nona Try Agista
Journal of Public Health Indonesian Vol. 3 No. 1 (2026): MAY - JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/fecj4291

Abstract

Digital transformation has fundamentally reshaped the delivery of primary healthcare services globally, with telemedicine emerging as a pivotal mechanism for expanding access and improving service quality. The COVID-19 pandemic served as a critical inflection point, accelerating telemedicine adoption across diverse healthcare systems. Objective: This study aims to analyze the effectiveness of telemedicine in enhancing access to and quality of primary healthcare services through a systematic review of existing literature. Methods: A comprehensive literature review was conducted using peer-reviewed articles published between 2021 and 2025. A total of 40 studies were identified and analyzed across dimensions of healthcare access, service quality, patient satisfaction, clinical outcomes, and implementation barriers. Results: Telemedicine significantly improved geographic access to care, particularly in rural and underserved communities. Clinical quality indicators were largely comparable to in-person care, with notable benefits in chronic disease management, follow-up care, and patient engagement. However, disparities persisted among elderly populations, low-income groups, and regions with limited digital infrastructure. Conclusion: Telemedicine represents an effective and scalable approach to primary healthcare transformation, though its equitable implementation requires targeted policy interventions addressing digital literacy, infrastructure, and regulatory frameworks
Pengaruh Edukasi Pencegahan HIV/AIDS Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Kelompok Beresiko Berbasis Pendekatan Komunitas Seropositif Resilien (KSR) Di Puskesmas Daluh Tanjung Morawa Nurhamida Fithri; Yuni Vivi Santri; Nona Try Agista
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13105

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama pada kelompok berisiko. Edukasi pencegahan HIV/AIDS merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif terhadap pencegahan penularan HIV. Pendekatan komunitas seropositif resilien dipandang mampu memperkuat efektivitas edukasi melalui dukungan sosial dan pengurangan stigma dalam komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi pencegahan HIV/AIDS terhadap pengetahuan dan sikap kelompok berisiko berbasis pendekatan komunitas seropositif resilien. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri dari 30 responden kelompok berisiko yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi responden dengan tingkat pengetahuan baik meningkat dari 26,7% pada pretest menjadi 66,7% pada posttest. Selain itu, sikap positif terhadap pencegahan HIV/AIDS meningkat dari 36,7% sebelum edukasi menjadi 73,3% setelah edukasi. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara nilai pretest dan posttest pengetahuan dan sikap responden (p 0,05). Dapat disimpulkan bahwa edukasi pencegahan HIV/AIDS berbasis pendekatan komunitas seropositif resilien berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap kelompok berisiko. Pendekatan ini direkomendasikan sebagai strategi edukasi yang efektif dalam upaya pencegahan HIV/AIDS
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri Di PKBM Wira Bangsa Kota Tebing Tinggi Nona Try Agista; Evlindari Sentani Daulay; Yanti Yanti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13103

Abstract

Keputihan adalah gangguan klinis yang sering dikeluhkan oleh semua wanita. Remaja putri yang baru memasuki masa pubertas dengan segala bentuk perubahan pada diri mereka, masalah ini dapat berdampak negatif jika tidak ditangani sejak dini.Tanda keputihan ini yaitu kondisi vagina saat mengeluarkan cairan atau lendir yang menyerupai seperti nanah. Berdasarkan hasil data WHO 2010, masalah kesehatan reproduksi pada remaja putri yang buruk sudah mencapai 33% dari jumlah total penyakit yang diderita oleh perempuan di dunia, salah satunya adalah keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan (Pengetahuan, Sikap, dan Motivasi) dengan Kejadian Keputihan Pada Remaja Putri di PKBM Wira Bangsa Kota Tebing Tinggi tahun 2025. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif analisis dengan pendekatan cross sectional dan instrument yang digunakan adalah kueisoner. Sampel penelitian ini berjumlah 64 orang remaja putri dengan menggunakan teknik Stratified Random sampling. Hasil uji statistik didapatkan p value 0,000 yang artinya ada hubungan antara pengetahuan dan motivasi dengan kejadian keputihan pada remaja putri di PKBM Wira Bangsa Kota Tebing Tinggi dan didapatkan p value 0,130 yang artinya tidak ada hubungan antara sikap dengan kejadian keputihan pada remaja putri di PKBM Wira Bangsa Kota Tebing Tinggi. Disarankan untuk pihak sekolah memberikan edukasi kesehatan pada remaja putri tentang pengetahuan, sikap dan motivasi dalam pencegahan keputihan