Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Delik Aborsi Dalam Kuhp Nasional: Pergeseran Paradigma Perlindungan Hukum Antara Janin Dan Perempuan Susi Amenta Beru Perangin – Angin; Pratiwi Lumbantobing; Rya Elita Br Sembiring
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional pada 2 Januari 2026 menandai pembaruan mendasar dalam sistem hukum pidana Indonesia, termasuk dalam pengaturan delik aborsi. Aborsi merupakan isu hukum yang kompleks karena melibatkan pertarungan nilai antara perlindungan hak hidup janin dan penghormatan terhadap hak perempuan atas tubuh, kesehatan, serta martabatnya. Dalam KUHP lama (Wetboek van Strafrecht), aborsi dikualifikasikan sebagai delik absolut yang berorientasi pada perlindungan janin semata, dengan kriminalisasi menyeluruh terhadap perempuan dan pihak-pihak yang terlibat, tanpa mempertimbangkan kondisi korban perkosaan, kekerasan seksual, maupun keadaan kedaruratan medis. Pendekatan tersebut menimbulkan kesenjangan antara norma hukum dan realitas sosial, tercermin dari tingginya praktik aborsi ilegal dan tidak aman yang berkontribusi terhadap risiko kesehatan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan aborsi di Indonesia serta mengkaji bagaimana KUHP Nasional merekonstruksi perlindungan hukum antara janin dan hak perempuan dalam delik aborsi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual, melalui studi kepustakaan yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHP Nasional menghadirkan pergeseran paradigma dari kriminalisasi absolut menuju pendekatan yang lebih kontekstual dan berperspektif korban, dengan memberikan pengecualian terbatas terhadap larangan aborsi bagi korban perkosaan atau kekerasan seksual serta dalam kondisi kedaruratan medis. Rekonstruksi tersebut merefleksikan upaya untuk menciptakan keseimbangan antara perlindungan hak hidup janin dan penghormatan terhadap hak serta keselamatan perempuan sebagai subjek hukum.
Psychosocial Challenges and HIV Prevention Barriers among High-Risk Youth in Deli Serdang, Indonesia Nurhamida Fithri; Pratiwi Lumbantobing; Nona Try Agista; Wanri Lumbanraja
Journal of Public Health Indonesian Vol. 3 No. 1 (2026): MAY - JHH
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/6tn2vw31

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) remains a significant public health problem among high-risk youth in Indonesia. Psychosocial problems, stigma, discrimination, emotional isolation, and limited access to healthcare services continue to hinder HIV prevention efforts among vulnerable populations. This study aimed to explore psychosocial challenges and barriers to HIV prevention among high-risk youth in Deli Serdang, Indonesia. A qualitative study was conducted using in-depth interviews and focus group discussions involving people living with HIV/AIDS, key populations, healthcare workers, community leaders, and related stakeholders. Participants were selected using purposive sampling. Data were analyzed using thematic analysis to identify major psychosocial and social barriers associated with HIV prevention. The findings revealed several important challenges, including stigma and discrimination, fear of HIV status disclosure, limited family and social support, risky sexual behaviors, low self-confidence, psychological distress, and barriers to healthcare access. Social stigma and insufficient community education were also found to contribute to delayed HIV testing and treatment seeking. The study concludes that psychosocial burden and social barriers remain major obstacles to HIV prevention among high-risk youth in Deli Serdang. Strengthening psychosocial support, community education, stigma reduction programs, and accessible HIV services are essential to improve HIV prevention efforts among vulnerable populations.
Pengaruh Pijat Bayi Terhadap Peningkatan Berat Badan Bayi Usia 0-12 Bulan di UPT Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan Kota Medan Pratiwi Lumbantobing; Yuni Vivi Santri; Mas Intan Zebua
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13104

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen yang rancangannya menggunakan one group pretest - posttest design karena penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil kelompok intervensi. penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil kelompok interfensi.populasi dalam penelitian ini bayi berusia 0-12 bulan sebanyak 36 orang yang berada di ruang lingkup kerja Upt Puskesmas Simalingkar Kecamatan Medan Tuntungan. Teknik Pengambilan Sampel Menggunakan Rumus Tabel Morjgan Dan Kreejie. Analisis data di lakukan secara univariate dan bivariate menggunakan uji Wilcoxon. Data di kumpulkan secara wawancara menggunakan lembar observasi. Hasil : Hasi penelitian menunjukkan bahwa 36 responden yang mengalami kenaikan berat badan sebanyak 27 responden (77,7%), sedangkan yang berat badannya tetap sebanyak 8 responden (22,2%), dan yang berat badannya turun sebanyak 1 responden (2,7%). Berat badan bayi sesudah di lakukan pijat bayi mengalami kenaikan sebesar 1.200 gram selama 4 minggu (6 kali pijatan). Kesimpulannya yaitu Ada pengaruh pijat bayi terhadap peningkatan berat badan bayi
Faktor Yang Mempengaruhi Kinerja Bidang Dalam Pendokumentasian Buku KIA Di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Merbau Yuni Vivi Santri P; Nurhamida Fithri; Pratiwi Lumbantobing
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.13102

Abstract

Kinerja bidan adalah pelayanan kesehatan yang dilakukan bidan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Salah satu upaya menurunkan AKI dengan meningkatkan kinerja pelayanan kebidanan. Dokumentasi kebidanan mempunyai porsi besar dalam catatan klinis pasien yang menginformasikan situasi tertentu selama asuhan kebidanan. Buku KIA merupakan alat bukti pencatatan pelayanan kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh dan berkesinambungan yang dipegang oleh ibu. Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti 10 buku KIA di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Merbau masih ada buku KIA yang pengisiannya belum lengkap. Tujuan penelitian mengetahui faktor yang mempengaruhi kinerja bidan dalam pendokumentasian buku KIA di Wilayah Kerja Puskesmas Teluk Merbau. Jenis penelitian deskriptif desain cross sectional. Populasi adalah berjumlah 20 orang, Sampel adalah total populasi. Variabel independen peneltian; pengetahuan, sikap, keterampilan, motivasi kerja, sistem kompensasi, beban kerja dan iklim kerja. Variabel dependen; kinerja bidan dalam pendokumentasian buku KIA. Instrumen penelitian adalah kuesioner dan observasi. Analisa data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik bidan sebagian besar umur 20-30 tahun 55%, masa kerja 1-10 tahun 80% dan pendidikan terakhir tamat D3 95%. Pengetahuan baik 65%, motivasi baik 65%, sikap positif 75%, beban kerja baik 85%, keterampilan baik 75%, sistem kompensasi baik 70%, iklim kerja baik 55% dan kinerja bidan baik 70%. Ada pengaruh pengetahuan (p value : 0,007), sikap (p value : 0,000), keterampilan (p value : 0,014), motivasi (p value : 0,007) dan beban kerja (p value : 0,018) terhadap kinerja bidan dalam pendokumentasian buku KIA. Namun tidak ada pengaruh sistem kompensasi (p value : 0,613) dan iklim kerja (p value : 0,119) terhadap kinerja bidan dalam pendokumentasian buku KIA