Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN KEMBUNG (Rastrelliger spp.) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA SIBOLGA rejeki sihotang; Welmar Olfan Basten Barat
Jurnal Penelitian Teknik Dan Sumberdaya Perairan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian Teknik dan Sumber Daya Perairan (Juni)
Publisher : Fakultas Teknik dan Pengelolaan Sumberdaya Perairan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59925/g2rvzb85

Abstract

Pengukuran panjang berat ikan kembung mengunakan metode kuantitatif dan analisi yaitu mendapatkan gambaran yang dapat mewakili hubungan panjang berat ikan kembung (Rastrelliger spp.).Ikan kembung merupakan ikan pelagis kecil yang hidup bergerombol dimana ikan kembung mempunyai kandungan omega 3, karbohidrat, lemak, dan vitamin B12 dan zat besi, Penelitian ini sebagai acuan dalam kawasan penangkapan ikan agar tidak terjadi overfishing, jumlah sampel 60 ekor yang diambil secara acak dari tiga kapal purse seine. Panjang total ikan berkisar 180-211 mm dengan berat 70-125 gram. Analisis dilakukan menggunakan persamaan W= aLᵇ dimana nilai b yang diperoleh adalah 0,1 berdasarkan nilai b yang diperoleh maka dapat dinyatakan panjang berat ikan, < 3 (alometrik negatif ) yang berarti pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat atau bobot ikan.
Pengaruh Suhu dan Salinitas terhadap Daya Tetas (Hacthing Rate) Telur Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Ardnes Hasugian; Welmar Olfan Basten Barat
Jurnal Penelitian Teknik Dan Sumberdaya Perairan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian Teknik dan Sumber Daya Perairan (Juni)
Publisher : Fakultas Teknik dan Pengelolaan Sumberdaya Perairan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59925/w0aajy84

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) Merupakan salah satu komoditas penting di seluruh dunia terutama di Indonesia. Ikan kakap putih hidup di perairan laut yang memiliki suhu dan salinitas normal, sehingga menarik untuk di teliti. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan salinitas terhadap (Hacthing Rate) daya tetas telur Ikan kakap putih. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental, dengan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter utama yang digunakan dalam penelitian ini tingkat penetasan telur (HR), waktu penetasan, dan tingkat kelangsungan hidup larva ikan (SR) dan parameter pendukung adalah DO dan pH . Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu dan salinitas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penetasan telur ikan kakap putih. Hasil terbaik pada suhu 30°C dan salinitas 29 ppt dengan HR (90%) dan hasil terendah pada suhu 34°C dan salinitas 20 ppt dengan HR (57%). Hubungan tingkat penetasan telur yang diberikan perlakuan berbeda membentuk persamaan kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu dan salinitas mempengaruhi mempengaruhi nilai (SR). Hasil terbaik pada suhu 30°C dan salinitas 29 ppt dengan SR (95%) dan hasil terendah suhu 34°C dan salinitas 20 ppt dengan SR (15%). Hubungan kelangsungan hidup larva ikan kakap putih yang di berikan perlakuan berbeda membentuk persamaan kuadrat.
HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN LEMURU (Sardinella lemuru) YANG DI DARATKAN DI PELABUHAN ERIKANAN NUSANTARA (PPN) SIBOLGA elca ario simbolon; Welmar Olfan Basten Barat
Jurnal Penelitian Teknik Dan Sumberdaya Perairan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian Teknik dan Sumber Daya Perairan (Juni)
Publisher : Fakultas Teknik dan Pengelolaan Sumberdaya Perairan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59925/es35tr08

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengukur panjang dan berat Ikan Lemuru (Sardinella lemuru), jumlah sampel yang dipakai berjumlah 50 ekor. Total keseluruhan sampel panjang ikan mulai 173 mm sampai dengan 213 mm dimana panjang total dominan ikan yang tertangkap berada pada kisaran rata-rata 187,86 mm, sedangkan untuk berat kisaran 65 sampai 89 gr dengan berat rata-rata 77,28 gr. Hasil perhitungan nilai b yang diperoleh pada ikan lemuru (Sardinella lemuru) di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sibolga sebesar 1,3902. Berdasarkan nilai b yang diperoleh, dapat dinyatakan panjang berat ikan <  3,  (alometrik  negatif) berarti pertumbuhan panjang lebih cepat dari pertumbuhan berat atau bobot.
PERAN SEKTOR PERIKANAN HASIL LAUT DALAM MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DI KOTA SIBOLGA shevia barus; Welmar Olfan Basten Barat
Jurnal Penelitian Teknik Dan Sumberdaya Perairan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian Teknik dan Sumber Daya Perairan (Juni)
Publisher : Fakultas Teknik dan Pengelolaan Sumberdaya Perairan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59925/1hfz1146

Abstract

Ketahanan pangan merupakan salah satu pilar penting dalam pembangunan wilayah pesisir, terutama bagi daerah dengan ekonomi berbasis sumber daya laut seperti Kota Sibolga, Sumatera Utara. Sektor perikanan laut berperan strategis dalam menyediakan sumber protein hewani yang terjangkau, meningkatkan pendapatan nelayan, serta mendukung pemenuhan kebutuhan pangan lokal. Penelitian ini menganalisis kontribusi sektor perikanan hasil laut terhadap ketersediaan pangan, stabilitas harga, akses masyarakat atas pangan laut, dan kesejahteraan masyarakat pesisir di Kota Sibolga. Metode penelitian melibatkan kajian literatur, analisis data sekunder dari penelitian sebelumnya, serta tinjauan kebijakan pembangunan pangan dan perikanan daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa sektor perikanan memiliki kontribusi signifikan dalam ketahanan pangan lokal melalui penyediaan ikan segar dan olahan, penciptaan lapangan kerja di sektor penangkapan dan pemrosesan ikan, serta penyediaan nilai tambah produk laut. Namun, masih terdapat tantangan seperti rendahnya pendapatan nelayan tradisional, keterbatasan infrastruktur hilir, dan fluktuasi hasil tangkapan
Peran Nelayan dalam mendukung Pendataan Hasil Tangkapan di Dinas Perikanan Ketahanan Pangan dan Pertanian di Kota Sibolga martha silalahi; Welmar Olfan Basten Barat
Jurnal Penelitian Teknik Dan Sumberdaya Perairan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian Teknik dan Sumber Daya Perairan (Juni)
Publisher : Fakultas Teknik dan Pengelolaan Sumberdaya Perairan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59925/5p5gy059

Abstract

Kota Sibolga merupakan salah satu wilayah pesisir di Provinsi Sumatera Utara yang memiliki potensi sumber daya perikanan laut yang cukup besar. Letaknya berhadapan langsung dengan Samudera Hindia menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu sektor ekonomi utama masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran nelayan dalam mendukung pendataan hasil tangkapan di Dinas Perikanan Ketahanan Pangan dan Pertanian di Sibolga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan cara pendekatan studi literatur menggunakan data sekunder dari berbagai sumber seperti laporan pemerintah, buku, dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perikanan tangkap merupakan kegiatan utama masyarakat pesisir Sibolga dengan komoditas unggulan seperti tuna, cakalang, tongkol, dan ikan pelagis lainnya. Dukungan fasilitas pelabuhan perikanan dan tempat pelelangan ikan menjadikan Sibolga sebagai salah satu sentra perikanan penting di wilayah pantai barat Sumatera. Namun demikian, sektor ini juga menghadapi berbagai tantangan seperti perubahan cuaca, keterbatasan teknologi, dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.
Hasil Tangkapan Ikan Yang Mendominansi Menggunakan Alat Tangkap Pukat Cincin Pelagis Kecil Yang Didarkan di PPN Sibolga marsaulina sitompul; Welmar Olfan Basten Barat
Jurnal Penelitian Teknik Dan Sumberdaya Perairan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian Teknik dan Sumber Daya Perairan (Juni)
Publisher : Fakultas Teknik dan Pengelolaan Sumberdaya Perairan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59925/pdg85w67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dominansi hasil tangkapan ikan menggunakan alat tangkap pukat cincin (purse seine) yang didaratkan di PPN Sibolga. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan menghitung proporsi dominansi setiap jenis ikan menggunakan rumus Pi = Wi/Wtotal, dimana Pi adalah proporsi dominansi, Wi adalah berat masing-masing jenis ikan, dan Wtotal adalah total seluruh hasil tangkapan. Total hasil tangkapan yang diperoleh sebesar 347.640 kg. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan jenis ikan yang paling dominan dengan nilai Pi sebesar 0,714 atau 71,4% dari total hasil tangkapan. Ikan layang menempati urutan kedua dengan nilai 0,129, diikuti tongkol krai sebesar 0,065 dan madidihang sebesar 0,040. Tingginya dominansi ikan cakalang menunjukkan bahwa alat tangkap pukat cincin sangat efektif dalam menangkap ikan pelagis yang hidup bergerombol (schooling fish). Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan di PPN Sibolga.  
ANALISIS KUALITAS AIR LAUT PADA PARAMETER FISIKA-KIMIA MENGGUNAKAN INDEKS PENCEMARAN DI PERAIRAN PELABUHAN TANJUNG TIRAM, KABUPATEN BATU BARA MIKHAEL YUDHA MARPAUNG; Welmar Olfan Basten Barat
Jurnal Penelitian Teknik Dan Sumberdaya Perairan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Penelitian Teknik dan Sumber Daya Perairan (Juni)
Publisher : Fakultas Teknik dan Pengelolaan Sumberdaya Perairan Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59925/3p4d0v77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air laut dan menentukan status mutu air di perairan Pelabuhan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara. Pengambilan sampel dilakukan di empat stasiun dengan parameter suhu, kecerahan, pH, dissolved oxygen (DO), dan salinitas. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai suhu 27,2°C, kecerahan 0,45 m, pH 6,0, DO 5,6 mg/L, dan salinitas 26,5‰. Penentuan status mutu air menggunakan metode Indeks Pencemaran (PIj) menghasilkan nilai antara 4,46 hingga 5,54. Hal ini mengindikasikan bahwa perairan Pelabuhan Tanjung Tiram berada dalam kondisi Tercemar Ringan hingga Tercemar Sedang. Penurunan kualitas perairan utamanya disebabkan oleh rendahnya nilai kecerahan dan pH yang tidak sesuai dengan baku mutu Kepmen LH No. 51 Tahun 2004.