Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI PENAMBATAN MOLEKUL SENYAWA METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK AKAR TAWAR SERIBU (Bauhinia purpurea L) SEBAGAI POTENSI INHIBITOR  α-Glukosidase Nurul Fajeriyati; Rizka Mulya Miranti; Yulianita Pratiwi Indah Lestari
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v9i1.3036

Abstract

Diabetes mellitus is a disease characterized by elevated blood glucose levels due to impaired insulin secretion or action. A therapeutic development strategy involves inhibiting the α-glucosidase enzyme. Bauhinia purpurea, L. is known to contain various compounds with potential antidiabetic activity. This study aims to investigate the potential of secondary metabolites from Bauhinia purpurea, L. extract as α-glucosidase inhibitors using an in silico molecular docking approach and ADMET prediction. Test compounds were obtained from LC-MS identification results, and their three-dimensional structures were downloaded from the PubChem database. The protein structure was obtained from the Protein Data Bank (PDB ID: 3L4W). The molecular docking process utilized the AutoDock Tools software, yielding a validation result of 1.9 Å. The results showed ΔG values ranging from -4.00 kcal/mol to -8.26 kcal/mol. ADMET prediction results indicated high HIA values >90%, Caco2 permeability in the low permeability category (<4 nm·s⁻¹), low BBB values, and AMES test results classified as non-mutagenic for all test compounds. Based on these results, the secondary metabolites contained in the Bauhinia purpurea, L. extract show potential as α-glucosidase inhibitors with favorable pharmacokinetic parameters, making them suitable for development into drug candidates through pharmaceutical or chemical structural modifications.
Analisis Kritis Metode Kualitatif untuk Deteksi Boraks dalam Produk Pangan dan Jajanan di Indonesia Yulianita Pratiwi Indah Lestari; Amalia Sitti Khayyira; Abdul Aziz Setiawan
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 3 (2025): JUPIN Agustus 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1717

Abstract

Boraks merupakan bahan tambahan pangan (BTP) yang dilarang karena bersifat toksik dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius jika dikonsumsi terus-menerus. Berbagai metode kualitatif telah dikembangkan untuk mendeteksi boraks dalam makanan, terutama pada jajanan yang banyak dikonsumsi di Indonesia. Artikel ini menyajikan analisis kritis terhadap 20 studi primer dalam 10 tahun terakhir yang menggunakan metode kualitatif untuk deteksi boraks, termasuk uji kertas kunyit, test kit boraks, uji nyala api, dan kombinasi dengan spektrofotometri UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa metode kertas kunyit merupakan teknik yang paling banyak digunakan karena kesederhanaan dan kemudahan aplikasinya di lapangan. Beberapa penelitian menggabungkan metode kualitatif dengan uji kuantitatif untuk meningkatkan keandalan hasil. Meski sebagian besar sampel makanan menunjukkan hasil negatif terhadap boraks, temuan positif di beberapa wilayah menunjukkan bahwa praktik ilegal masih terjadi. Inovasi indikator alami seperti test strip kunyit serta edukasi masyarakat telah diterapkan dalam beberapa studi sebagai pendekatan tambahan. Kajian ini menekankan pentingnya pengembangan strategi deteksi berlapis dan adaptif, serta integrasi metode sederhana dengan edukasi publik sebagai upaya berkelanjutan dalam pengawasan keamanan pangan.