Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

From Family Authority to Individual Autonomy: The Transformation of the Legal Status of Marriage Guardianship in Moroccan Family Law Sharhan Asad Almawarid; Rodi Wahyudi; Imam Pratama Yendrian
Syakhsiyah Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 6 No 1 (2026): Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/ms7mh997

Abstract

This article examines the transformation of marriage guardianship (wali nikah) in Moroccan family law from a family-based authority model toward individual legal autonomy. Focusing on the  transformation of legal authority from classical Mālikī jurisprudence to the 2004 Mudawwanah al-Usrah, the study investigates how the position of the guardian shifted from a mandatory pillar of marriage validity into an optional legal institution within contemporary Moroccan family law. Positioned within the discourse of Islamic legal reform, this research argues that the transformation of guardianship in Morocco reflects not merely a legislative change, but a broader epistemological shift in the structure of legal authority in Islamic family law. Using a qualitative library-based method with historical-normative, normative-analytical, and limited maqāṣid al-sharī‘ah approaches, this study analyzes classical fiqh doctrines, hadith traditions, and statutory provisions related to marriage guardianship. The findings reveal that classical Mālikī law constructed guardianship as a representation of patriarchal family authority and social protection, whereas the Mudawwanah reconstructs legal legitimacy around women’s independent legal capacity. This transformation demonstrates a hybrid model of Islamic legal reform that preserves symbolic continuity with fiqh tradition while simultaneously integrating modern principles of gender equality and individual autonomy
Metodologi takhrij dalam ushul fiqh: analisis konseptual, urgensi epistemologis, kaidah, dan aplikasinya dalam penetapan hukum Islam kontemporer Sharhan Asad Almawarid; Zul Ikromi; Rodi Wahyudi
Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Humantech : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Program Studi Akuntansi IKOPIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32670/humantech.v5i3.6168

Abstract

Perkembangan persoalan hukum Islam kontemporer (nawāzil) menuntut adanya metodologi istinbath yang adaptif dan tetap berlandaskan prinsip-prinsip syariat. Salah satu metode yang relevan adalah takhrij dalam ushul fiqh, namun kajiannya masih terbatas pada aspek definisional dan aplikatif. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep takhrij, menjelaskan urgensi epistemologisnya, merumuskan kaidah metodologisnya, serta mengaplikasikannya dalam penetapan hukum Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode normatif-doktrinal (library research) melalui analisis deskriptif, konseptual, komparatif, dan aplikatif terhadap literatur klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa takhrij merupakan bentuk ijtihad mazhabi terstruktur yang mengintegrasikan teks, kaidah, dan realitas sosial dalam proses penetapan hukum Islam. Validitas takhrij ditentukan oleh kesesuaian dengan nash, kesamaan illat, dan kompetensi ilmiah pelakunya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa takhrij memiliki relevansi strategis dalam pengembangan hukum Islam kontemporer karena mampu menjaga keseimbangan antara otentisitas syariat dan adaptabilitas terhadap perubahan zaman.