Mual dan muntah yang berlebihan pada trimester pertama kehamilan dapat menimbulkan berbagai bahaya, baik bagi ibu maupun janin. Pada ibu, kondisi ini membawa risiko dehidrasi berat, ketidakseimbangan elektrolit, penurunan berat badan lebih dari 5% dari berat awal, gangguan metabolik seperti ketosis, dan gangguan fungsi organ seperti hati dan ginjal. Selain itu, hiperemesis gravidarum juga dapat memicu gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi. Dampak pada janin meliputi risiko berat badan lahir rendah (BBLR), hambatan pertumbuhan janin dalam rahim (IUGR), kelahiran prematur, keguguran, dan kemungkinan malformasi jika terjadi kekurangan nutrisi pada awal kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil dengan gejala hiperemesis gravidarum (HEG) di Puskesmas Lawang. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney, mulai dari pengkajian hingga evaluasi. Subjek penelitian adalah Ny. N, usia 25 tahun, usia kehamilan 8–9 minggu, dengan skor PUQE 10 (kategori sedang), muntah >9 kali/hari, dan penurunan berat badan dari 55 kg menjadi 51 kg (sekitar 7,3%). Intervensi yang diberikan meliputi edukasi, modifikasi diet, istirahat, pemberian vitamin B6 dan antihistamin, serta dukungan psikologis. Evaluasi dilakukan selama 10 hari dengan memantau skor PUQE, berat badan, dan tanda-tanda dehidrasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan klinis, termasuk penurunan frekuensi muntah menjadi ≤3 kali/hari, penurunan skor PUQE menjadi 5 (kategori ringan), kenaikan berat badan sebesar 1,5 kg, dan urine bebas keton.