Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sosialisasi Kurikulum Berdampak di Lingkungan Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Amru Syahputra Lubis; Alfian Tanjung; Mutia Hafifah; Fenny Mustika Piliang; Nurul Hasanah Syah
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.657

Abstract

Kurikulum berdampak adalah langkah pertama dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan kehidupan kerja. Tujuan pengabdian masyarakat terkait kurikulum berdampak adalah untuk mendorong mahasiswa memperoleh keahlian dalam berbagai materi ajar sesuai dengan keahliannya. Hal ini memungkinkan para mahasiswa untuk menjadi kompetitif secara global. Kurikulum berdampak merupakan kebijakan yang menawarkan kesempatan kepada mahasiswa untuk memilih mata kuliah sesuai dengan minat dan kemampuannya. Penerapan kurikulum berdampak dapat memicu proses perkuliahan yang lebih otonom dan fleksibel di perguruan tinggi. Penyelenggaraan kurikulum mandiri berbasis kurikulum sentralisasi dan desentralisasi bertujuan untuk dapat secara optimal mendorong kemajuan sistem pendidikan tinggi yang ditandai dengan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas. Fokus pada Pengalaman adalah tujuan inti dari pengabdian ini dilakukan agar kurikulum yang dirancang dapat memiliki nilai kebermaknaan dan keterlibatan aktif mahasiswa. Dampak Positif yang terciptanya keleluasaan bagi dosen dalam menyusun materi sesuai konteks mahasiswa serta peningkatan pengetahuan dan karakter. Tantangan Perubahan yang terjadi pada kurikulum yang tidak terencana dengan baik berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kinerja dosen. Relevansi Zaman kurikulum yang berdampak positif memungkinkan mahasiswa belajar sesuai perkembangan zaman pada saat ini.
English Language Needs Analysis for Islamic Economic Law Students in Indonesian Higher Education: A Case Study at Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai Mutia Hafifah; Asmayani Asmayani
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Takuana (July-September)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i2.639

Abstract

English proficiency is increasingly important for students of Islamic Economic Law, yet English instruction in many Islamic higher education institutions remains oriented toward General English rather than English for Specific Purposes (ESP). This study aimed to identify the English language needs of Islamic Economic Law students at Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai. A mixed-methods case study was conducted involving 35 undergraduate students. Data were collected through questionnaires and semi-structured interviews and analyzed using descriptive statistics and thematic analysis. The findings indicate that legal English vocabulary was the highest learning priority (42.9%), followed by academic reading (25.7%), professional writing (14.3%), speaking (11.4%), and listening (5.7%). Students also preferred authentic learning materials related to Islamic banking, commercial law, contracts, and dispute resolution, as well as interactive learning activities such as case studies, role plays, group discussions, and problem-based learning. The study concludes that English instruction should be redesigned based on ESP principles by integrating discipline-specific vocabulary, authentic legal materials, and professional communication tasks to better support students’ academic achievement and career preparation.