Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Strategi Belajar Efektif untuk Meningkatkan Pemahaman dan Kebiasaan Belajar Siswa SMPN 2 Tasikmalaya Rina Fitriani; Ida Wati; Ai Anisa Asaidah; Suhartini Suhartini; Rita Fitriani; Dita Agustian
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.790

Abstract

Pendidikan tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga kemampuan siswa dalam menerapkan strategi belajar yang efektif. Hasil survei awal di SMPN 2 Tasikmalaya menunjukkan bahwa kebiasaan belajar siswa masih berada pada kategori cukup, terutama pada aspek manajemen waktu, strategi belajar, kemandirian, dan konsentrasi belajar. Kondisi tersebut menyebabkan siswa cenderung belajar hanya saat menghadapi ujian dan belum memiliki pola belajar yang konsisten. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai strategi belajar efektif serta membangun kebiasaan belajar yang lebih positif. Kegiatan dilaksanakan pada April 2026 di SMPN 2 Tasikmalaya dengan melibatkan 35 siswa. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelatihan ini dilakukan melalui pendekatan active learning berupa diskusi, tanya jawab, dan refleksi belajar. Evaluasi kegiatan menggunakan pretest-posttest serta angket kebiasaan belajar siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai siswa dari 91,51 menjadi 93,90 dengan nilai N-Gain sebesar 0,28 kategori rendah. Hasil angket menunjukkan kebiasaan belajar siswa masih berada pada kategori cukup dengan persentase 51%–57%, yang menandakan bahwa siswa telah mulai menerapkan kebiasaan belajar positif, namun belum secara konsisten dalam mengelola waktu, menjaga konsentrasi, dan belajar mandiri. Meskipun demikian, siswa mulai menyadari pentingnya pengelolaan waktu, konsistensi belajar, dan pengurangan kebiasaan menunda belajar. Selain itu, sebagian besar siswa memberikan respon positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan. Kegiatan pelatihan strategi belajar efektif mampu meningkatkan pemahaman awal siswa mengenai pentingnya strategi belajar yang terarah sebagai langkah awal membentuk kebiasaan belajar yang lebih mandiri dan positif.
Profil Literasi Data Siswa pada Pembelajaran IPA Berbasis AI dan Learning Analytics dengan Pendekatan Etnosains Ida Wati; Fitri Indah Komala; Sri Raspati; Nana Nana
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Vol 7, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jp-ipa.v7i2.1109

Abstract

Science learning in the era of Artificial Intelligence (AI) and data necessitates the development of students’ data literacy as an essential 21st-century competency. However, students’ data literacy remains underdeveloped, particularly in terms of data analysis and utilization in learning contexts. This study aims to examine students’ data literacy profile in AI-, learning analytics-, and ethnoscience-based science learning. A descriptive quantitative approach was employed, involving eighth-grade junior high school students selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire validated for reliability (Cronbach’s Alpha = 0.871) and analyzed using descriptive statistics, including mean scores and categorical classification. The results indicate that students’ data literacy was categorized as moderate (mean = 2.92), and learning analytics was also categorized as moderate (mean = 2.91), while artificial intelligence (mean = 3.23) and ethnoscience (mean = 3.23) were categorized as high. These findings suggest that students are able to utilize technology and understand scientific concepts within local contexts; however, their ability to analyze and use data remains underdeveloped. These findings imply the importance of designing science learning in a more structured manner to promote data analysis activities through the contextual and meaningful integration of AI, learning analytics, and ethnoscience.