Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Korelasi antara kompetensi digital dan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa pendidikan fisika Yanti Sofi Makiyah; Nana Nana; Ifa Rifatul Mahmudah
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika Vol 7, No 2 (2020): October 2020
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jrkpf.v7i2.17798

Abstract

Abstrak. Mahasiswa Pendidikan Fisika harus memiliki kompetensi digital dan kemampuan berpikir kreatif abad 21, sehingga kompetensi tersebut harus dilatihkan bagi Mahasiswa Pendidikan Fisika. Salah satu cara untuk melatih kompetensi dan keterampilan tersebut dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental dalam penelitian korelasional, bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kompetensi digital dan keterampilan berpikir kreatif. Subjek penelitian terdiri dari 65 Mahasiswa Pendidikan Fisika yang mengambil mata kuliah Mekanika tahun ajaran 2019/2020 dengan menggunakan instrumen penelitian yaitu lembar observasi kompetensi digital, lembar observasi keterampilan berpikir kreatif, dan wawancara yang dilakukan oleh tiga orang observer. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif yang sangat tinggi antara kompetensi digital dan keterampilan berpikir kreatif dengan nilai koefisien korelasi 0,84 dan kontribusi kompetensi digital terhadap keterampilan berpikir kreatif sebesar 71%.Kata kunci: kompetenci digital, keterampilan berpikir kreatif, project based learning Abstract. Physics education students must possess digital competence and creative thinking skills in the 21st century, so these competencies must be trained for Physics Education Students. One way to train these competencies and skills to apply a project-based learning model in physics learning. This research is non-experimental quantitative research in correlational research, aiming to determine the relationship between digital competence and creative thinking skills. The research subjects consisted of 65 Physics Education Students taking Mechanics courses for the 2019/2020 academic year using research instruments, namely digital competency observation sheets, creative thinking skills observation sheets, and interviews conducted by three observers. Based on the data analysis results, it is concluded that there is a very high positive correlation between digital competence and creative thinking skills with a correlation coefficient value of 0.84 and the contribution of digital competence to creative thinking skills by 71%.Keywords: digital comptence, creative thinking skills, project based learning
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division Terhadap Peningkatan Keterampilan Proses Sains dan Hasil Belajar Fisika Siswa Teni Mindawati; Nana Nana
Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika Vol 11, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp2f.v11i2.5802

Abstract

Based on observations in MA Negeri 6 Tasikmalaya, the implementation process of learning physics is still not achieve the maximum results, especially in class X. The main purpose of this study is to describe the increase of KPS and students’ learning achievement in learning physics using a cooperative learning model type Student Team Achievement Division (STAD). This classroom action research has been conducted in three cycles with 30 students of X5 Class of MA Negeri 6 Tasikmalaya. Every cycle consists of planning, action and observation, and reflection. The data were collected using observation sheet for KPS and essay test for learning achievement. Based on the results indicate that the cooperative learning model type STAD effectively could increase KPS and students’ learning achievement in learning physics from cycle to cycle.
PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (PCK) MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA DALAM MEREDUKSI MISKONSEPSI PESERTA DIDIK PADA MATERI GERAK LURUS Ayuni Nuraeni; Nana Nana; Endang Surahman
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 8, No 1 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.963 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v8i1.4909

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pedagogical Content Knowledge (PCK) mahasiswa jurusan pendidikan fisika dalam mereduksi miskonsepsi peserta didik pada materi gerak lurus. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu tes diagnostik, vignette dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu peneliti sendiri sebagai instrumen utama dan instrumen bantu yakni soal tes diagnostik, persoalan dalam vignette dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PCK mahasiswa jurusan pendidikan fisika memiliki keterbatasan dalam pengetahuan konten. Pengetahuan pedagogik mahasiswa jurusan pendidikan fisika juga masih perlu ditingkatkan. Terdapat mahasiswa pendidikan fisika yang memiliki PCK dengan keterbatasan baik pengetahuan konten, pengetahuan pedagogik serta kurang dalam menimbang situasi dan kondisi peserta didik. Hal ini terlihat dari kemampuan mahasiswa jurusan pendidikan fisika dalam mengidentifikasi miskonsepsi dan penyebab miskonsepsi peserta didik serta cara untuk menanganinya. Kata kunci: PCK; miskonsepsi; mahasiswa. ABSTRACTThis study aims to determine the Pedagogical Content Knowledge (PCK) students majoring in physics education in reduce student misconceptions on the material of straight motion. The research method used is descriptive qualitative. Data collection techniques are diagnostic tests, vignettes and interviews. The research instrument used was the researcher himself as the main instrument and the assistive instrument, namely the diagnostic test questions, the problems in the vignette and the interview. The results of the study show that PCK student majoring in physics education have limitation in content knowledge. There are still student majoring in physics education  who have PCK due to limitations in content knowledge, pedagogical knowledge and lack of considering the situation and condition of students. This can be see from the ability of student majoring in physics education in identify misconceptions and the causes of student misconceptions and ways to deal with them Keywords: PCK; misconception; student.
ETNO FISIKA BERUPA IMPLEMENTASI KONSEP KALOR PADA TARI MOJANG PRIANGAN Wahyu Nurhidayat; Fifi Aprilia; Depi Siti Wahyuni; Nana Nana
ORBITA: Jurnal Kajian, Inovasi dan Aplikasi Pendidikan Fisika Vol 6, No 1 (2020): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.313 KB) | DOI: 10.31764/orbita.v6i1.2097

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsep kalor dengan tari Mojang Priangan. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif berupa studi pustaka. Metode studi pustaka dipilih agar dapat menggambarkan hasil penelitian secara lebih jelas dan mendalam dari berbagai literatur. Subjek penelitian ini adalah para penari Mojang Priangan di Sanggar Seni Katumbiri Universitas Siliwangi. Hasil penelitian ini menggambarkan bagaimana keterkaitan antara konsep kalor sebagai salah satu konsep dalam ilmu fisika dengan seni tari yang dalam hal ini adalah seni tari Mojang Priangan. Sebagai salah satu keterkaitan yang dimaksud ialah ketika seorang penari banyak melakukan gerakan dalam waktu tertentu, maka dari hal tersebut akan menimbulkan pembakaran kalor dalam tubuh dan menghasilkan suatu energi kalor baik keluar maupun masuk dari sistem. Kata kunci: etno fisika; konsep kalor; tari mojang priangan. ABSTRACTThe purpose of this research is to analysis the relationship between the heat consept and heat transfer with Mojang Priangan dance. This research uses qualitative research method in the form of study. It choosen in order that can describe the result of research clearly and deeper from some literature. The research's subject are Mojang Priangan's dancer in Katumbiri Art, Siliwangi University. The results of this research is describe how the relationship between heat concept as a consept in Physics with dance which in this case Mojang Priangan dance. The intend relation is when a dancer doing much motion at certain time, hence of that can cause burning heat and results a heat energy both in and out of system. Keywords: etno physics; the heat consept; mojang priangan dance.
Analisis Pemahaman Konsep Siswa Dengan Model Blendeed POE2WE Berbasis Augmented Reality Pada Materi Induksi Elektromagnetik: Literature Review Imiftah Nurnazarudin; Nana Nana; Dwi Sulistyaningsih
COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 8 No 1 (2021): COMPTON: Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cjipf.v8i1.10464

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis pemahaman konsep siswa dengan model blended POE2WE berbasis augmented reality pada meteri induksi elektrimagnetik. Penelitian ini dilatar belakangi karena masih kurangnya pemahaman konsep fisika khususnya dalam materi induksi elektromagnetik dan kurangnya inovasi dalam pembelajaran sehingga dapat menurunkan proses pemahaman konsep siswa. Oleh karena itu harus sebuah gagasan dan inovasi dalam proses pembelajaran khususnya dalam materi induksi elektromagnetik  yaitu dengan cara menggunakan media pembelajaran augmented reality. Adapun metode penelitian yang yaitu studi kepustakaan dengan mengkaji beberapa literature sebelumnya pada topik yang sama untuk dianalisis dan dibuat kesimpulan. Hasilpenulisaninimenunjukkanbahwa Pemahaman konsep siswa dengan model blended POE2WE berbasis augmented reality sebagai inovasi pembelajaran dapat menjadi solusi dari permasalah yang ditemui ketika proses belajar mengajar sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsep pada siswa.
Budidaya dan Pengolahan Jahe Merah (Zingiber officinale var rubrum) Menggunakan Teknologi Bag Culture Pada Masa New Normal di Desa Darmaraja Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis Nana Nana; Yanti Sofi Makiyah; Ernita Susanti; Ilham Rohman Ramadhan; Revanika Yusman Bhinekas; Luthviana Kanti
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2021): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (916.864 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v4i1.1038

Abstract

Jahe merah dengan nama latin Zingiber officinale var. Rubrum memiliki kandungan minyak atsiri sebesar 2,58-2,72%. Selain itu, kandungan senyawa kimia aktif seperti gingerol, zingeron, shogaol, gingerin dan zingerberin dalam jahe merah menyebabkan jahe merah memiliki khasiat yang besar untuk kesehatan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan kepada masyarakat di Desa Darmaraja, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan budidaya dan pengolahan tanaman jahe merah dengan menggunakan teknologi bag culture, yaitu sistem bertanam di dalam karung bekas atau polybag besar. Budidaya dan pengolahan jahe merah juga dilakukan untuk menumbuhkan semangat masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah. Metode yang dilakukan adalah dengan cara pelatihan budidaya dan pengolahan tanaman jahe merah. Setelah pelatihan dilaksanakan, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai penanaman Jahe Merah dengan teknologi bag culture. Masyarakat memberikan respons yang sangat positif terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan dan menilai kegiatan ini sangat bermanfaat. Selain itu, kegiatan ini dapat mendorong kemandirian ekonomi mitra dengan memanfaatkan jahe merah yang ditanam di pekarang untuk diolah menjadi bubuk jahe yang dapat dikonsumsi baik secara pribadi atau dijual secara komersial. Kata kunci: jahe merah, Darmaraja, bag culture, new normal
SoHor (Sosog Horticulture) as a Food Sustainability in the New Normal Period in Tanjungsari Village, Rajadesa District, Ciamis Regency Nana Nana; Yanti Sofi Makiyah; Ernita Susanti; Dwi Sulistyaningsih; Suera Sarah Budiaman; Muhammad Nurkholis Dzikri Alfauzi
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.811 KB) | DOI: 10.35568/abdimas.v5i1.1705

Abstract

The Covid-19 pandemic has caused a decline in people's purchasing power, especially for household consumption. Therefore, to alleviate the impact of the Covid-19 pandemic, the community is directed to be able to meet food needs through food security. The purpose of this service is to provide training on horticultural crop cultivation using sosog to the people of Tanjungsari Village, Rajadesa District, Ciamis Regency. The method used is by way of material presentation, question and answer and guided training. After the training activities were carried out, there was an increase in community knowledge and skills both in terms of knowledge about the types and benefits of horticultural plants and how to grow horticultural crops using sosog along with how to care for them. The community gave a positive response to the activities carried out. This activity is considered useful by the community and is a form of optimizing the potential of the Tanjungsari Village community, most of which are farmers and woven bamboo craftsmen to be able to meet food needs through sosog as a planting medium.
APLIKASI SAINS PADA ANAK USIA DINI DALAM KELUARGA UNTUK MENGHADAPI ABAD 21 Nana Nana
INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA Vol 9, No 1 (2020): INKUIRI: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Magister Pendidikan Sains Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/inkuiri.v9i1.41406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aplikasi sains pada anak usia dini dalam keluarga untuk menghadapi abad 21. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif kualitatif yang di arahkan pada field research jenis. Jenis data yang digunakan adalah data-data yang diperoleh bersumber dari observasi, pengumpulan data lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan hasil yang cukup baik bahwa 2% partisipan tidak pernah mengaplikasikan sains, 12% jarang, 39% netral, 37% sering, dan 10% sangat sering. Hasil ini akan ditindaklanjuti dengan workshop, program parenting, pembatasan penggunaan telepon selular dan program literasi. Hasil yang dicapai ke nantinya akan mendorong orang tua untuk lebih memahami pengaplikasian sains dan pola asuh anak yang baik dan benar. Selain itu, anak akan ditumbuhkembangkan minat membacanya, dan didorong untuk semakin imajinatif dan kreatif.This study aims to describe the application of science in early childhood in the family to face the 21st century. This study uses descriptive qualitative research methods that are directed at field research types. The type of data used is data obtained from observations, field data collection, interviews, and documentation. The results of the study showed a fairly good result that 2% of participants never applied science, 12% rarely, 39% neutral, 37% often, and 10% very often. These results will be followed up with workshops, parenting programs, restrictions on the use of cellular phones and literacy programs. The results achieved in the future will encourage parents to better understand the application of science and good and correct parenting. In addition, children will develop an interest in reading, and are encouraged to be more imaginative and creative.
The Use of Google Classroom Media in Development of Non Print Audio Teaching Material for High School Physics Learning Nana Nana
PAEDAGOGIA Vol 23, No 1 (2020): PAEDAGOGIA Jilid 23 Nomor 1 (2020)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/paedagogia.v23i1.39749

Abstract

This research uses google classroom media as the essence of developing and utilizing non-printed audio teaching materials for digital high school physics learning. The purpose of this study are: (1) Describe the audio non-print media; (2) Describe the google classroom media; (3) Determine the level of interest from the use of google classroom media in the development and utilization of audio non-printed teaching ma­terials. The research method used in this study is a descriptive qualitative-based devel­opment method supported by quantitative data. In this study, a study was conducted that did not make a product design through this research, but only validated or tested the effectiveness, efficiency and practicality of existing products. Therefore, in this study, the effectiveness of Google Classroom in developing non-printed audio teaching mate­rials was tested. The subjects of the study were 2018 physics education students at Sili­wangi University, totaling 44 people and the object of this study was the google class­room media as the essence of physics learning in the digital age.
Pengembangan Inovasi Pembelajaran Digital Menggunakan Model Blended POE2WE di Era Revolusi Industri 4.0 Nana Nana; Endang Surahman
Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2019: Prosiding SNFA (Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya) 2019
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1075.064 KB) | DOI: 10.20961/prosidingsnfa.v4i0.35915

Abstract

Abstract: Developing digital learning innovation with the Blended POE2WE model aims (1) to access knowledge without time and space limitation, (2) to establish internet-based communication, (3) to make learning easier and more enjoyable, and (4) to create more interactive and innovative learning process. The method was literacy (library study). Electronic Data Processing was used to manipulate data into more useful information. Data is a raw object, not processed yet and going to be processed. Meanwhile, information is processed data and becomes other useful data. Digital learning is the product of industrial revolution 4.0. It deals with a large collection of computers in networks that are tied together so that many users can share their vast resources. Besides, the Prediction, Observation, Explanation, Elaboration, Write and Evaluation (POE2WE) learning model was developed from the POEW learning model and the Physics learning model with a constructivist approach. As a consequence, Blended Learning is used to synthesize face-to-face learning and online-based learning into an integrated mix so that can create a high, efficient, and attractive impact. Blended learning practically means that learning (classroom-based learning) is also facilitated with other electronic formats (e-learning) to create an optimal learning program. This is due to that the use of e-learning is very superior compared to Conventional Learning (face-to-face).Abstrak: Pengembangan inovasi pembelajaran digital dengan model Blended POE2WE bertujuan untuk (1) mengakses pengetahuan setiap saat tak terbatas waktu dan tempat (2) menjalin komunikasi berbasis internet (3) menciptakan pembelajaran lebih mudah dan menyenangkan. (4) menciptakan proses pembelajaran lebih interaktif dan inovati. Metode penelitian yang digunakan adalah literasi (studi pustaka). Pengolaan Data Elektronik digunakan untuk memanipulasi data menjadi suatu informasi yang lebih berguna. Data merupakan objek mentah, yang belum diolah dan akan diolah. Sedangkan, informasi adalah data yang telah diolah dan sifatnya menjadi data lain yang bermanfaat. Pembelajaran digital adalah produk revolusi industry 4.0. Pembelajaran digital merupakan ‘a large collection of computers in networks that are tied together so that many users can share their vast resources’. Selain itu, model pembelajaran Prediction, Observation, Explanation, Elaboration, Write dan Evaluation (POE2WE) dikembangkan dari model pembelajaran POEW dan model pembelajaran Fisika dengan Pendekatan Konstruktivistik. Oleh karena itu, Blended Learning digunakan untuk mensintesis pembelajaran tatap muka dan pembelajaran berbasis online menjadi satu campuran yang terintegrasi sehingga dapat menciptakan dampak yang tinggi, efisien, dan menarik. Secara praktis, blended learning berarti bahwa pembelajaran (pembelajaran tatap muka dalam kelas) juga dilengkapi dengan format elektronik lainnya (e-learning) untuk membuat suatu program pembelajaran yang optimal. Hal ini disebabkan karena pemanfaatan E-Learning sangat diunggulkan dibanding dengan Pembelajaran Konvensional secara tatap muka.