Nuruddin Priya Budi Santosa
Universitas Tunas Pembangunan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Talenta Inklusif Masyarakat Desa Kepatihan Melalui Edukasi Pengelolaan Limbah Pertanian untuk Mendukung Pengembangan Agrowisata dan Sport Tourism Desa Hijau Nuruddin Priya Budi Santosa; Susilaningtyas Budiana Kurniawati; Nobertus Citra Irawan; Zandra Dwanita Widodo; Teguh Santosa; Agus Supriyoko; Fatkhul Imron; Retnoning Ambarwati; Eny Kusumawati
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i1.8569

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tingginya produksi limbah pertanian di Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, yang belum dikelola secara optimal dan masih menimbulkan persoalan lingkungan. Di sisi lain, desa ini memiliki potensi sumber daya alam dan sosial yang dapat dikembangkan menjadi kawasan agrowisata dan sport tourism berbasis desa hijau. Kegiatan ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan kapasitas awal masyarakat dalam memahami pengelolaan limbah pertanian yang bernilai ekonomi, (2) memperkuat talenta inklusif dalam kewirausahaan hijau, dan (3) menumbuhkan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung ekonomi desa berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) partisipatif yang melibatkan 15 peserta yang terdiri atas pelaku UMKM, kelompok tani, karang taruna, perangkat desa, dan perempuan tani. Data yang dikumpulkan meliputi hasil diskusi kelompok, catatan lapangan fasilitator, lembar identifikasi kebutuhan, dokumentasi kegiatan, serta rumusan rencana tindak lanjut peserta. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui tahap reduksi data, kategorisasi tematik, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan tabulasi frekuensi sederhana dari temuan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 70% pelaku UMKM belum memiliki pencatatan keuangan yang terstruktur dan lebih dari 60% limbah pertanian belum dimanfaatkan secara produktif. Setelah kegiatan, masyarakat menunjukkan penguatan kapasitas awal yang terlihat dari meningkatnya pemahaman tentang potensi ekonomi limbah pertanian, pentingnya pencatatan keuangan digital sederhana, dan kemampuan menyusun rencana aksi kolektif. Kegiatan ini juga menghasilkan pembentukan kelompok kerja tematik pada bidang eco-product, eco-tourism, dan green finance sebagai bentuk penguatan talenta inklusif dan kolaborasi desa. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dan inklusif efektif sebagai langkah awal untuk memperkuat kapasitas masyarakat, meningkatkan kesadaran ekologis, dan membangun fondasi sosial-ekonomi bagi pengembangan agrowisata serta sport tourism berkelanjutan di Desa Kepatihan.
Ekonomi Sirkular Dari Desa: Edukasi dan Inovasi Talenta Muda dalam Pengelolaan Limbah Berkelanjutan Susilaningtyas B Kurniawati; Nuruddin Priya Budi Santosa; Zandra Dwanita Widodo; Michael Andriano Zulfikar; Vela Agustin; Julianto Jati; Zidan Nurwahid
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v5i1.8730

Abstract

Permasalahan pengelolaan limbah di pedesaan masih menjadi tantangan serius yang berdampak pada penurunan kualitas lingkungan. Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri belum memiliki sistem pengelolaan limbah terpadu. Program dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif kolaboratif, mencakup tiga tahapan utama: (1) identifikasi kebutuhan mitra dan potensi lokal, (2) pelatihan interaktif melalui sesi tatap muka, diskusi kelompok, dan praktik langsung, serta (3) evaluasi partisipatif dan replikasi hasil. Dua mitra utama terlibat aktif dalam kegiatan ini, yaitu Kelompok Tani Subur Makmur dan Karang Taruna Indonesia Desa Kepatihan. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap keterampilan teknis dan kesadaran ekologis masyarakat. Tingkat penguasaan pengelolaan limbah organik meningkat dari 35% menjadi 75%, sementara diversifikasi produk berbasis limbah naik dari 15% menjadi 55%. Produk yang dihasilkan meliputi pupuk organik, pakan ternak pelet, pupuk cair, serta kerajinan daur ulang (eco-craft). Selain itu, muncul unit usaha baru seperti Bank Sampah Karang Taruna dan Subur Makmur Green Product, yang berperan dalam memperkuat ekonomi sirkular desa. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil membangun model pemberdayaan berbasis ekonomi hijau yang memadukan edukasi, inovasi teknologi, dan kepemimpinan talenta muda desa. Model ekonomi sirkular dari desa ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menurunkan timbulan limbah secara berkelanjutan.