p-Index From 2021 - 2026
0.961
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Cahaya Edukasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

⁠Efektivitas Fitoterapi terhadap Peningkatan Sistem Imunitas Tubuh: Literature Review Nawwar Irfan; Cindy Maisharah Putri; Yona Arizka Tobing; Nur Sintya; Susanti Azharah
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Cahaya Edukasi
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i1.310

Abstract

Sistem imunitas memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari berbagai infeksi dan gangguan kesehatan. Penurunan fungsi sistem imun dapat meningkatkan risiko penyakit, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Fitoterapi atau pemanfaatan tanaman obat merupakan salah satu pendekatan alternatif yang banyak dikembangkan karena kandungan senyawa bioaktifnya yang berpotensi sebagai imunomodulator. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas fitoterapi terhadap peningkatan sistem imunitas tubuh berdasarkan hasil penelitian ilmiah. Metode yang digunakan adalah telaah pustaka terhadap jurnal nasional yang membahas aktivitas imunomodulator tanaman herbal. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai tanaman obat, seperti sambiloto, jambu biji, pepaya, serta tanaman dari famili Zingiberaceae, mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, polifenol, saponin, dan tanin yang mampu meningkatkan respon imun melalui peningkatan aktivitas fagositosis, proliferasi limfosit, dan modulasi respon imun seluler maupun humoral. Berdasarkan hasil kajian, fitoterapi memiliki potensi yang signifikan sebagai terapi pendukung dalam meningkatkan sistem imunitas tubuh dan dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai alternatif berbasis bahan alam.
Aromaterapi Lavender sebagai Alternatif Relaksasi dan Ketenangan pada Kecemasan dan Depresi ringan: Literature Review Nawwar Irfan; Sonia Wilia Pratiwi; Cesar Putri Andita; Putri Suci Rahmayani; Aisyara Yuliskania
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Cahaya Edukasi
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i1.313

Abstract

Kecemasan dan depresi dapat dikelola dengan pendekatan farmakologi dan non-farmakologi, Ada pilihan pengobatan pelengkap untuk depresi dan kecemasan, dan tidak semuanya termasuk penggunaan obat obatan farmakologi. Aromaterapi sudah lama dikenal dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat. Literature review ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas aromaterapi lavender sebagai relaksasi dan ketenangan pada kecemasan dan depresi ringan berdasarkan hasil penelitian ilmiah. Metode yang digunakan adalah telaah pustaka terhadap jurnal nasional dan internasional yang membahas aktivitas aromaterapi  tanaman herbal. Hasil kajian menunjukkan Kandungan minyak atsiri lavender dalam aromaterapi dapat memberikan efek baik bagi kondisi kesehatan, seperti relaksasi tubuh, pengaturan emosi, insomnia, dan depresi kecemasan, serta depresi ringan. Berdasarkan hasil kajian, Secara biologis dan psikologis efek terapeutik aromaterapi lavender berkaitan dengan kandungan aktif seperti linalool dan linalyl acetate yang bekerja pada sistem saraf pusat melalui peningkatan neurotransmiter serotonin dan dopamin, modulasi sistem GABA, serta penekanan respons stres melalui sumbu hypothalamic–pituitary–adrenal (HPA).
LITERATURE REVIEW: MEKANISME FARMAKOLOGIS TANAMAN OBAT YANG BERPOTENSI SEBAGAI AGEN KARDIOPROTEKTIF Nawwar Irfan; Dwi Fujy Yohana Putri; Irmah Syahriani; Roni Septian; Septiana Dachi; Safira Wulandari
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Cahaya Edukasi
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i1.314

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian di dunia dan berhubungan dengan hipertensi, disfungsi endotel, stres oksidatif, serta gangguan hemostasis. Terapi konvensional efektif, namun penggunaan jangka panjang berisiko menimbulkan efek samping sehingga diperlukan pendekatan komplementer yang lebih aman. Literature review ini bertujuan mengkaji mekanisme farmakologis tanaman obat yang berpotensi sebagai agen kardioprotektif. Metode yang digunakan adalah studi literatur dari artikel ilmiah nasional dan internasional yang diperoleh melalui google scholar dan semantic scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai tanaman obat, seperti carica papaya, allium sativum, apium graveolens, hibiscus sabdariffa, moringa oleifera, averrhoa bilimbi, zingiber officinale, curcuma aeruginosa, abelmoschus esculentus, dan genus artocarpus, memiliki aktivitas antihipertensi, vasodilatasi, antiplatelet, dan antikoagulan. Aktivitas tersebut berkaitan dengan mekanisme penghambatan enzim ace, peningkatan bioavailabilitas nitric oxide, aktivitas antioksidan, serta modulasi agregasi trombosit dan koagulasi darah. Efek kardioprotektif ini dipengaruhi oleh kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, dan senyawa fenolik. Meskipun menjanjikan, diperlukan penelitian lanjutan untuk mendukung pemanfaatannya secara klinis.
FITOTERAPI TANAMAN OBAT PADA PENYAKIT INFEKSI SALURAN PENCERNAAN DENGAN MANIFESTASI DIARE: TINJAUAN LITERATUR Nawwar Irfan; Cindy Anggrella; Annisaul Hanifa; Shavira Alfianie Fajri; M. Zaky Alfauzi; Nadya Noviya
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Cahaya Edukasi
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i1.317

Abstract

Penyakit infeksi saluran pencernaan merupakansalah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di negaraberkembang, termasuk Indonesia, dengan diare sebagaimanifestasi klinis yang paling sering dijumpai.Penatalaksanaan infeksi saluran pencernaan umumnyamelibatkan penggunaan antibiotik, namun penggunaan yangtidak rasional dapat memicu resistensi dan efek samping.Oleh karena itu, pemanfaatan fitoterapi berbasis tanamanobat menjadi alternatif yang potensial dan relevan dengankearifan lokal masyarakat. Penelitian ini bertujuan untukmengkaji secara sistematis potensi tanaman obat dalampenanganan penyakit infeksi saluran pencernaan berdasarkanbukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah literaturereview terhadap artikel yang dipublikasikan pada periode2020-2025, dengan sumber pencarian melalui GoogleScholar menggunakan kata kunci terkait fitoterapi, tanamanobat, dan sistem pencernaan. Hasil kajian terhadap dua puluhartikel menunjukkan bahwa berbagai tanaman obat sepertijambu biji, kunyit, jahe merah, delima, dan gambir putihmengandung senyawa bioaktif utama berupa flavonoid,tanin, alkaloid, dan fenolik yang berperan dalammenghambat pertumbuhan patogen, menurunkan motilitasusus, serta mengurangi sekresi cairan. Meskipun sebagianbesar penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikanmelalui uji in vitro dan in vivo, keterbatasan masih ditemukanpada aspek uji klinis manusia dan standarisasi mutu sediaanherbal. Dengan demikian, fitoterapi tanaman obat memilikipotensi besar sebagai terapi alternatif atau pendukung dalampenanganan penyakit infeksi saluran pencernaan, namunmemerlukan pengembangan penelitian lanjutan yang lebihterstandar dan berbasis klinis.
Review Article: Pemanfaatan Tanaman Herbal Sebagai Terapi Pendukung Kanker Payudara Nawwar Irfan; Rahma Septriyani; Dhea Faradiva Anuar; Silvia Novelda
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Cahaya Edukasi
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i1.318

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit dengan prevalensi tinggi pada wanita dan menjadi penyebab utama kematian akibat kanker. Penatalaksanaan kanker payudara umumnya menggunakan terapi konvensional seperti pembedahan, kemoterapi, dan radioterapi. Namun, terapi tersebut sering menimbulkan efek samping yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi yang lebih aman, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman herbal. Artikel ini bertujuan untuk meninjau potensi tanaman herbal sebagai agen antikanker payudara berdasarkan hasil penelitian ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (literature review) dengan penelusuran artikel melalui Google Scholar menggunakan kata kunci “kanker payudara”, “tanaman obat”, dan “antikanker”. Artikel yang dianalisis merupakan artikel original dengan akses teks lengkap yang dipublikasikan pada rentang tahun 2021 hingga 2026. Sebanyak 20 artikel yang meliputi penelitian in vitro dan in silico dianalisis dalam tinjauan ini. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa berbagai tanaman herbal, seperti daun sirsak, seledri, kencana ungu, glodokan tiang, daun sembung, bidara Arab, serta sumber hayati laut Indonesia, memiliki potensi sebagai agen antikanker payudara. Aktivitas antikanker tersebut umumnya bekerja melalui mekanisme penghambatan proliferasi sel kanker dan induksi apoptosis yang dipengaruhi oleh kandungan metabolit sekunder, antara lain flavonoid, alkaloid, terpenoid, saponin, dan polifenol. Berdasarkan hasil tinjauan, tanaman herbal berpotensi dikembangkan sebagai terapi pendukung kanker payudara, namun masih diperlukan penelitian lanjutan untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.
LITERATURE REVIEW : POTENSI TANAMAN OBAT SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN DIABETES Nawwar Irfan; Yuningsih Sriyana Nathwa; Elonita Agustina Naibaho; Sabrinaya Sabrinaya; Nico Delta Van Basten
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Cahaya Edukasi
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i1.321

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan sekresi atau kerja insulin, dengan prevalensi yang terus meningkat secara global. Penggunaan obat antidiabetes sintetik dalam jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serta keterbatasan akses dan biaya, sehingga pemanfaatan tanaman obat sebagai terapi alternatif menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi tanaman obat sebagai alternatif pengobatan diabetes melitus berdasarkan bukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah literature review dengan penelusuran artikel ilmiah nasional dan internasional melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect. Artikel yang dianalisis merupakan publikasi lima tahun terakhir yang melaporkan aktivitas antidiabetes tanaman obat melalui uji in vitro, in vivo, maupun in silico. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai tanaman obat, seperti daun jambu biji, daun bidara, daun cengkeh, brotowali, daun seledri, daun ganitri, dan kulit bawang merah, memiliki aktivitas antidiabetes yang signifikan. Aktivitas tersebut berkaitan dengan kandungan metabolit sekunder berupa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan polifenol yang bekerja melalui mekanisme penghambatan enzim α-glukosidase dan α-amilase, peningkatan sensitivitas insulin, serta perbaikan struktur sel β pankreas. Beberapa ekstrak tanaman bahkan menunjukkan efektivitas yang sebanding atau lebih tinggi dibandingkan obat standar seperti metformin dan acarbose. Dengan demikian, tanaman obat berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai terapi alternatif diabetes melitus yang lebih aman, ekonomis, dan mudah diakses.