Penyakit infeksi saluran pencernaan merupakansalah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di negaraberkembang, termasuk Indonesia, dengan diare sebagaimanifestasi klinis yang paling sering dijumpai.Penatalaksanaan infeksi saluran pencernaan umumnyamelibatkan penggunaan antibiotik, namun penggunaan yangtidak rasional dapat memicu resistensi dan efek samping.Oleh karena itu, pemanfaatan fitoterapi berbasis tanamanobat menjadi alternatif yang potensial dan relevan dengankearifan lokal masyarakat. Penelitian ini bertujuan untukmengkaji secara sistematis potensi tanaman obat dalampenanganan penyakit infeksi saluran pencernaan berdasarkanbukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah literaturereview terhadap artikel yang dipublikasikan pada periode2020-2025, dengan sumber pencarian melalui GoogleScholar menggunakan kata kunci terkait fitoterapi, tanamanobat, dan sistem pencernaan. Hasil kajian terhadap dua puluhartikel menunjukkan bahwa berbagai tanaman obat sepertijambu biji, kunyit, jahe merah, delima, dan gambir putihmengandung senyawa bioaktif utama berupa flavonoid,tanin, alkaloid, dan fenolik yang berperan dalammenghambat pertumbuhan patogen, menurunkan motilitasusus, serta mengurangi sekresi cairan. Meskipun sebagianbesar penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikanmelalui uji in vitro dan in vivo, keterbatasan masih ditemukanpada aspek uji klinis manusia dan standarisasi mutu sediaanherbal. Dengan demikian, fitoterapi tanaman obat memilikipotensi besar sebagai terapi alternatif atau pendukung dalampenanganan penyakit infeksi saluran pencernaan, namunmemerlukan pengembangan penelitian lanjutan yang lebihterstandar dan berbasis klinis.
Copyrights © 2026