Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FITOTERAPI TANAMAN OBAT PADA PENYAKIT INFEKSI SALURAN PENCERNAAN DENGAN MANIFESTASI DIARE: TINJAUAN LITERATUR Nawwar Irfan; Cindy Anggrella; Annisaul Hanifa; Shavira Alfianie Fajri; M. Zaky Alfauzi; Nadya Noviya
Jurnal Cahaya Edukasi Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Cahaya Edukasi
Publisher : Cahaya Smart Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63863/jce.v3i1.317

Abstract

Penyakit infeksi saluran pencernaan merupakansalah satu masalah kesehatan yang banyak terjadi di negaraberkembang, termasuk Indonesia, dengan diare sebagaimanifestasi klinis yang paling sering dijumpai.Penatalaksanaan infeksi saluran pencernaan umumnyamelibatkan penggunaan antibiotik, namun penggunaan yangtidak rasional dapat memicu resistensi dan efek samping.Oleh karena itu, pemanfaatan fitoterapi berbasis tanamanobat menjadi alternatif yang potensial dan relevan dengankearifan lokal masyarakat. Penelitian ini bertujuan untukmengkaji secara sistematis potensi tanaman obat dalampenanganan penyakit infeksi saluran pencernaan berdasarkanbukti ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah literaturereview terhadap artikel yang dipublikasikan pada periode2020-2025, dengan sumber pencarian melalui GoogleScholar menggunakan kata kunci terkait fitoterapi, tanamanobat, dan sistem pencernaan. Hasil kajian terhadap dua puluhartikel menunjukkan bahwa berbagai tanaman obat sepertijambu biji, kunyit, jahe merah, delima, dan gambir putihmengandung senyawa bioaktif utama berupa flavonoid,tanin, alkaloid, dan fenolik yang berperan dalammenghambat pertumbuhan patogen, menurunkan motilitasusus, serta mengurangi sekresi cairan. Meskipun sebagianbesar penelitian menunjukkan hasil yang menjanjikanmelalui uji in vitro dan in vivo, keterbatasan masih ditemukanpada aspek uji klinis manusia dan standarisasi mutu sediaanherbal. Dengan demikian, fitoterapi tanaman obat memilikipotensi besar sebagai terapi alternatif atau pendukung dalampenanganan penyakit infeksi saluran pencernaan, namunmemerlukan pengembangan penelitian lanjutan yang lebihterstandar dan berbasis klinis.
Literatur Review: Pengaruh Berbagai Jenis Bahan Pengikat Alami dan Sintetik Terhadap Karakteristik Fisik Tablet Muhammad Arif; Siti Nurfadilah; Lupia Afifi; Annisaul Hanifa; Siti Bella; Zahra Nabilah; Kartika Aggreany Siahaan; Ma’ruf Arfiyansyah; Elsi Amanda Putri; Safhira Salsa Maliki; Hasiela Nurfajrina Seprizal; Nur Hikmah
Journal of Literature Review Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/6hd3wy79

Abstract

Eksipien merupakan komponen penting dalam formulasi tablet yang berfungsi mendukung proses pembuatan serta menentukan mutu sediaan akhir. Salah satu eksipien yang berperan penting adalah bahan pengikat yang berfungsi meningkatkan kohesi antarpartikel sehingga menghasilkan tablet dengan kekuatan mekanik yang baik. Seiring meningkatnya perhatian terhadap penggunaan bahan yang aman, ekonomis, dan ramah lingkungan, eksipien alami semakin banyak dikembangkan sebagai alternatif bahan pengikat sintetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan perkembangan eksipien alami sebagai bahan pengikat dalam formulasi tablet melalui metode review sistematis. Literatur diperoleh dari berbagai jurnal nasional dan internasional yang dipublikasikan pada periode 2021-2026. Sebanyak 25 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis berdasarkan jenis eksipien alami, karakteristik fisikokimia, serta pengaruhnya terhadap mutu fisik tablet. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai eksipien alami seperti pati biji durian, pati biji nangka, pati garut, pati talas, pati pisang goroho, tepung porang, mukilago fenugreek, mukilago Hibiscus rosa-sinensis, gom arab, gelatin, dan selulosa mikrokristalin dari nata ganyong memiliki potensi yang baik sebagai bahan pengikat. Penggunaan eksipien alami terbukti mampu meningkatkan kekerasan tablet, menurunkan kerapuhan, memperbaiki sifat alir granul, serta menghasilkan tablet yang memenuhi persyaratan farmakope. Selain itu, eksipien alami memiliki keunggulan berupa biokompatibilitas tinggi, biodegradabilitas, ketersediaan yang melimpah, dan biaya yang relatif rendah.