Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Mutu Stik Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) Dengan Variasi Konsentrasi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) : Quality Characteristics Of Skipjack Tuna (Euthynnus Affinis) Sticks With Various Concentrations Of Moringa Leaf Flour (Moringa Oleifera Suryani Suryani; Nurimansyah Nurimansyah; Assrorudin Assrorudin; Ningrum Dwi Hastuti; Ayu Dian Pratiwi Permatahati
Journal of Food Industrial Technology Vol. 3 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v3i2.7100

Abstract

Stik ikan tongkol merupakan produk makanan ringan berbasis ikan yang memiliki potensi sebagai alternatif snack bergizi. Namun, inovasi pengolahan produk ini masih terbatas, sehingga diperlukan upaya pengembangan formulasi yang dapat mempertahankan karakteristik mutu sensori produk. Penelitian ini mengeksplorasi penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan fungsional dalam formulasi stik ikan tongkol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi tepung daun kelor terhadap karakteristik sensori, mutu fisik (kadar air), serta tingkat penerimaan konsumen pada produk stik ikan tongkol. Parameter pengujian meliputi uji sensorik hedonik (warna, aroma, tekstur, dan rasa) oleh 20 panelis menggunakan skala 1–5, serta analisis kadar air secara gravimetri. Pengujian kandungan gizi seperti vitamin dan mineral tidak dilakukan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan secara statistik (P>0,05) pada seluruh parameter sensorik. Formulasi terbaik diperoleh pada perlakuan P2 (10 g tepung daun kelor) dengan skor warna 3,70 dan tekstur 4,05. Kadar air produk berkisar antara 3,91% hingga 6,83%, di mana nilai pada P2 sedikit melampaui batas maksimum SNI sehingga perlu dikaji lebih lanjut. Secara keseluruhan, produk stik ikan tongkol dengan penambahan tepung daun kelor masih dapat diterima konsumen dan berpotensi dikembangkan sebagai makanan ringan berbasis bahan lokal.