Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pendekatan supply chain operations reference dan fuzzy quality function deployment untuk peningkatan kinerja rantai pasok minuman lidah buaya Nurimansyah Nurimansyah; Wike Agustin Prima Dania; Arif Hidayat
AGROINTEK Vol 18, No 3 (2024)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v18i3.21953

Abstract

Pontianak is Indonesia's largest Aloe vera producer, with several SMEs that process Aloe vera into food and beverage products. SME XYZ stands as one of the major SMEs in the city of Pontianak. The continuous emergence of competitors and complaints from retailers unsatisfied with the provided services have compelled SME XYZ to identify the root causes of these issues. Subsequently, they must determine various solutions for performance improvement. However, in reality not all input variables can be numerated so that they must be developed into linguistic variables expressed in fuzzy because it is considered more appropriate to describe the input obtained form consumer desires so that it can be used as input to the system. This research aims to identify and map the desired retailer needs using the Supply Chain Operation Reference (SCOR) method. The goal is to provide a performance improvement strategy using the Quality Function Deployment (QFD) method to meet retailer desires and requirements.  Data collection techniques involve conducting interviews and questionnaires with retailers and SME XYZ and conducting thorough literature studies. The research results reveal that retailers use 13 Key Performance Indicators (KPIs) to assess SME XYZ. The highest priorities for retailers regarding SME XYZ include consistent product quality, prompt handling of complaints, the ability to fulfill unexpected orders, and quality assurance certification. The top priority KPI for SME XYZ's improvement is the development of attractive product packaging. Within this context, SME XYZ provides seven technical responses to meet retailer needs. The most critical technical response, rated at 7.74, revolves around enhancing producer competence.
Pengamatan Kadar Air Tepung Terigu Selama Penyimpanan Di Laboratorium Dan Gudang Sebagai Upaya Pengendalian Mutu Di Pt. Xyz Kabupaten Mempawah: Observation Of Wheat Flour Moisture Content During Storage In The Laboratory And Warehouse As A Quality Control Efforts At Pt. Xyz, Mempawah Regency Aria Sinir Lintang; Nurimansyah Nurimansyah; Ningrum Dwi Hastuti; Yudi Maulana; Natanael Hasta Pelita Asmara
Journal of Food Industrial Technology Vol. 3 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v3i2.6961

Abstract

Tepung terigu merupakan bahan baku utama dalam industri pangan yang bersifat higroskopis, sehingga kadar airnya mudah berubah selama penyimpanan dan dapat mempengaruhi mutu produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kadar air tepung terigu berdasarkan jenis tepung dan kondisi penyimpanan sebagai upaya pengendalian mutu di PT. XYZ Kabupaten Mempawah. Sampel yang digunakan terdiri atas empat jenis tepung terigu berdasarkan kandungan protein, yaitu proten tinggi (C), protein sedang (B dan H), dan protein rendah (P),yang disimpan pada dua kondisi berbeda, yaitu laboratorium dan gudang. Pengamatan dilakukan selama 10 minggu dengan metode oven, serta pencatatan suhu dan kelembaban relatif lingkungan penyimpanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar air seluruh sampel cenderung meningkat selama penyimpanan, dengan perubahan yang lebih tinggi pada penyimpanan di gudang dibandingkan laboratorium. Rata-rata kadar air tepung terigu yang disimpan di laboratorium berada pada kisaran 11,54%-11,64%, sedangkan di gudang berkisar 13,76%-14,00%. Selisih kenaikan kadar air antara laboratorium dan gudnag masing-masing sebesar 2,20%-2,36%. Kondisi ini didukung oleh kelembapan relatif gudang yang lebih tinggi (rata-rata 71,8%) dibandingkan laboratorium (58,6%). Penelitian ini menunjukan bahwa kondisi lingkungan, penyimpanan, khususnya kelembapan berpengaruh terhadap stabilitas kadar air tepung terigu, sehingga pengendalian penyimpanan menjadi faktor penting dalam menjaga mutu bahan baku.
Pengolahan Nugget Ayam Dengan Penambahan Ubi Jalar: Processing Of Chicken Nuggets With The Addition Of Sweet Potato Julita fery fannya; Nurimansyah Nurimansyah; Rois Indriawan; Ningrum Dwi Hastuti; Assrorudin Assrorudin
Journal of Food Industrial Technology Vol. 3 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v3i2.7099

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ubi jalar terhadap karakteristik nugget ayam yang dihasilkan, yaitu sifat fisik, kimia, dan organoleptik. Nugget ayam adalah produk olahan daging yang praktis dan banyak digemari hampir oleh semua kalangan, namun umumnya memiliki kandungan serat yang rendah. Oleh karena itu, dilakukan inovasi dengan penambahan ubi jalar sebagai sumber serat dan bahan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan beberapa variasi konsentrasi penambahan ubi jalar. Parameter yang diamati meliputi kadar air sebagai sifat kimia, serta uji organoleptik yang mencakup warna, aroma, tekstur, dan rasa untuk mengetahui tingkat penerimaan panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ubi jalar berpengaruh terhadap karakteristik nugget ayam, baik secara kimia maupun organoleptik. Semakin tinggi penambahan ubi jalar cenderung meningkatkan kadar air serta mempengaruhi tekstur dan warna produk. Secara organoleptik, perlakuan tertentu memberikan tingkat kesukaan panelis terbaik. Dengan demikian, penambahan ubi jalar berpotensi meningkatkan nilai gizi serta memberikan variasi karakteristik produk nugget ayam.
Karakteristik Mutu Stik Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) Dengan Variasi Konsentrasi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) : Quality Characteristics Of Skipjack Tuna (Euthynnus Affinis) Sticks With Various Concentrations Of Moringa Leaf Flour (Moringa Oleifera Suryani Suryani; Nurimansyah Nurimansyah; Assrorudin Assrorudin; Ningrum Dwi Hastuti; Ayu Dian Pratiwi Permatahati
Journal of Food Industrial Technology Vol. 3 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v3i2.7100

Abstract

Stik ikan tongkol merupakan produk makanan ringan berbasis ikan yang memiliki potensi sebagai alternatif snack bergizi. Namun, inovasi pengolahan produk ini masih terbatas, sehingga diperlukan upaya pengembangan formulasi yang dapat mempertahankan karakteristik mutu sensori produk. Penelitian ini mengeksplorasi penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan fungsional dalam formulasi stik ikan tongkol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi tepung daun kelor terhadap karakteristik sensori, mutu fisik (kadar air), serta tingkat penerimaan konsumen pada produk stik ikan tongkol. Parameter pengujian meliputi uji sensorik hedonik (warna, aroma, tekstur, dan rasa) oleh 20 panelis menggunakan skala 1–5, serta analisis kadar air secara gravimetri. Pengujian kandungan gizi seperti vitamin dan mineral tidak dilakukan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan secara statistik (P>0,05) pada seluruh parameter sensorik. Formulasi terbaik diperoleh pada perlakuan P2 (10 g tepung daun kelor) dengan skor warna 3,70 dan tekstur 4,05. Kadar air produk berkisar antara 3,91% hingga 6,83%, di mana nilai pada P2 sedikit melampaui batas maksimum SNI sehingga perlu dikaji lebih lanjut. Secara keseluruhan, produk stik ikan tongkol dengan penambahan tepung daun kelor masih dapat diterima konsumen dan berpotensi dikembangkan sebagai makanan ringan berbasis bahan lokal.
Pengaruh substitusi tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) dan tepung kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) terhadap sifat kimia dan organoleptik brownies crispy Rina Kurniati; Ningrum Dwi Hastuti; Ayu Dian Pratiwi Permatahati; Nurimansyah; Rois Indriawan
TEKNOLOGI PANGAN : Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian Vol 17 No 2 (2026)
Publisher : Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Yudharta, Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/4vzmfh71

Abstract

Brownies crispy adalah makanan manis berbahan dasar cokelat yang terbuat dari tepung terigu, ditandai dengan kandungan protein nabati yang rendah dan indeks glikemik yang tinggi, sehingga tidak cocok untuk siapa pun yang mencari pola makan bergizi seimbang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh substitusi tepung MOCAF (Modified Cassava Flour) dan tepung kacang merah (Phaseolus vulgaris L.) terhadap sifat kimia dan organoleptik brownies crispy, serta menentukan formulasi terbaik. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan tiga perlakuan: P1 (75% mocaf : 25% tepung kacang merah), P2 (50% mocaf : 50% tepung kacang merah), dan P3 (25% mocaf : 75% tepung kacang merah). Karakteristik yang dievaluasi meliputi analisis kimia kandungan air dan protein, serta penilaian organoleptik aroma, rasa, tekstur, dan warna menggunakan metode hedonik dengan 25 panelis yang tidak terlatih. Data dianalisis dengan menggunakan One-Way ANOVA pada tingkat signifikansi 5%, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan rasio tepung kacang merah secara signifikan memengaruhi kandungan air (1,33%–3,89%) dan kandungan protein (2,68%–10,93%). Seluruh perlakuan memenuhi standar kadar air SNI 2973-2011 (maksimal 5%), sedangkan P2 dan P3 memenuhi standar minimum kadar protein 5%. Dari segi organoleptik, tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap atribut organoleptik, termasuk aroma, rasa, tekstur, dan warna. Semua perlakuan menunjukkan hasil yang sebanding di semua kriteria. Perlakuan terbaik adalah P2 (50% mocaf : 50% tepung kacang merah) dengan kadar protein 5,33%, kadar air 3,55%, nilai hedonik tekstur tertinggi (6,16), serta aroma dan rasa yang disukai panelis sesuai standar mutu SNI 2973-2011.
Analisa penyebab kerusakan produk cocopeat menggunakan diagram fishbone pada UMKM XYZ Dwi Adi Prastyo; Ira Arianti; Rois Indriawan; Irfan Cholid; Nurimansyah
Jurnal Teknik Industri dan Manajemen Rekayasa Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jtimr.v4i1.14946

Abstract

[Analysis of the causes of damage to cocopeat products using a fishbone diagram in MSME XYZ] The cocopeat processing industry at the micro, small, and medium enterprise (MSME) level faces serious challenges related to product defects that negatively affect product value and consumer trust. This study aims to identify types of product damage in cocopeat and to systematically analyze the contributing factors at MSME XYZ. A descriptive qualitative approach was employed, guided by a quality management framework centered on root cause analysis. Data were collected through in-depth interviews with the business owner and production operators. The collected data were analyzed using a fishbone diagram with the 5M+1E categorization framework, encompassing the factors of man, machine, material, method, measurement, and environment. Fishbone diagram analysis revealed four primary factors contributing to cocopeat product defects: insufficient operator supervision during the packaging process (man), absence of scheduled maintenance for the shredding machine (machine), low pH characteristics of raw materials due to geographical factors (material), and manual portioning processes without standardized weighing tools (method). Product defects in MSME X's cocopeat are not caused by a single factor but rather by a combination of systemic weaknesses in the production process spanning human resources, equipment, raw materials, and work procedures, thereby necessitating comprehensive and structured improvements.
Karakteristik Fisikokimia, dan Sensorik Minuman Probiotik Tepache Kulit Nanas (Ananas Comosus L.) Dengan Variasi Penambahan Kayu Manis (Cinnamomum Verum) dan Cengkeh (Syzygium Aromaticum) Imam Surya Permana; Ayu Dian Pratiwi Permatahati; Rois Indriawan; Dian Fitriarni; Nurimansyah Nurimansyah
Jurnal Riset, Inovasi, Teknologi & Terapan Vol 4, No 2 (2026): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/ristera.v4i2.9559

Abstract

Tepache is a traditional fermented beverage made from pineapple peel with potential as a functional food. The addition of spices such as cinnamon and cloves is expected to influence the physicochemical and sensory characteristics of the product. This study aimed to examine the effect of spice variation on pH, total soluble solids (°Brix), titratable acidity (TAT), and sensory acceptability of pineapple peel tepache. A completely randomized design (CRD) with three treatments was applied: P1 (control), P2 (cinnamon 3 g/L), and P3 (cinnamon 3 g/L + cloves 1 g/L), each with three replications. Results showed that spice addition significantly affected pH and TAT, but not °Brix. pH increased with spice addition: P1 (3.23), P2 (3.30), and P3 (4.04), while TAT decreased from P1 (0.74%), P2 (0.62%), to P3 (0.51%). °Brix ranged from 8.00 to 9.00 across all treatments. Based on the Friedman Test, the scoring test showed that P3 had the highest mean rank for color, aroma, taste, and viscosity intensity, while the hedonic test showed P1 was preferred in aroma, but P3 was more preferred in taste and overall acceptability. The combination of cinnamon and cloves synergistically inhibited lactic acid bacteria activity, affecting the acid profile of the product; however, further optimization of spice concentration is needed to improve consumer aroma acceptance.
Desain Pengemasan Bingke Tradisional Terhadap Mutu Produk dan Daya Tarik Konsumen Putri Ramadhani; Nurimansyah Nurimansyah; Ningrum Dwi Hastuti; Irfan Cholid; Ira Arianti
Jurnal Riset, Inovasi, Teknologi & Terapan Vol 4, No 2 (2026): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/ristera.v4i2.9630

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengembangan desain kemasan produk Bingke tradisional guna meningkatkan mutu serta daya tarik di mata konsumen, dengan menggunakan pendekatan Quality Function Deployment (QFD) 4 Phase. Metode yang digunakan bersifat kuantitatif melalui teknik purposive sampling yang melibatkan 33 responden. Pengumpulan data dilakukan lewat kuesioner, kemudian diolah menggunakan uji validitas, reliabilitas, serta metode QFD yang mencakup empat tahapan: perencanaan produk, komponen, proses, dan produksi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa instrumen penelitian memiliki keandalan sangat tinggi, ditandai dengan nilai Cronbach Alpha 0,961, dan seluruh indikator dinyatakan valid. Berdasarkan Voice of Customer (VOC), konsumen mengutamakan kemasan yang mencerminkan identitas tradisional, mampu melindungi produk, memuat informasi lengkap, kuat saat dibawa, serta aman dan nyaman digunakan. Melalui analisis House of Quality (HOQ), diperoleh prioritas teknis yang meliputi penggunaan warna dan ilustrasi menarik, konsistensi tipografi dan logo, penerapan seal dan plastik dalam, finishing cetak berkualitas tinggi, serta kelengkapan label informasi. Rekomendasi akhir mengarah pada penggunaan box kokoh berbahan food-grade yang dilengkapi elemen visual dan budaya lokal, sehingga mampu meningkatkan nilai estetika, keamanan, dan daya saing produk Bingke tradisional.
Pengaruh Metode Pasteurisasi terhadap Karakteristik Kimia dan Sensori Tepache Amos Amos; Nurimansyah Nurimansyah; A. Nova Zulfahmi; Martanto Martanto; Assrorudin Assrorudin
Jurnal Riset, Inovasi, Teknologi & Terapan Vol 4, No 2 (2026): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/ristera.v4i2.9557

Abstract

Tepache is a traditional fermented beverage made from pineapple peels that has the potential to be developed into a value-added product. Without preservation treatment, the fermentation process continues during storage, causing the acidity level to rise and limiting the shelf life. Pasteurization is one method that could potentially be applied, but its effects on the chemical and sensory characteristics of tepache have not yet been studied. This study aims to examine the effects of two pasteurization methods on the chemical and sensory characteristics of tepache. Three treatments were applied in a one-factor completely randomized design (CRD) with two replicates: a control without thermal treatment (P0), pasteurization at 63 °C for 30 minutes (P1), and pasteurization at 80 °C for 5 minutes (P2). The chemical parameters analyzed included pH, total titratable acidity (TTA), and vitamin C content, while the sensory evaluation was conducted by 20 semi-trained panelists. The chemical data were analyzed using one-way ANOVA, and the sensory data were analyzed using the Friedman test at a significance level of α = 5%. The pasteurization method had no significant effect on any of the parameters. pH values ranged from 3.460 to 3.478, TTA ranged from 0.643 to 0.733% lactic acid, and vitamin C content ranged from 50.08 to 58.66 mg/100 g. Sensory evaluations of color, aroma, taste, and overall impression also showed no significant differences, with scores ranging from near neutral to slightly liked. Both pasteurization methods produced tepache with chemical quality and sensory acceptability equivalent to the control.
Analisis Pengadaan Bahan Baku Kedelai Pada Industri Rumah Tangga Tahu Dan Tempe (Studi Kasus: UMKM Tahu dan Tempe di Desa Tempurukan, Kabupaten Ketapang) Nia Ananda Syaputri; Nurimansyah Nurimansyah; Assrorudin Assrorudin; A.Nova Zulfahmi; Rois Indriawan
Jurnal Riset, Inovasi, Teknologi & Terapan Vol 4, No 2 (2026): Juni
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/ristera.v4i2.9561

Abstract

Soybeans are the primary raw material in the tofu industry, and their availability significantly affects the smooth operation of micro, small, and medium enterprises (UMKM). This study aims to analyze the raw material procurement system for soybeans at tofu and tempeh processing UMKM in Tempurukan Village, Ketapang Regency, West Kalimantan, using the Economic Order Quantity (EOQ) and Total Inventory Cost (TIC) methods. Data were collected through observation, interviews, and direct documentation at the business locations. The analysis results indicate that the current procurement system, operating at a frequency of 24 times per year, is not yet optimal. The optimal order quantity is 4,243 kg per order with a frequency of 7 times per year, representing a reduction of 70.83% compared to the initial policy. The optimal total inventory cost based on TIC is IDR 2,121,250 per year. In conclusion, the EOQ method has proven effective in optimizing raw material procurement, reducing inventory costs, and ensuring a sustainable supply of raw materials to support the competitiveness of UMKM.