Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengamatan Kadar Air Tepung Terigu Selama Penyimpanan Di Laboratorium Dan Gudang Sebagai Upaya Pengendalian Mutu Di Pt. Xyz Kabupaten Mempawah: Observation Of Wheat Flour Moisture Content During Storage In The Laboratory And Warehouse As A Quality Control Efforts At Pt. Xyz, Mempawah Regency Aria Sinir Lintang; Nurimansyah Nurimansyah; Ningrum Dwi Hastuti; Yudi Maulana; Natanael Hasta Pelita Asmara
Journal of Food Industrial Technology Vol. 3 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v3i2.6961

Abstract

Tepung terigu merupakan bahan baku utama dalam industri pangan yang bersifat higroskopis, sehingga kadar airnya mudah berubah selama penyimpanan dan dapat mempengaruhi mutu produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kadar air tepung terigu berdasarkan jenis tepung dan kondisi penyimpanan sebagai upaya pengendalian mutu di PT. XYZ Kabupaten Mempawah. Sampel yang digunakan terdiri atas empat jenis tepung terigu berdasarkan kandungan protein, yaitu proten tinggi (C), protein sedang (B dan H), dan protein rendah (P),yang disimpan pada dua kondisi berbeda, yaitu laboratorium dan gudang. Pengamatan dilakukan selama 10 minggu dengan metode oven, serta pencatatan suhu dan kelembaban relatif lingkungan penyimpanan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kadar air seluruh sampel cenderung meningkat selama penyimpanan, dengan perubahan yang lebih tinggi pada penyimpanan di gudang dibandingkan laboratorium. Rata-rata kadar air tepung terigu yang disimpan di laboratorium berada pada kisaran 11,54%-11,64%, sedangkan di gudang berkisar 13,76%-14,00%. Selisih kenaikan kadar air antara laboratorium dan gudnag masing-masing sebesar 2,20%-2,36%. Kondisi ini didukung oleh kelembapan relatif gudang yang lebih tinggi (rata-rata 71,8%) dibandingkan laboratorium (58,6%). Penelitian ini menunjukan bahwa kondisi lingkungan, penyimpanan, khususnya kelembapan berpengaruh terhadap stabilitas kadar air tepung terigu, sehingga pengendalian penyimpanan menjadi faktor penting dalam menjaga mutu bahan baku.
Pengolahan Nugget Ayam Dengan Penambahan Ubi Jalar: Processing Of Chicken Nuggets With The Addition Of Sweet Potato Julita fery fannya; Nurimansyah Nurimansyah; Rois Indriawan; Ningrum Dwi Hastuti; Assrorudin Assrorudin
Journal of Food Industrial Technology Vol. 3 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v3i2.7099

Abstract

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ubi jalar terhadap karakteristik nugget ayam yang dihasilkan, yaitu sifat fisik, kimia, dan organoleptik. Nugget ayam adalah produk olahan daging yang praktis dan banyak digemari hampir oleh semua kalangan, namun umumnya memiliki kandungan serat yang rendah. Oleh karena itu, dilakukan inovasi dengan penambahan ubi jalar sebagai sumber serat dan bahan pangan lokal yang bernilai gizi tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan beberapa variasi konsentrasi penambahan ubi jalar. Parameter yang diamati meliputi kadar air sebagai sifat kimia, serta uji organoleptik yang mencakup warna, aroma, tekstur, dan rasa untuk mengetahui tingkat penerimaan panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ubi jalar berpengaruh terhadap karakteristik nugget ayam, baik secara kimia maupun organoleptik. Semakin tinggi penambahan ubi jalar cenderung meningkatkan kadar air serta mempengaruhi tekstur dan warna produk. Secara organoleptik, perlakuan tertentu memberikan tingkat kesukaan panelis terbaik. Dengan demikian, penambahan ubi jalar berpotensi meningkatkan nilai gizi serta memberikan variasi karakteristik produk nugget ayam.
Karakteristik Mutu Stik Ikan Tongkol (Euthynnus Affinis) Dengan Variasi Konsentrasi Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) : Quality Characteristics Of Skipjack Tuna (Euthynnus Affinis) Sticks With Various Concentrations Of Moringa Leaf Flour (Moringa Oleifera Suryani Suryani; Nurimansyah Nurimansyah; Assrorudin Assrorudin; Ningrum Dwi Hastuti; Ayu Dian Pratiwi Permatahati
Journal of Food Industrial Technology Vol. 3 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jofit.v3i2.7100

Abstract

Stik ikan tongkol merupakan produk makanan ringan berbasis ikan yang memiliki potensi sebagai alternatif snack bergizi. Namun, inovasi pengolahan produk ini masih terbatas, sehingga diperlukan upaya pengembangan formulasi yang dapat mempertahankan karakteristik mutu sensori produk. Penelitian ini mengeksplorasi penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera) sebagai bahan fungsional dalam formulasi stik ikan tongkol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi tepung daun kelor terhadap karakteristik sensori, mutu fisik (kadar air), serta tingkat penerimaan konsumen pada produk stik ikan tongkol. Parameter pengujian meliputi uji sensorik hedonik (warna, aroma, tekstur, dan rasa) oleh 20 panelis menggunakan skala 1–5, serta analisis kadar air secara gravimetri. Pengujian kandungan gizi seperti vitamin dan mineral tidak dilakukan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor tidak menghasilkan perbedaan yang signifikan secara statistik (P>0,05) pada seluruh parameter sensorik. Formulasi terbaik diperoleh pada perlakuan P2 (10 g tepung daun kelor) dengan skor warna 3,70 dan tekstur 4,05. Kadar air produk berkisar antara 3,91% hingga 6,83%, di mana nilai pada P2 sedikit melampaui batas maksimum SNI sehingga perlu dikaji lebih lanjut. Secara keseluruhan, produk stik ikan tongkol dengan penambahan tepung daun kelor masih dapat diterima konsumen dan berpotensi dikembangkan sebagai makanan ringan berbasis bahan lokal.