This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Steenie E. Walah
Universitas Sam Ratulangi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Respons Psikologis Masyarakat Terhadap Proyek Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi: Kekhawatiran Ekspansi Lahan Dan Kehilangan Air Permukaan pada PLTP Unit 5 & 6 (2×20 MW), Kecamatan Tompaso, Minahasa Hendra Riogilang; Tiny Mananoma; Steenie E. Walah
TEKNO Vol. 24 No. 96 (2026): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v24i96.67916

Abstract

Dalam konteks pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Unit 5 dan 6 (2×20 MW) di Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, telah muncul dampak psikologis berupa kekhawatiran masyarakat terkait potensi perluasan penggunaan lahan untuk pembangunan infrastruktur dan instalasi pipa. Kekhawatiran signifikan lainnya adalah kemungkinan berkurangnya debit air permukaan yang berasal dari mata air alami, yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Tonsewer Selatan untuk kegiatan pertanian hortikultura. Sektor hortikultura merupakan sumber utama mata pencaharian masyarakat Tonsewer Selatan. Oleh karena itu, sumber daya air dan lahan merupakan aset vital yang harus dijaga kelestarian dan keberlanjutannya. Berdasarkan kekhawatiran tersebut, masyarakat Tonsewer Selatan menyatakan penolakan terhadap proyek pengembangan panas bumi yang dilaksanakan oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE). Menanggapi permasalahan tersebut serta untuk menjawab kekhawatiran masyarakat, Asisten II Pemerintah Kabupaten Minahasa menginisiasi suatu kajian ilmiah. Kajian ini meliputi: (i) identifikasi asal-usul air mata air, (ii) evaluasi potensi dampak proyek pengembangan panas bumi Unit 5 dan 6 (2×20 MW), dan (iii) identifikasi daerah imbuhan (recharge area) baik untuk mata air maupun reservoir panas bumi. Melalui kajian ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai keberlanjutan mata air dalam kaitannya dengan keseluruhan proses pengembangan panas bumi. Selain itu, melalui diseminasi dalam bentuk seminar, diharapkan tercapai solusi optimal antara masyarakat dan PT PGE sebagai pengembang, sehingga pembangunan Unit 5 dan 6 dapat berjalan secara efektif tanpa memberikan dampak negatif terhadap sumber daya air alami yang menjadi tumpuan masyarakat Tonsewer Selatan. Kata kunci: Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi, keberlanjutan sumber daya air, hidrogeologi, persepsi masyarakat, win win solutions