Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Profil Literasi Data Siswa pada Pembelajaran IPA Berbasis AI dan Learning Analytics dengan Pendekatan Etnosains Ida Wati; Fitri Indah Komala; Sri Raspati; Nana Nana
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Vol 7, No 2 (2026): Mei 2026
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jp-ipa.v7i2.1109

Abstract

Science learning in the era of Artificial Intelligence (AI) and data necessitates the development of students’ data literacy as an essential 21st-century competency. However, students’ data literacy remains underdeveloped, particularly in terms of data analysis and utilization in learning contexts. This study aims to examine students’ data literacy profile in AI-, learning analytics-, and ethnoscience-based science learning. A descriptive quantitative approach was employed, involving eighth-grade junior high school students selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire validated for reliability (Cronbach’s Alpha = 0.871) and analyzed using descriptive statistics, including mean scores and categorical classification. The results indicate that students’ data literacy was categorized as moderate (mean = 2.92), and learning analytics was also categorized as moderate (mean = 2.91), while artificial intelligence (mean = 3.23) and ethnoscience (mean = 3.23) were categorized as high. These findings suggest that students are able to utilize technology and understand scientific concepts within local contexts; however, their ability to analyze and use data remains underdeveloped. These findings imply the importance of designing science learning in a more structured manner to promote data analysis activities through the contextual and meaningful integration of AI, learning analytics, and ethnoscience.
Pemberdayaan Anak Usia Sekolah melalui Pengenalan Anthocya Latte sebagai Media Edukatif dalam Meningkatkan Literasi Gizi dan Alternatif Minuman Sehat Putri Syarifa; Yunita Ayudhia Anzani; Sri Raspati; Rita Fitriani; Dita Agustian
Ruang Pengabdian: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): RUANG PENGABDIAN: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rp/v6i1.hal.34-45

Abstract

Rendahnya literasi gizi pada anak usia sekolah dasar berdampak pada tingginya konsumsi jajanan dan minuman tinggi gula yang berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kegiatan edukatif yang kontekstual dan berbasis pengalaman dalam menanamkan kebiasaan konsumsi sehat sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan anak usia sekolah melalui pengenalan Anthocya Latte sebagai media edukatif dalam mendukung peningkatan literasi gizi sekaligus memperkenalkan alternatif minuman sehat berbasis bahan alami. Kegiatan dilaksanakan di SDN Mekarjaya, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya dengan melibatkan 44 peserta didik kelas V. Metode yang digunakan yaitu pendekatan partisipatif-edukatif berbasis experiental learning melalui penyuluhan literasi gizi, demonstrasi pembuatan Anthocya Latte, pemanfaatan media digital berbasis QR code, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Data diperoleh melalui observasi, angket respon, dan dokumentasi kegiatan. Peserta didik dilibatkan secara aktif dalam diskusi, praktik, dan penggunaan media digital sehingga proses pembelajaran berlangsung interaktif dan menyenangkan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta didik mengenai pentingnya memilih minuman sehat, yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai dari 86,7 pada pre-test menjadi 96,4 pada post-test, dengan hasil analisis N-Gain sebesar 0,73 yang termasuk dalam kategori tinggi. Selain itu, peserta didik memberikan respon positif terhadap Anthocya Latte sebagai alternatif minuman sehat serta mampu mengakses media edukasi digital secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi berbasis pengalaman langsung dan inovasi pangan lokal berpotensi mendukung peningkatkan literasi gizi serta kesadaran konsumsi sehat pada anak usia sekolah dasar.