Reklamasi lahan pascatambang batubara merupakan kewajiban perusahaan pertambangan dalam memulihkan fungsi ekologis lahan yang terdegradasi. Evaluasi keberhasilan reklamasi secara konvensional masih bersifat administratif dan belum mampu menggambarkan kualitas ekologis lahan secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keberhasilan reklamasi tambang batubara PT XYZ di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, dengan mengintegrasikan analisis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) berbasis citra satelit Sentinel-2 dan pengukuran parameter kesuburan tanah secara laboratorium. Pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis spasial digunakan pada area reklamasi periode 2017–2019. Sebanyak 31 titik sampel tanah diambil berdasarkan kelas vegetasi NDVI (rendah, sedang, tinggi) untuk diuji parameter pH, C-organik, N-total, P?O?, K?O, dan KTK. Hasil pemetaan NDVI periode 2021–2025 menunjukkan tren peningkatan signifikan pada kelas vegetasi tinggi dari 23,02% (2022) menjadi 54,51% (2025), mengindikasikan keberhasilan proses revegetasi secara spasial. Uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa nitrogen (N) merupakan satu-satunya parameter yang berkorelasi positif signifikan dengan NDVI (r = 0,530; p = 0,002), sedangkan fosfor (r = ?0,360; p = 0,047) dan kalium (r = ?0,567; p = 0,001) berkorelasi negatif signifikan. Parameter pH, C-organik, KTK, Na, dan Ca tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa NDVI efektif memantau tutupan vegetasi secara spasial, namun tidak sepenuhnya merepresentasikan kualitas kimia tanah. Pendekatan integratif NDVI dan kesuburan tanah menghasilkan evaluasi reklamasi yang lebih komprehensif dan diagnostik dibandingkan penggunaan NDVI sebagai indikator tunggal.