Dedi Setyawan
Universitas Dr. Soetomo Surabaya, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jl. Semolowaru No.84 Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas pelatihan konseling dasar dalam meningkatkan kompetensi pengasuh pada panti asuhan di surabaya Andini Dwi Arumsari; Dedi Setyawan; Marini; Dzulkifli
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 No 1 Juni 2026 (In Progress)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan konseling dasar dalam meningkatkan kompetensi pengasuh panti asuhan di Surabaya. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya peran pengasuh sebagai pendamping psikososial bagi anak-anak panti yang memiliki kerentanan emosional dan sosial. Namun, masih terdapat keterbatasan kompetensi pengasuh dalam memberikan layanan konseling yang tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest–posttest. Sampel penelitian terdiri dari 11 pengasuh panti asuhan yang mengikuti pelatihan konseling dasar. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang mengukur aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan konseling, serta dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada kompetensi pengasuh setelah mengikuti pelatihan, dengan nilai signifikansi sebesar p < 0,05. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelatihan konseling dasar efektif dalam meningkatkan kemampuan pengasuh dalam memahami masalah anak, membangun hubungan empatik, serta memberikan dukungan psikologis yang lebih tepat. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pelatihan konseling dasar dapat dijadikan sebagai strategi penguatan kapasitas pengasuh panti asuhan dalam meningkatkan kualitas pengasuhan berbasis psikososial. Namun, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah sampel yang kecil dan tidak adanya kelompok kontrol, sehingga disarankan penelitian lanjutan dengan desain eksperimen yang lebih kuat dan cakupan sampel yang lebih luas